Bukan Sekadar Prestise: Inilah Alasan Sesungguhnya Pelajar Indonesia Serbu Studi ke Luar Negeri

Dinda Rachmawati Suara.Com
Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:44 WIB
Bukan Sekadar Prestise: Inilah Alasan Sesungguhnya Pelajar Indonesia Serbu Studi ke Luar Negeri
Kelulusan mahasiswa UIC College BTEC dan UIC-UTS College (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • USG Education mempersiapkan 37 mahasiswa melalui program UIC BTEC dan UIC–UTS College sebagai jalur transisi studi ke luar negeri.
  • Studi internasional memerlukan kesiapan fundamental menghadapi sistem akademik asing yang menuntut kemandirian dan pemikiran kritis.
  • USG Education membangun ekosistem terintegrasi mencakup persiapan akademik, pengembangan mental, dan keterampilan global bagi lulusan.

Suara.com - Minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi ke luar negeri terus menunjukkan tren yang semakin kuat. Pasalnya, studi internasional kini tidak hanya dipandang sebagai simbol prestise saja.

Melainkan, sebagai pintu masuk menuju kualitas pendidikan global, pengalaman lintas budaya, serta penguatan kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional masa depan.

Namun di balik peluang tersebut, perjalanan studi ke luar negeri tidak jarang terhambat bukan karena pilihan yang keliru, melainkan karena kesiapan yang belum matang dalam menghadapi sistem pendidikan yang berbeda secara fundamental.

Mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke luar negeri kerap dihadapkan pada perubahan drastis, mulai dari metode pengajaran dosen, sistem penilaian yang menuntut kemandirian tinggi, ritme perkuliahan yang cepat, budaya diskusi yang kritis, hingga tuntutan menyusun argumen akademik secara tajam dan terstruktur. 

Tanpa pendampingan yang tepat, fase awal ini bisa terasa mengagetkan dan berdampak langsung pada performa akademik maupun kepercayaan diri mahasiswa. Di sinilah transisi menjadi fase krusial yang sering kali menentukan keberlanjutan perjalanan studi.

Kesadaran akan pentingnya fase transisi inilah yang melatarbelakangi pendekatan ekosistem pendidikan terintegrasi yang dibangun USG Education.

Pendekatan ini tidak hanya menyiapkan siswa secara akademik, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar, daya tahan mental, serta pola pikir global yang dibutuhkan untuk bertahan dan bertumbuh di lingkungan internasional. 

Melalui momen kelulusan yang berlangsung di Soehanna Hall, Energy Building SCBD, Jakarta, USG Education menegaskan komitmennya dalam membangun jalur studi yang terukur dan holistik.

Sebanyak 37 mahasiswa dari program UIC College BTEC dan UIC–UTS College dilepas, menandai langkah penting dari fase persiapan menuju tahapan pendidikan global yang lebih menantang.

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sekolah di Sumbar-Sumut Mulai Normal 100 persen, di Aceh Baru 95 persen

Bagi para lulusan, kelulusan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda bahwa target yang sebelumnya terasa jauh kini semakin nyata. 

CEO USG Education, Adhirama G. Tusin, menegaskan bahwa keberhasilan studi internasional tidak bisa dilepaskan dari ekosistem yang saling terhubung. 

“Di USG Education, kami membangun sebuah ekosistem pendidikan yang saling terhubung. Mulai dari persiapan akademik, pengembangan kompetensi, hingga jalur menuju universitas dan karier internasional,” ujarnya. 

Menurut Adhirama, standar akademik saja tidak lagi cukup di era global saat ini, sehingga siswa juga perlu dibekali keterampilan masa depan seperti kemampuan berpikir kreatif, problem solving, kecakapan digital, komunikasi, jejaring, hingga pemahaman keberagaman budaya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui USG Education Incubation Program yang menjadi sistem pendukung bagi siswa, alumni, dan komunitas. 

Program ini dirancang agar perjalanan studi tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga kaya akan pengalaman nyata, pengembangan karakter, serta kontribusi sosial. 

Pendekatan pembelajaran berbasis proyek, program magang dan experiential projects dengan pendampingan langsung dari pelaku industri, hingga pengembangan komunitas bisnis dan inovasi menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan yang siap menghadapi dunia nyata.

Dua program unggulan yang menjadi sorotan dalam kelulusan kali ini, UIC College BTEC dan UIC–UTS College, dirancang sebagai jalur transisi yang terukur menuju universitas internasional. 

UIC College BTEC menerapkan kurikulum Pearson-Edexcel dari Inggris dengan pendekatan real world learning dan industry-based curriculum, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga konteks industri melalui pembelajaran langsung dari praktisi. 

Sementara itu, UIC–UTS College menjadi jalur langsung menuju University of Technology Sydney (UTS), Australia, dengan kurikulum pathway yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan studi hingga tahun kedua dan meraih gelar sarjana secara lebih mulus.

CEO UTS College, Morwenna Shahani, menyampaikan kebanggaannya terhadap para lulusan yang dinilai telah dipersiapkan dengan pola pikir global. 

“Kami bangga melihat para lulusan hari ini beserta pencapaian yang telah mereka raih. Melalui kerja keras yang konsisten, didukung oleh dedikasi penuh para staf UIC–UTS College, para siswa telah dipersiapkan secara matang untuk menghadapi masa depan global—tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan pola pikir,” ujarnya. 

Ia meyakini bekal tersebut akan mengantarkan para lulusan meraih kesuksesan dalam melanjutkan studi di UTS sekaligus membuka berbagai peluang di masa depan.

Di balik angka GPA dan berbagai predikat, terdapat perubahan yang paling bermakna namun sering luput terlihat, yakni kepercayaan diri yang lahir dari proses panjang. Ketika siswa memahami cara belajar, cara berpikir, dan cara merespons tantangan, mereka menjadi lebih siap menghadapi lingkungan baru. 

Di USG Education, nilai-nilai tersebut dirangkum dalam LEARN Framework dan Noble Scholar Standard yang menjadi fondasi pendampingan siswa, tercermin dalam kebiasaan belajar, ketangguhan mental, serta cara membawa diri di lingkungan global.

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan enam unit bisnis pendidikan yang terintegrasi, USG Education telah meluluskan lebih dari 5.000 siswa yang kini tersebar di dalam dan luar negeri serta berkiprah di berbagai sektor industri. 

Bagi USG Education, masa depan bukan sesuatu yang ditunggu, melainkan disiapkan sejak dini melalui nilai yang nyata, sistem yang teruji, dan ekosistem yang saling terhubung. Dari ruang kelas di Indonesia hingga panggung global, perjalanan itu dimulai dengan kesiapan yang holistik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI