- Foto lama Epstein dan Bill Clinton diduga di Bali viral di media sosial.
- Pakaian Epstein memicu perdebatan, batik atau silk shirt Versace?
- Momen ini menambah kontroversi seputar miliarder kontroversial tersebut.
Masa kecilnya diwarnai pendidikan di dekat sinagoga Keneses Israel, dan sejak muda Epstein dikenal berbakat dalam matematika dan piano.
Ia lulus dari Lafayette High School pada 1969 setelah melewati dua kelas lebih cepat.
Setelah sempat belajar di Cooper Union dan Courant Institute of Mathematical Sciences NYU, Epstein keluar tanpa menyelesaikan gelarnya.
Kariernya dimulai secara tidak biasa. Pada 1974, ia menjadi guru fisika dan matematika di Dalton School, sebuah sekolah elit di Manhattan.
Di sana, ia bertemu Alan Greenberg, CEO Bear Stearns, yang kemudian merekrutnya sebagai pedagang opsi pada 1976.
Epstein naik jabatan dengan cepat, menjadi mitra terbatas pada 1980, lalu mendirikan perusahaan manajemen keuangannya sendiri, J. Epstein & Co.
Ia mengelola aset miliarder seperti Leslie Wexner, pendiri Victoria’s Secret, dan menjadi multimiliarder dengan properti mewah di New York, Palm Beach, Paris, dan pulau pribadi di Kepulauan Virgin AS, yang dijuluki “Little St. James” atau Pulau Pedofil.
Selain itu, Epstein diketahui memiliki paspor Austria palsu dan tempat tinggal di Arab Saudi, yang menurut pengacaranya bertujuan sebagai perlindungan saat bepergian sebagai anggota kaya Yahudi.

Tuduhan Kriminal dan Penahanan
Baca Juga: Kekayaan Jokowi dan Sri Mulyani yang Namanya Muncul di Epstein Files
Epstein ditangkap pada 6 Juli 2019 setelah tiba dari Prancis. Ia didakwa atas tuduhan federal terkait dugaan perdagangan seks anak antara tahun 2002–2005.
Epstein disebut membayar gadis-gadis di bawah umur untuk berhubungan seks di rumahnya di Manhattan dan Palm Beach.
Pada 8 Juli 2019, Epstein mengaku tidak bersalah atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur dan konspirasi.
Ia ditempatkan di Unit Perumahan Khusus (SHU) di Pusat Pemasyarakatan Metropolitan Manhattan karena dianggap berisiko bunuh diri.
Meskipun berada di bawah pengawasan 24 jam dan ditempatkan di sel dengan teman sekamar dekat meja petugas, pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan meninggal di selnya akibat bunuh diri, menurut laporan resmi Biro Penjara AS.