Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:35 WIB
Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri
Program hilirisasi mineral dan batu bara (minerba) Indonesia dinilai mulai menunjukkan hasil di sisi hulu. Namun, industri tambang kini menghadapi persoalan baru. Foto Yaumal-Suara.com
baca 10 detik
  • Hilirisasi tambang RI mulai kuat di hulu, tapi serapan domestik masih rendah.
  • Serapan tembaga lokal baru 20-25%, sementara produk nikel banyak diekspor.
  • IMA mendorong penguatan industri hilir agar produk tambang terserap maksimal.

Suara.com - Program hilirisasi mineral dan batu bara (minerba) Indonesia dinilai mulai menunjukkan hasil di sisi hulu. Namun, industri tambang kini menghadapi persoalan baru yakni produk hilirisasi yang dihasilkan belum banyak terserap pasar dalam negeri.

Ketua Umum Indonesian Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau mengatakan kapasitas produksi dari sektor hulu terus meningkat seiring bertambahnya fasilitas pemurnian atau smelter. Kondisi ini membuat tantangan industri bergeser dari penyediaan bahan baku menuju pengembangan industri hilir.

"Serapan dalam negeri kita masih sangat rendah. Ini yang menjadi tantangan. Tantangan utama dalam, menurut saya bukan tantangan utama industri tambang lagi, tantangan utama dalam industrialisasi," ujar Rachmat dalam agenda Big Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, pembangunan smelter yang mulai dicanangkan sejak 2009 dan masif sejak 2017 telah membuat kapasitas pengolahan minerba meningkat. Produksi nikel berupa NPI dan MHP kini mencapai sekitar 3,5 juta ton.

Sementara itu, produksi katoda tembaga diproyeksikan mencapai 1-1,1 juta ton dan berpotensi naik menjadi 1,2-1,3 juta ton ketika smelter beroperasi optimal. Produksi emas juga berada di kisaran 130-140 ton per tahun.

Namun, kapasitas produksi tersebut belum diimbangi permintaan domestik. Rachmat menyebut serapan tembaga di dalam negeri baru sekitar 20-25%. Kondisi serupa terjadi pada nikel, sehingga sebagian besar produk turunannya masih diarahkan untuk pasar ekspor.

IMA pun mendorong pemerintah memperkuat industri hilir agar mampu menyerap lebih banyak produk hasil tambang di dalam negeri.

"Nah di sinilah menurut kami tantangan utama dalam komoditas atau supply chain dari hulu sampai pada downstream industry. Bagaimana kita bisa mendorong Indonesia, mendorong downstream industry bisa ditingkatkan lebih tinggi lagi. Sehingga bukan hanya menyerap 20 persen tadi, kalau bisa sebanyak mungkin," kata Rachmat.

Selain memperkuat industri hilir, sinkronisasi kapasitas smelter dengan ketersediaan izin tambang dan kebijakan pengendalian pasokan juga dinilai penting.

baca juga

Penataan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) harus berjalan seiring dengan kapasitas pengolahan dan kebutuhan pasar. Hal ini diperlukan agar rantai pasok minerba dari hulu hingga hilir tidak menimbulkan kelebihan pasokan di pasar global.

"Karena sebagian dari kontrol ini pemerintah memegang faktor juga dalam penentuan," pungkas Rachmat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenko Hilirisasi Dibentuk, Rosan di Bawah Komando Bahlil?

Kemenko Hilirisasi Dibentuk, Rosan di Bawah Komando Bahlil?

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Kemenko Hilirisasi Buka Jalan, Tapi Investor Jangan Dipersulit Lagi

Kemenko Hilirisasi Buka Jalan, Tapi Investor Jangan Dipersulit Lagi

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Usai Muncul Kemenko Hilirisasi Pimpinan Bahlil, Apakah BKPM Dibubarkan?

Usai Muncul Kemenko Hilirisasi Pimpinan Bahlil, Apakah BKPM Dibubarkan?

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri

Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:35 WIB

4 Brightening Serum Tanpa Pewangi Solusi Aman Mencerahkan Kulit Sensitif

4 Brightening Serum Tanpa Pewangi Solusi Aman Mencerahkan Kulit Sensitif

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:35 WIB

RUU Hak Cipta Ditargetkan Rampung 17 Desember 2026

RUU Hak Cipta Ditargetkan Rampung 17 Desember 2026

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:34 WIB

Satgas PKH Setor Rp 13,2 Triliun ke Negara, Total 6,2 Juta Hektare Hutan Dikuasai Kembali

Satgas PKH Setor Rp 13,2 Triliun ke Negara, Total 6,2 Juta Hektare Hutan Dikuasai Kembali

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Wamensos Agus Jabo Tekankan Pentingnya Legalitas Lahan Sekolah Rakyat di Boven Digoel

Wamensos Agus Jabo Tekankan Pentingnya Legalitas Lahan Sekolah Rakyat di Boven Digoel

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Koar-koar Timnas Indonesia Curang, Ini Statistik Suram Tetangga Berisik Malaysia

Koar-koar Timnas Indonesia Curang, Ini Statistik Suram Tetangga Berisik Malaysia

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Bikin Resah! Warga Minta Lokalisasi di Belakang Kantor Kejari Bangka Selatan Ditutup

Bikin Resah! Warga Minta Lokalisasi di Belakang Kantor Kejari Bangka Selatan Ditutup

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:21 WIB

7 Trik Hemat Listrik AC, Tagihan Bulanan Aman Meski Nyala Seharian

7 Trik Hemat Listrik AC, Tagihan Bulanan Aman Meski Nyala Seharian

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Fan Exhibition T.O.P Dibatalkan Usai Jumlah Reservasi Jauh di Bawah Target

Fan Exhibition T.O.P Dibatalkan Usai Jumlah Reservasi Jauh di Bawah Target

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Ribuan Pegawai Kemensos Terindikasi Judol, Sanksinya Beda-beda

Ribuan Pegawai Kemensos Terindikasi Judol, Sanksinya Beda-beda

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:17 WIB

×