Ramadan Tiba tapi Belum Bayar Utang Puasa dan Lupa Jumlahnya, Harus Bagaimana?

Nur Khotimah Suara.Com
Selasa, 20 Januari 2026 | 06:21 WIB
Ramadan Tiba tapi Belum Bayar Utang Puasa dan Lupa Jumlahnya, Harus Bagaimana?
Ramadan tiba tapi belum bayar utang puasa, harus bagaimana? (freepik)

Suara.com - Ramadan sebentar lagi tiba, bulan yang selalu dinanti umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri sekaligus lebih mendekat kepada Allah SWT.

Namun, di tengah persiapan menyambut bulan suci, banyak umat Islam yang tanpa sadar masih memiliki utang puasa tahun lalu karena sakit, hamil, menyusui, atau alasan lainnya.

Lantas, jika Ramadan tiba tapi belum bayar utang puasa, harus bagaimana?

Saat Ramadan tiba tapi belum bayar utang puasa mungkin dialami beberapa orang karena berbagai alasan. Situasi ini kerap menimbulkan kebingungan dan rasa khawatir, apakah masih boleh berpuasa Ramadan.

Jika kamu berada di situasi tersebut, Islam telah mengatur solusi yang jelas dan adil terkait utang puasa. Simak ulasan lengkapnya, seperti disadur dari NU Online dan sumber lainnya.

Kewajiban Mengganti Puasa Ramadan

Ilustrasi puasa Ramadan (freepik)
Ilustrasi puasa Ramadan (freepik)

Mengganti atau meng-qadha puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap muslim yang meninggalkan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit, haid, nifas, hamil, menyusui, atau kondisi lain yang dibenarkan oleh syariat.

Kewajiban mengqadha puasa Ramadan yang ditinggalkan dijelaskan secara langsung dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)

Baca Juga: Niat Puasa Qadha Ramadan: Arab, Latin, dan Waktu Tepat Pengucapannya

Pada dasarnya, utang puasa ini harus dibayar di luar bulan Ramadan, sebelum Ramadan berikutnya tiba.

Para ulama menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk qadha puasa adalah sesegera mungkin setelah Ramadan berakhir.

Bahkan, para sahabat Nabi mencontohkan kebiasaan melunasi utang puasa sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya, paling lambat di bulan Sya’ban. Hal ini dilakukan agar ibadah puasa di bulan Ramadan bisa dijalani dengan lebih tenang dan fokus.

Ramadan Tiba tapi Belum Bayar Utang Puasa, Bagaimana Solusinya?

Jika Ramadan sudah tiba sementara utang puasa belum lunas, maka yang perlu dilakukan pertama kali adalah tetap menjalankan puasa Ramadan yang sedang berlangsung. Puasa Ramadan tidak boleh ditinggalkan hanya karena masih memiliki utang puasa tahun sebelumnya.

Selanjutnya, solusi yang diambil bergantung pada penyebab keterlambatan qadha puasa.

Jika penundaan terjadi karena uzur syar’i, seperti sakit berkepanjangan, hamil, atau menyusui hingga Ramadan berikutnya datang, maka orang tersebut tidak berdosa. Kewajibannya hanya mengganti puasa ketika sudah mampu, tanpa harus membayar fidyah.

Namun, jika utang puasa belum dibayar karena kelalaian atau sengaja menunda tanpa alasan yang dibenarkan, maka orang tersebut tetap wajib mengqadha puasa setelah Ramadan.

Selain itu, menurut sebagian ulama, ia juga diwajibkan membayar fidyah berupa makanan pokok sebanyak satu mud untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

Meski ada perbedaan pendapat soal fidyah, mengganti puasa tetap menjadi kewajiban utama yang tidak boleh ditinggalkan.

Bagaimana Jika Lupa Jumlah Utang Puasa?

Tidak sedikit orang yang lupa berapa hari puasa Ramadan yang pernah ditinggalkan, terutama jika kejadiannya sudah lama.

Dalam kondisi seperti ini, Islam kembali memberikan kemudahan.

Cara terbaik adalah dengan memperkirakan jumlah hari utang puasa secara paling aman, yaitu mengambil jumlah yang lebih banyak.

Misalnya, jika ragu apakah utang puasanya tujuh atau delapan hari, maka sebaiknya mengganti delapan atau sembilan hari.

Mengganti puasa lebih banyak dari yang diwajibkan tidak dianggap berlebihan, justru bisa bernilai sebagai ibadah sunah tambahan.

Dengan cara ini, hati menjadi lebih tenang karena merasa kewajiban telah ditunaikan dengan maksimal. Yang terpenting, ada niat sungguh-sungguh untuk menyelesaikan utang puasa dan tidak lagi menunda tanpa alasan yang jelas.

Demikianlah penjelasan lengkap terkait kewajiban membayar utang puasa di saat Ramadan tiba. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI