- Siswi SMP Labschool Cibubur, Alluna Adila Almashyra, berpartisipasi dalam AYIMUN di Kuala Lumpur, Malaysia, Januari 2026.
- Alluna meraih penghargaan Best Position Paper atas analisis mendalam isu di bawah naungan UNESCO sebagai delegasi Argentina.
- Sebanyak 21 siswa SMP Labschool Cibubur terlibat dalam forum internasional tersebut untuk melatih diplomasi dan kepemimpinan global.
Suara.com - Di tengah dunia yang makin terhubung, kemampuan berdiplomasi, berpikir kritis, dan memahami isu global bukan lagi keterampilan “orang dewasa” semata. Ajang seperti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) menunjukkan bahwa pelajar usia SMP pun sudah bisa dilatih untuk masuk ke ruang-ruang diskusi internasional yang serius dan terstruktur.
Hal itulah yang tercermin dari partisipasi Alluna Adila Almashyra, siswi SMP Labschool Cibubur, dalam AYIMUN yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 16–18 Januari 2026. Dalam forum yang diikuti lebih dari 1.300 peserta dari berbagai negara, Alluna berperan sebagai delegasi Argentina dalam pembahasan isu-isu di bawah naungan UNESCO.
Model United Nations (MUN) sendiri bukan sekadar ajang lomba pidato. Peserta dituntut memahami posisi resmi negara yang diwakili, meneliti isu global secara mendalam, menyusun position paper, menyampaikan pernyataan pembuka, hingga bernegosiasi untuk merumuskan resolusi bersama. Proses ini melatih ketajaman analisis, empati lintas budaya, sekaligus kemampuan menyampaikan gagasan secara diplomatis.
Melalui tahapan tersebut, Alluna meraih penghargaan Best Position Paper, salah satu kategori tertinggi yang menilai kualitas riset, ketepatan analisis kebijakan, serta kedalaman solusi yang ditawarkan. Capaian ini memperlihatkan bahwa pelatihan diplomasi dan kepemimpinan bisa dimulai sejak usia muda, selama siswa diberi ruang dan pendampingan yang tepat.
Kepala SMP Labschool Cibubur, Mokhamad Taufiq, M.Pd., menilai pengalaman seperti AYIMUN menjadi bagian penting dari pendidikan karakter dan kepemimpinan global.
“Ini membuktikan bahwa pembinaan yang menekankan kemandirian, berpikir kritis, dan keberanian berpendapat di Labschool Cibubur berjalan dengan baik,” ujarnya.
Partisipasi sekolah dalam AYIMUN 2026 juga menunjukkan bahwa pembelajaran kepemimpinan tidak hanya terjadi di ruang kelas. Sebanyak 21 siswa diberangkatkan sebagai delegasi, terlibat dalam berbagai peran konferensi hingga penampilan budaya pada acara penutupan. Selain Alluna, Sabita Rinjani Kristianto meraih penghargaan Best Wishes, sementara sebelas siswi lainnya tampil membawakan pertunjukan budaya Indonesia yang memadukan narasi, lagu medley Nusantara, permainan biola, dan tarian tradisional.
Keterlibatan dalam forum internasional seperti ini memberi pelajar pengalaman nyata tentang bagaimana isu pendidikan, budaya, dan pembangunan dibahas dalam perspektif global. Mereka belajar bahwa setiap negara memiliki sudut pandang berbeda, dan solusi lahir dari dialog, bukan sekadar perdebatan.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai individu yang percaya diri, terbuka, dan mampu memimpin dengan pemahaman lintas batas. Dari simulasi ruang sidang PBB, pelajar belajar satu hal mendasar: menjadi pemimpin masa depan dimulai dari keberanian untuk memahami dunia hari ini.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Tablet Windows Pengganti Laptop Pilihan Terbaik untuk Pelajar dan Mahasiswa