Alasan Kenapa Imlek Selalu Hujan, Antara Penjelasan Ilmiah dan Mitos

Rifan Aditya

Minggu, 01 Februari 2026 | 07:05 WIB
Alasan Kenapa Imlek Selalu Hujan, Antara Penjelasan Ilmiah dan Mitos
Alasan Kenapa Imlek Selalu Hujan (freepik)
baca 10 detik
  • Masyarakat Tionghoa meyakini hujan saat Imlek merupakan berkah Tian simbol rezeki, kesuburan, serta pembersihan kesialan tahun lalu.
  • Secara ilmiah, Imlek sering hujan karena perayaan tersebut jatuh di puncak musim hujan antara Januari hingga Februari.
  • Faktor penyebab ilmiah hujan saat Imlek mencakup angin monsun barat, pemanasan suhu akibat posisi matahari, dan ITCZ.

Suara.com - Setiap kali perayaan Tahun Baru Imlek tiba, ada satu fenomena yang selalu terjadi yaitu, hujan.

Mulai dari gerimis syahdu hingga hujan deras, fenomena ini begitu sering terjadi sampai-sampai banyak dari kita bertanya-tanya, kenapa Imlek selalu hujan?

Apakah ini benar-benar pertanda berkah yang turun dari langit, atau ada penjelasan ilmiah di baliknya? Bagi anak muda, Gen Z, dan milenial, pertanyaan ini sering kali memicu perdebatan seru antara kepercayaan turun-temurun dan logika sains.

Daripada bingung, yuk kita bedah tuntas kedua sisinya. Siap-siap, karena jawabannya mungkin lebih menarik dari yang kamu kira!

Mitos dan Kepercayaan

Bagi masyarakat Tionghoa, hujan yang turun saat Imlek bukan sekadar air dari langit. Hujan ini dipandang sebagai simbol suci yang membawa makna mendalam.

1. Berkah dari Tian (Langit)

Dalam kepercayaan tradisional Tionghoa, hujan dianggap sebagai berkah yang diturunkan oleh Tian atau para dewa.

Turunnya hujan di awal tahun baru melambangkan harapan akan rezeki, kesuburan, dan kemakmuran yang akan melimpah sepanjang tahun.

2. Pembersihan Diri

baca juga

Air hujan dipercaya memiliki kekuatan untuk "mencuci" atau membersihkan segala nasib buruk dan kesialan dari tahun yang lalu.

Dengan begitu, semua orang bisa memulai tahun yang baru dengan keadaan yang bersih, suci, dan penuh harapan baik.

"Air itu kan rezeki," ungkapan ini sering kita dengar. Dalam filosofi Tionghoa, air (shui) adalah elemen penting yang identik dengan aliran kekayaan dan keberuntungan.

Jadi, hujan deras saat Imlek diartikan sebagai pertanda bahwa "keran rezeki" akan terbuka lebar di tahun yang baru.

Kepercayaan ini diwariskan dari generasi ke generasi. Ia memberikan makna spiritual pada fenomena alam, mengubah hujan yang mungkin dianggap mengganggu menjadi sebuah perayaan harapan.

Penjelasan Ilmiah Imlek Sering Hujan

Di sisi lain, sains memberikan penjelasan yang jauh lebih logis dan terukur. Jika kita melihat kalender, perayaan Imlek yang menggunakan sistem penanggalan lunisolar selalu jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari.

Kebetulan? Tentu tidak. Periode ini, khususnya di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, bertepatan dengan puncak musim hujan.

Ada beberapa faktor meteorologis utama yang menjadi penyebabnya:

1. Angin Monsun Barat (Monsun Asia)

Pada periode Desember hingga Maret, angin Monsun Asia yang membawa banyak uap air bertiup dari Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan menuju wilayah Indonesia. Angin ini adalah pemasok utama awan-awan hujan yang menyebabkan curah hujan tinggi.

2. Posisi Matahari

Di akhir tahun hingga awal tahun, matahari berada di Belahan Bumi Selatan (BBS). Posisi ini menyebabkan suhu di wilayah seperti Indonesia, Australia, dan sekitarnya menjadi lebih hangat.

Pemanasan ini memicu penguapan air laut (evaporasi) yang masif, membentuk awan-awan hujan yang tebal dan siap tumpah kapan saja.

3. Zona Konvergensi Antartropis (ITCZ)

Wilayah Indonesia adalah tempat pertemuan angin dari belahan bumi utara dan selatan. Pertemuan ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil dan ideal untuk pembentukan awan Cumulonimbus, yaitu awan badai penyebab hujan lebat.

Jadi, secara ilmiah, hujan saat Imlek adalah fenomena cuaca yang sangat bisa diprediksi karena jatuhnya perayaan ini tepat di tengah-tengah musim penghujan di sebagian besar wilayah Asia.

Kamu, Pilih Percaya Mitos atau Fakta Sains?

Lalu, mana yang benar? Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Sains memberikan kita penjelasan logis tentang bagaimana hujan itu bisa terjadi secara konsisten saat Imlek. Ia memberikan kita pemahaman tentang pola iklim dan cuaca yang terjadi di planet ini.

Di sisi lain, kepercayaan dan mitos memberikan makna di balik fenomena tersebut. Ia adalah cara manusia menghubungkan diri dengan alam dan harapan.

Kepercayaan akan hujan sebagai berkah adalah warisan budaya yang indah, penuh dengan optimisme dan doa untuk masa depan yang lebih baik.

Anda bisa menerima penjelasan ilmiah bahwa hujan terjadi karena angin monsun, sambil tetap tersenyum dan berpikir, "Wah, semesta sedang memberikan berkahnya untuk tahun yang baru." Keduanya bisa hidup berdampingan, memperkaya cara kita memandang dunia.

Jadi, saat Imlek nanti hujan kembali turun, kamu sudah tahu jawabannya. Bagaimana menurutmu? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar! Selamat menyambut Tahun Baru Imlek

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Waktunya Ganti Karet Wiper? Ini Pertanda Waktunya Cari Baru

Kapan Waktunya Ganti Karet Wiper? Ini Pertanda Waktunya Cari Baru

Otomotif | Jum'at, 30 Januari 2026 | 19:07 WIB

Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah

Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 19:05 WIB

Cuti Bersama Imlek 2026 Tanggal Berapa? Cek Peluang Long Weekend di Bulan Februari

Cuti Bersama Imlek 2026 Tanggal Berapa? Cek Peluang Long Weekend di Bulan Februari

Lifestyle | Jum'at, 30 Januari 2026 | 18:05 WIB

Imlek 2026 Shio Apa? Energi Membara Tahun Kuda Api Siap-siap Panen Cuan

Imlek 2026 Shio Apa? Energi Membara Tahun Kuda Api Siap-siap Panen Cuan

Lifestyle | Jum'at, 30 Januari 2026 | 11:29 WIB

5 Shio Berisiko Ciong di 2026, Mendekati Imlek: Waspada Energi Tahun Kuda Api!

5 Shio Berisiko Ciong di 2026, Mendekati Imlek: Waspada Energi Tahun Kuda Api!

Lifestyle | Jum'at, 30 Januari 2026 | 09:44 WIB

Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Intai Jakarta Hari Ini

Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Intai Jakarta Hari Ini

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 07:44 WIB

BMKG: Jabodetabek di Puncak Musim Hujan, Waspada Cuaca Ekstrem hingga Mei 2026

BMKG: Jabodetabek di Puncak Musim Hujan, Waspada Cuaca Ekstrem hingga Mei 2026

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 21:05 WIB

Terkini

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat

Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa

Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:42 WIB

Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP

Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:41 WIB

SIM Digital Berlaku Sah Pengganti Kartu Fisik, Begini Cara Aktivasinya di HP

SIM Digital Berlaku Sah Pengganti Kartu Fisik, Begini Cara Aktivasinya di HP

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat

Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:36 WIB

×