- Jeffrey Epstein, seorang financier kontroversial yang meninggal tahun 2019.
- Ia eninggalkan kekayaan $560-600 juta, digunakan pendanaan jaringan kejahatan seksualnya.
- Kekayaan ini memicu rilis "Epstein Files," dokumen masif yang mengungkap jaringan elite dunia yang berhubungan dengan aktivitas kriminalnya.
Suara.com - Jeffrey Epstein, seorang financier Amerika yang kontroversial, meninggal pada 2019 di tengah tuduhan perdagangan manusia dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Kematiannya yang diduga bunuh diri di penjara Manhattan memicu spekulasi luas, tetapi yang lebih menarik adalah kekayaan Jeffrey Epstein yang mencapai ratusan juta dolar. Apalagi, ia juga menjadi pemicu skandal Epstein Files.
Kekayaan ini bukan hanya simbol kemewahan, tapi juga dianggap sebagai "biang kerok" di balik rilis Epstein Files — dokumen masif yang mengungkap jaringan kejahatannya.
Bagaimana kekayaan Epstein menjadi akar masalah ini?
Kekayaan Jeffrey Epstein

Menurut perkiraan, kekayaan bersih Epstein saat meninggal mencapai sekitar $560-600 juta, atau sekitar Rp9,4-10 triliun. Angka ini didasarkan pada asetnya yang mencakup properti mewah, investasi, dan dana tunai.
Epstein memiliki townhouse di Upper East Side Manhattan senilai lebih dari $50 juta, mansion di Palm Beach Florida sekitar $12 juta, ranch di New Mexico bernilai $17 juta, dan apartemen di Paris seharga $8,6 juta.
Selain itu, ia menguasai dua pulau pribadi di Karibia: Little St. James dan Great St. James, yang bersama-sama dinilai $86 juta.
Sosoknya juga memiliki jet pribadi dan helikopter, serta investasi di hedge fund, saham, dan instrumen keuangan lainnya mencapai ratusan juta dolar.
Sumber kekayaan Epstein tetap misterius, meski ada petunjuk jelas. Ia memulai karier sebagai guru sekolah menengah tanpa gelar sarjana, tapi naik pesat di dunia keuangan Wall Street.
Baca Juga: Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?
Pada 1999-2018, bisnisnya menghasilkan lebih dari $800 juta pendapatan, dengan $490 juta berasal dari biaya jasa keuangan.
Klien utamanya adalah miliarder seperti Les Wexner (pendiri Victoria's Secret) yang membayar $200 juta, dan Leon Black (pendiri Apollo Global Management) dengan $170 juta.
Epstein juga memanfaatkan insentif pajak di US Virgin Islands, di mana ia mendirikan perusahaan seperti Financial Trust Company dan Southern Trust Company.
Program pengembangan ekonomi di sana memberinya potongan pajak hingga 90 persen, menghemat ratusan juta dolar. Ada dugaan bahwa kekayaannya juga melibatkan transfer uang dari bank Rusia dan skema offshore, meski belum sepenuhnya terbukti.
Kekayaan yang Memunculkan Epstein Files
![Jeffrey Epstein [Suara.com/DOJ]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/03/63452-jeffrey-epstein.jpg)
Kekayaan ini menjadi "biang kerok" Epstein Files karena mendanai operasi kejahatannya. Pulau-pulau pribadinya, jet, dan rumah mewah digunakan sebagai tempat trafficking dan pesta dengan korban di bawah umur.
Epstein Files sendiri adalah lebih dari 6 juta halaman dokumen, termasuk email, video, dan gambar dari investigasi Departemen Kehakiman AS (DOJ).