Rekam Jejak Kak Seto yang Ikut Terseret Isu Child Grooming Aurelie Moeremans

Ruth Meliana Suara.Com
Rabu, 14 Januari 2026 | 11:10 WIB
Rekam Jejak Kak Seto yang Ikut Terseret Isu Child Grooming Aurelie Moeremans
Kak Seto (Instagram/kaksetosahabatanak)

Suara.com - Nama Kak Seto turut menjadi sorotan publik seiring ramainya pembahasan buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.

Memoar tersebut mengungkap pengalaman Aurelie sebagai korban child grooming dan hubungan tidak sehat saat usia remaja.

Di tengah sorotan terhadap isi buku, perhatian publik kemudian bergeser pada rekam jejak Kak Seto yang terseret isu buku Aurelie Moeremans, khususnya terkait perannya sebagai "Sahabat Anak".

Isu ini bermula dari pengakuan keluarga Aurelie yang menyebut telah berulang kali meminta bantuan kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Ayah Aurelie, Jean Marc Moeremans, mengungkap bahwa pihak keluarga sempat menghubungi Kak Seto melalui berbagai jalur, termasuk email, untuk melaporkan permasalahan yang menimpa putrinya.

Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut tidak mendapatkan respons atau tindak lanjut yang jelas. Ketiadaan respons inilah yang kemudian memicu kekecewaan dan mendorong keluarga Aurelie berbicara ke media.

Meski tidak dikaitkan langsung sebagai pelaku dalam isi buku, Kak Seto tetap menjadi sorotan publik sebagai figur perlindungan anak yang dinilai kurang terlihat dalam momen penting.

Dari sinilah publik mulai menelusuri kembali perjalanan panjang, peran, serta kontribusi Kak Seto di dunia anak-anak Indonesia. Berikut ulasan lengkapnya.

Profil Kak Seto

Kak Seto (Instagram/kaksetosahabatanak)
Kak Seto (Instagram/kaksetosahabatanak)

Seto Mulyadi, atau yang lebih akrab disapa Kak Seto, lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang aktif dan tidak bisa diam.

Baca Juga: Klarifikasi Kak Seto Dituding Tak Bantu Aurelie Moeremans Lepas dari Cengkraman 'Bobby'

Bahkan, ia sempat mengalami trauma akibat sering jatuh, namun memilih melatih mentalnya sendiri hingga berani menghadapi rasa takut tersebut.

Awalnya, Kak Seto bercita-cita menjadi dokter. Ia mencoba masuk Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia, namun gagal di keduanya.

Kekecewaan itu membawanya hijrah ke Jakarta tanpa kepastian, bekerja serabutan sambil menunggu kesempatan berikutnya.

Takdirnya berubah ketika Pak Kasur menyarankan agar ia mengambil jalur psikologi, bidang yang kemudian menjadi jalan hidupnya.

Kak Seto menempuh pendidikan Sarjana, Magister, hingga Doktor di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Bertahun-tahun kemudian, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Psikologi Universitas Gunadarma.

Latar belakang akademik inilah yang menguatkan posisinya sebagai salah satu psikolog anak paling dikenal di Indonesia.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI