Mengenal Mental Miskin dari Sudut Pandang Psikologi, Pola Pikir yang Bisa Menghambat Kesuksesan

Yasinta Rahmawati

Senin, 02 Februari 2026 | 15:14 WIB
Mengenal Mental Miskin dari Sudut Pandang Psikologi, Pola Pikir yang Bisa Menghambat Kesuksesan
Ilustrasi memiliki mental miskin. [Pexels.com/Andrea Piacquadio]
baca 10 detik
  • Istilah mental  miskin sering dibahas dalam perbincangan soal pengembangan diri.
  • Pola pikir ini bisa menjangkiti siapa saja, terlepas dari berapa pun besar penghasilannya.
  • Kenali lewat artikel ini mengenai apa itu mental miskin.

Suara.com - Dalam diskusi mengenai pengembangan diri dan literasi keuangan, istilah "mental miskin" seringkali muncul bukan untuk mendeskripsikan kondisi saldo tabungan seseorang, melainkan cara seseorang memproses informasi dan mengambil keputusan.

Menariknya, pola pikir ini bisa menjangkiti siapa saja, terlepas dari berapa pun besar penghasilannya.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan mental miskin, dan bagaimana para ahli memandangnya? Artikel ini akan mengulas konsep tersebut dengan merujuk pada berbagai studi psikologi dan literatur manajemen terkemuka.

Apa Itu Mental Miskin?

Secara akademis, mental miskin sering dikaitkan dengan istilah Scarcity Mindset (pola pikir kelangkaan). Konsep ini dijelaskan secara mendalam oleh Sendhil Mullainathan, seorang Profesor Ekonomi dari Harvard, dan Eldar Shafir, Profesor Psikologi dari Princeton, dalam buku mereka yang fenomenal, Scarcity: Why Having Too Little Means So Much (2013).

Menurut Mullainathan dan Shafir, ketika seseorang merasa memiliki "terlalu sedikit" baik itu uang, waktu, atau sumber daya, maka otak akan masuk ke dalam mode bertahan hidup.

Kondisi ini menurunkan kapasitas kognitif atau "bandwidth" mental seseorang, sehingga mereka cenderung membuat keputusan jangka pendek yang impulsif dan mengabaikan perencanaan jangka panjang.

Jadi, mental miskin adalah kondisi psikologis di mana fokus seseorang terserap sepenuhnya oleh apa yang hilang atau tidak dimiliki.

Merujuk pada penelitian Mullainathan dan Shafir tadi, dampak paling nyata dari mental miskin adalah munculnya "tunneling" atau penglihatan terowongan.

Seseorang hanya fokus pada masalah yang ada di depan mata. Misalnya: membayar cicilan hari ini atau membeli barang tren saat ini sehingga kehilangan kemampuan untuk melihat peluang masa depan atau risiko jangka panjang. Inilah yang menyebabkan lingkaran setan kemiskinan atau stagnasi hidup terus berlanjut.

baca juga
Ilustrasi mental miskin (pexels/Alexander mils)
Ilustrasi mental miskin (pexels/Alexander mils)

Apakah Mental Miskin Bisa Diubah?

Kabar baiknya, ciri-ciri di atas bukanlah karakter permanen. Seseorang bisa mengubah pola pikir ini dengan mulai menyadari pola-pola tersebut saat muncul di kepala.

Tapi mengubah pola pikir memerlukan latihan yang konsisten. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan berdasarkan literatur pengembangan diri:

  • Mempraktikkan Gratitude (Rasa Syukur): Latih otak untuk melihat peluang daripada hambatan. Dengan bersyukur, kita memaksa otak keluar dari mode "kelangkaan" menuju mode "kelimpahan".
  • Investasi Leher ke Atas: Mulailah mengalokasikan sumber daya untuk pendidikan dan keterampilan. Menambah pengetahuan adalah cara terbaik untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan mengambil keputusan yang lebih bijak.
  • Mengadopsi Growth Mindset: Penting melihat kegagalan sebagai proses belajar, bukan sebagai akhir dari segalanya.
  • Literasi Keuangan yang Sehat: Pahami bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh barang konsumtif yang Anda miliki. Mulailah membangun aset yang memberikan nilai tambah jangka panjang.

Mental miskin bukanlah sebuah vonis, melainkan pola perilaku yang terbentuk dari kebiasaan dan cara pandang terhadap sumber daya.

Jika terus dibiarkan, mental miskin bisa jadi penjara pikiran yang menghalangi kita untuk melihat potensi sejati yang kita miliki. Ingatlah, kekayaan sejati tidak dimulai dari dompet, melainkan dari cara kita memandang dunia dan peluang di dalamnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Terjebak Ekspektasi, Ini Cara Sehat Mengelola Tekanan Sosial

Jangan Terjebak Ekspektasi, Ini Cara Sehat Mengelola Tekanan Sosial

Your Say | Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:40 WIB

Mengenal Neophobia: Ketika Rasa Takut pada Hal Baru Menjadi Hambatan

Mengenal Neophobia: Ketika Rasa Takut pada Hal Baru Menjadi Hambatan

Your Say | Jum'at, 12 Desember 2025 | 15:15 WIB

Karakter Ditentukan oleh Boxing?

Karakter Ditentukan oleh Boxing?

Lifestyle | Rabu, 03 Desember 2025 | 18:28 WIB

Terkini

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

×