Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:58 WIB
Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) dan pejabat lama Sri Mulyani Indrawati saat serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto Alfian Winanto/Suara.com
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya balas kritik kinerja dengan ingatkan momen krisis ekonomi Agustus 2025.
  • Ungkap rumah Sri Mulyani sempat dijarah massa saat gelombang demo besar melanda Indonesia.
  • Klaim keberhasilan pemerintah cegah ekonomi Indonesia jatuh ke krisis hebat ala tahun 1998.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendadak blak-blakan mengenai tekanan berat yang dihadapi kementeriannya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Di hadapan para legislator, Purbaya menepis tudingan miring yang menyebut kinerjanya sebagai Bendahara Negara tidak membuahkan hasil.

Purbaya mengenang kembali memori kelam pada periode Agustus hingga September 2025. Kala itu, gelombang demonstrasi besar-besaran melanda berbagai penjuru Indonesia, dipicu oleh kondisi ekonomi yang sempat merosot tajam.

"Di luar banyak yang bilang, 'itu Menteri Keuangan kerjanya apa, enggak ada apa-apa sampai sekarang'. Mereka lupa, kita waktu itu betul-betul jatuh, demo di mana-mana di seluruh Indonesia kan," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Situasi saat itu, menurut Purbaya, jauh dari kata normal. Ia bahkan mengungkap fakta mengejutkan mengenai tekanan fisik yang dialami oleh pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati. Kemarahan publik saat itu mencapai puncaknya hingga menyasar ranah pribadi sang mantan menteri.

"Bahkan Menteri Keuangan kami yang sebelumnya diserbu, sampai rumahnya diserbu (dijarah). Jadi keadaan amat genting. Nah, ketika sudah balik ke arah sana (normal), mereka bilang ini keadaan normal," cetusnya.

Purbaya menegaskan bahwa jika pemerintah dan Komisi XI DPR RI tidak bergerak cepat mengambil langkah taktis, Indonesia nyaris terperosok ke dalam lubang hitam ekonomi yang sama dengan krisis moneter 1998.

"Kalau kita enggak cegah, kita bisa kembali tuh ke 1998 dan itu riil karena kebijakannya salah semua pada waktu itu atau ada salah komunikasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa stabilitas yang dinikmati masyarakat saat ini adalah hasil dari kebijakan "darurat" yang berhasil meredam tensi krisis. Ia tak ingin publik lupa bahwa tanpa perbaikan kebijakan, suasana di ruang rapat DPR hari ini mungkin akan jauh lebih mencekam.

Baca Juga: Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik

"Kalau enggak kita perbaiki, maka kita bisa mengalami tekanan ekonomi yang lebih parah dan mungkin sekarang kita duduknya di sini sudah kondisi-kondisi krisis. Kondisi yang krisis kan beda cara berpikirnya, semuanya sudah tegang," tutup Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI