Suara.com - Sebelum memasuki bulan Ramadhan, umat Islam lebih dulu akan bertemu dengan bulan Syaban. Bulan ini menjadi bulan istimewa yang dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan ibadah. Salah satu amalan yang dianjurkan yaitu puasa Syaban.
Puasa Syaban dilakukan guna membiasakan diri serta melatih fisik dan spiritual sebelum bulan Ramadhan. Selain itu, bulan Syaban juga dikenal sebagai waktu di mana Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah lantaran mempunyai nilai keutamaan yang luar biasa di sisi Allah SWT. Oleh karenanya, sudah seharusnya umat Islam mencontoh Rasulullah SAW dengan menjalankan puasa sunnah di bulan Syaban.
Sebagai panduan, berikut ini kami berikan informasi lengkap tentang puasa bulan Syaban, mulai dari jadwal, bacaan niat, sampai hukumnya. Yuk, simak!
Puasa Syaban 2026 Jatuh pada Tanggal?
Puasa Syaban 2026 dilaksanakan pada pertengahan bulan, tepatnya pada tanggal 15 Syaban 1447 H. Sesuai jadwal dalam Kalender Hijriah Indonesia tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Nisfu Syaban yang jatuh pada 15 Syaban 1447 H bertepatan pada hari Selasa, 3 Februari 2026. Ketetapan tersebut lantas diperkuat melalui kalender KHGT Muhammadiyah.
Selain puasa Syaban, umat muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah lainnya seperti Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh. Sebagai panduan, berikut ini jadwal puasa wunnah bulan Syaban dalam konversi kalender Masehi-Hijriah:
1. Jadwal Puasa Nisfu Syaban
- Selasa, 3 Februari 2026 (15 Syaban 1447 H)
2. Jadwal Puasa Senin-Kamis
- Tanggal 3 Syaban 1447 H (Kamis, 22 Januari 2026)
- Tanggal 5 Syaban 1447 H (Senin, 26 Januari 2026)
- Tanggal 10 Syaban 1447 H (Kamis, 29 Januari 2026)
- Tanggal 14 Syaban 1447 H (Senin, 2 Februari 2026)
- Tanggal 17 Syaban 1447 H (Kamis, 5 Februari 2026)
- Tanggal 21 Syaban 1447 H (Senin, 9 Februari 2026)
- Tanggal 23 Syaban 1447 H (Kamis, 12 Februari 2026)
- Tanggal 28 Syaban 1447 H (Senin, 16 Februari 2026)
3. Jadwal Puasa Ayyamul Bidh
Baca Juga: Puasa Syaban Berapa Hari? Ini Panduannya Berdasarkan Sunnah dan Amalan Rasulullah
- Tanggal 13 Syaban 1447 H (Minggu, 1 Februari 2026)
- Tanggal 14 Syaban 1447 H (Senin, 2 Februari 2026)
- Tanggal 15 Syaban 1447 H (Selasa, 3 Februari 2026).
Niat Puasa Syaban
Bagi muslim yang hendak melaksanakan puasa sunnah di bulan Syaban, maka harus membaca niat terlebih dahulu. Adapun bacaan niat puasa Syaban adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-sy-sya'baani sunnata-lillâhi ta'aala
Artinya: "Saya berniat puasa pada bulan Syaban sunnah karena Allah Ta'ala."
Bagaimana Hukum Menunaikan Puasa Syaban?
Melansir dari NU Online, puasa Syaban hukumnya sunnah. Adapun landasan hukum tersebut merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang menjanjikan ganjaran besar bagi yang menunaikan puasa Syaban sebagai berikut:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ؛ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ
Artinya: Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berbuka’ beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berpuasa’ aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadlan dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban (Muttafaqun ‘Alaih. Adapun redaksinya adalah riwayat Muslim).
Meski begitu, perlu diperhatikan waktu pelaksanaannya. Di mana terdapat hadits yang mengharamkan puasa yang dilakukan pada separuh kedua bulan Syaban, yakni:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَانَ فَلَا تَصُومُوا. رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Rasullah saw bersabda: ‘Ketika Sya’ban sudah melewati separuh bulan, maka janganlah kalian berpuasa (HR Imam Lima: Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Berdasarkan hadits di atas, separuh kedua bulan Syaban dimulai pada tanggal 16. Umat Islam pun dilarang berpuasa di hari itu. Puasa Syaban harus dimulai sebelum tanggal tersebut, yakni sejak tanggal 1 atau paling maksimal tanggal 15.
Keutamaan Puasa Syaban
Keutaman puasa sunnah di bulan Syaban yaitu mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW pada hari kiamat. Syekh Nawawi al-Bantani berkata:
وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat (Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, [Bairut, Dârul Fikr], h. 197).
Demikian tadi informasi seputar puasa Syaban 2026 jatuh pada tanggal? Lengkap dengan jadwal, niat, hukum hingga keutamaannya.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari