Sampah Masih Jadi PR Labuan Bajo, Kolaborasi Komunitas Didorong Demi Pariwisata Berkelanjutan

Dinda Rachmawati

Kamis, 29 Januari 2026 | 08:24 WIB
Sampah Masih Jadi PR Labuan Bajo, Kolaborasi Komunitas Didorong Demi Pariwisata Berkelanjutan
Kapal Pinisi melintas di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Sabtu (23/7/2022). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj]
  • Labuan Bajo menghadapi masalah sampah serius sebagai pintu gerbang KSPN, mengancam keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup warga.
  • Endress+Hauser Indonesia meluncurkan program pengelolaan sampah dengan donasi 120 tong sampah kepada Pemkab Manggarai Barat.
  • Program enam bulan ini melibatkan pendampingan 50 keluarga, pelatihan pemilahan sampah, dan pengadaan sarana transportasi terpilah.

Suara.com - Di balik pesona laut biru, gugusan pulau eksotis, dan matahari terbenam yang memikat, Labuan Bajo masih bergulat dengan persoalan klasik kawasan wisata, yakni sampah

Sebagai pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), kebersihan lingkungan bukan sekadar soal estetika, melainkan kunci keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat setempat.

Persoalan ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, Vincensius Gande S.Pd. Menurutnya, pengelolaan sampah menjadi prioritas utama di Labuan Bajo seiring meningkatnya aktivitas wisata. 

“Sampah masih menjadi salah satu isu utama di Labuan Bajo. Sebagai kawasan pariwisata nasional, kebersihan lingkungan sangat menentukan keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kesadaran akan tantangan tersebut mendorong Endress+Hauser Indonesia memperkuat komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungannya melalui inisiatif bertajuk Empowering Communities for Better Waste Management. 

Aksi Nyata Endress+Hauser Dukung Kebersihan Labuan Bajo (Dok. Istimewa)
Aksi Nyata Endress+Hauser Dukung Kebersihan Labuan Bajo (Dok. Istimewa)

Program ini dilaksanakan langsung di Labuan Bajo dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, perusahaan teknologi asal Eropa ini menyerahkan 120 unit tong sampah kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. 

Penyerahan dilakukan kepada Vincensius Gande dan memiliki makna simbolis, karena jumlah tong sampah merepresentasikan jumlah karyawan Endress+Hauser Indonesia. Hal ini mencerminkan keterlibatan kolektif perusahaan dalam menjaga lingkungan. 

“Kami mengapresiasi dukungan ini karwna sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat program pengelolaan sampah berbasis komunitas,” kata Vincensius.

Program ini tidak berhenti pada bantuan fasilitas.Selama enam bulan ke depan, Endress+Hauser Indonesia menggandeng PT Inovasi Gerakan Masyarakat (INGRAM) sebagai mitra pelaksana. 

INGRAM dikenal sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas dengan pendekatan praktis dan berkelanjutan. 

Kegiatan utama meliputi pendampingan dan pelatihan pengelolaan sampah bagi 50 keluarga, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengadaan satu unit motor roda tiga untuk pengangkutan sampah terpilah, serta distribusi 200 ember organik sebagai fasilitas pemilahan.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Henry Chia, Corporate Sales Director Endress+Hauser Group Services untuk Asia Tenggara, Korea, dan Jepang sekaligus President Director Endress+Hauser Indonesia. 

Ia menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang perusahaan sebagai yang berkontribusi pada industri kebutuhan sehari-hari. 

“Kami berperan dalam mendukung industri yang menghasilkan produk-produk kebutuhan sehari-hari, seperti susu, minuman, dan kelapa sawit. Di mana pun kami beroperasi, termasuk di Indonesia, kami selalu berupaya tumbuh bersama masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, INGRAM menyatakan kesiapan mendampingi masyarakat Labuan Bajo secara intensif. Program Manager PT Inovasi Gerakan Masyarakat, Michaella Karina, menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan program berjalan efektif dan mudah diterapkan. 

“Kami berkomitmen mendampingi Endress+Hauser Indonesia dan masyarakat Labuan Bajo selama enam bulan ke depan melalui pendampingan intensif, penguatan praktik pemilahan sampah, serta pengelolaan sistem yang mudah diterapkan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rangkaian inisiatif ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Endress+Hauser Indonesia dan PT Inovasi Gerakan Masyarakat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Labuan Bajo, yang disaksikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam

Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 19:47 WIB

Pascabanjir Bandang Gunung Slamet, Pantai Utara Tegal Dipenuhi Kayu

Pascabanjir Bandang Gunung Slamet, Pantai Utara Tegal Dipenuhi Kayu

Foto | Senin, 26 Januari 2026 | 19:37 WIB

Sampah Sisa Banjir Menumpuk di Kembangan, Wali Kota Jakbar: Proses Angkut ke Bantar Gebang

Sampah Sisa Banjir Menumpuk di Kembangan, Wali Kota Jakbar: Proses Angkut ke Bantar Gebang

News | Senin, 26 Januari 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:10 WIB

7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga

7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:05 WIB

Siapa Sudaryono Wamentan? Ini Biodata dan Perjalanan Karier Mas Dar

Siapa Sudaryono Wamentan? Ini Biodata dan Perjalanan Karier Mas Dar

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:57 WIB

Rencana Besar Berjalan Lancar, Ini 4 Shio Paling Beruntung pada 17 Juni 2026

Rencana Besar Berjalan Lancar, Ini 4 Shio Paling Beruntung pada 17 Juni 2026

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:35 WIB

Menolak Main Medsos, Anak Detektif Jubun Ini Pilih Dalami Sains dan Bermimpi Jadi Ilmuwan

Menolak Main Medsos, Anak Detektif Jubun Ini Pilih Dalami Sains dan Bermimpi Jadi Ilmuwan

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:54 WIB

Cara Mencuci Baju Putih yang Sudah Kuning? Bisa Kembali Cerah dengan 7 Langkah Ini

Cara Mencuci Baju Putih yang Sudah Kuning? Bisa Kembali Cerah dengan 7 Langkah Ini

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:02 WIB

Bagus Cushion atau Two Way Cake untuk Kulit Kombinasi? Ini Trik Makeup Flawless Anti Longsor

Bagus Cushion atau Two Way Cake untuk Kulit Kombinasi? Ini Trik Makeup Flawless Anti Longsor

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:15 WIB

Profil dan Rekam Jejak Nusron Wahid, Dari Aktivis hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang

Profil dan Rekam Jejak Nusron Wahid, Dari Aktivis hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:38 WIB

Bagaimana Cara Membuat Sunscreen Sendiri di Rumah? Ini Cara dan Bahan-bahannya

Bagaimana Cara Membuat Sunscreen Sendiri di Rumah? Ini Cara dan Bahan-bahannya

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:15 WIB

Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027, Kebutuhan Sertifikasi Internasional Ikut Meningkat

Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027, Kebutuhan Sertifikasi Internasional Ikut Meningkat

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:12 WIB