Kekayaan Joko Widodo
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2024 yang disampaikan pada 13 Maret 2025, total kekayaan Jokowi tercatat sebesar Rp105.156.746.286. Rinciannya sebagai berikut:
- Tanah dan bangunan: Rp80.512.950.000 (Tersebar di Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyolali, hingga Jakarta Selatan)
- Alat transportasi dan mesin: Rp397.000.000
- Harta bergerak lainnya: Rp367.950.000
- Kas dan setara kas: Rp23.878.846.286
- Surat berharga dan harta lainnya: nihil
- Utang: nihil
Dengan tidak adanya kewajiban utang dalam laporan tersebut, total harta bersih Jokowi tetap berada di angka sekitar Rp105,15 miliar.
Kekayaan Sri Mulyani
Sri Mulyani melaporkan harta kekayaannya melalui LHKPN khusus akhir menjabat pada 29 Desember 2025. Total kekayaan bersihnya tercatat sebesar Rp101.436.829.165, setelah dikurangi utang. Berikut rinciannya:
- Tanah dan bangunan: Rp49.041.046.561 (Berlokasi di Tangerang Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Tangerang, serta satu properti di luar negeri)
- Alat transportasi dan mesin: Rp544.000.000
- Harta bergerak lainnya: Rp254.700.000
- Surat berharga: Rp48.100.494.463
- Kas dan setara kas: Rp12.808.108.317
- Utang: Rp9.311.520.176
Setelah dikurangi utang, total harta bersih Sri Mulyani berada di kisaran Rp101,43 miliar.
Demikianlah informasi lengkap terkait kekayaan Jokowi dan Sri Mulyani yang namanya muncul di Epstein Files. Meski nama Jokowi dan Sri Mulyani tercantum, konteksnya berkaitan dengan laporan investasi global dan arsip resmi lembaga internasional.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Baca Juga: Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani