Suara.com - SMA Labschool Cibubur kembali mempersiapkan perhelatan seni tahunan Cravier yang akan digelar pada 18 Juli 2026 di Plaza Parkir Timur Senayan. Pada penyelenggaraan kali ini, Cravier mengusung tema budaya Nusantara sebagai benang merah seluruh rangkaian acara.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014, Cravier menjadi ruang ekspresi kreativitas siswa-siswi SMA Labschool Cibubur melalui berbagai pertunjukan seni. Setiap tahun, acara ini menampilkan beragam karya, mulai dari seni tari tradisional, band, hingga fashion show. Seluruh penampilan dipersiapkan secara terencana dan matang agar dapat disajikan secara optimal kepada penonton.
Memasuki tahun ke-12, Cravier mengangkat tema ARUNIKA (Apresiasi Ragam Budaya untuk Nusantara Indah Kaya akan Warisan). ARUNIKA dimaknai sebagai cahaya fajar yang melambangkan semangat baru sekaligus pengingat akan pentingnya menghargai dan melestarikan akar budaya bangsa. Melalui tema ini, Cravier menegaskan posisi kebudayaan sebagai identitas nasional serta warisan berharga yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Tema ARUNIKA juga terinspirasi dari karakter Nusantara sebagai wilayah kepulauan yang kaya akan bentang alam, seperti pantai dan hutan. Gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam konsep tropical island yang menjadi landasan visual dan naratif Cravier 2026. Konsep ini dihadirkan melalui tiga maskot hewan endemik Nusantara yang tergabung dalam Prabha Sena (Pasukan Cahaya). Ketiganya adalah Tejas si Komodo sebagai simbol kekuatan daratan dan warisan budaya, Meera si Hiu Berjalan yang merepresentasikan laut sebagai ruang sejarah bangsa, serta Jyoti si Jalak Bali yang melambangkan langit sebagai penunjuk arah menuju asal-usul.
Selain menampilkan kolaborasi antarunit Labschool Cibubur dalam berbagai pertunjukan seni, Cravier 2026 juga akan diramaikan dengan bazar serta food festival. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Cravier tahun ini turut menghadirkan band indie ternama The Adams yang telah mengonfirmasi kehadirannya. Panitia berharap partisipasi musisi lainnya dapat melengkapi daftar penampil Cravier 2026.
Cravier tidak hanya berfokus pada pertunjukan seni, tetapi juga membawa pesan kepedulian sosial dan lingkungan. Angkatan Bramantya Madyasta (BM) selaku penyelenggara Cravier 2026 mengusung misi yang menitikberatkan pada isu ekologi laut. Melalui kerja sama dengan Ocean Young Guards Foundation, Cravier akan menggelar kegiatan pembersihan pantai dan penanaman mangrove. Sampah anorganik yang terkumpul dari kegiatan tersebut selanjutnya akan diolah menjadi instalasi seni untuk maskot Cravier 2026 sebagai simbol kepedulian sekaligus awal perubahan.
Bagi SMA Labschool Cibubur, Cravier bukan sekadar pentas seni tahunan, melainkan ruang tumbuh bagi kreativitas dan potensi siswa. Tradisi ini kembali berlanjut pada 2026, membawa semangat baru dari angkatan Bramantya Madyasta yang mempersembahkan Cravier sebagai karya terbaik mereka. Ketua Pelaksana Cravier 2026, Raditya Akbar Wicaksana, menegaskan bahwa melalui Cravier, siswa tidak hanya menampilkan bakat, tetapi juga belajar mengelola proses, tanggung jawab, dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam setiap rangkaian persiapan yang dijalani panitia.
Semangat yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua Pelaksana Cravier 2026, Vicco Hadhi Prasetyo. Ia menilai bahwa keberlangsungan CRAVIER hingga hari ini tidak terlepas dari konsistensi dan komitmen kolektif seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi antara siswa, guru, orang tua murid, serta mitra pendukung terus dijaga agar Cravier 2026 tidak hanya berjalan sebagai sebuah acara, tetapi juga tumbuh menjadi kebanggaan bersama bagi keluarga besar SMA Labschool Cibubur.
Rangkaian menuju Cravier 2026 resmi dimulai melalui prosesi kick off yang ditandai dengan pemukulan gong. Momen tersebut menjadi simbol awal perjalanan panjang panitia dalam menyiapkan puncak perayaan seni ini. Suasana khidmat berpadu dengan antusiasme panitia yang memenuhi lokasi acara, menandai dimulainya berbagai persiapan yang akan mengantarkan Cravier 2026 ke panggung utama.
Baca Juga: 7 Potret Liburan Keluarga Jessica Mila di Niseko, Kyara Asyik Main Salju
Respons positif masyarakat terhadap Cravier 2026 tampak jelas sejak tahap awal penjualan tiket. Sebanyak 400 tiket kategori Early Bird yang tersedia melalui platform Ibu Dibjo habis terjual hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Tingginya minat tersebut menjadi indikator kuat bagi panitia untuk menyongsong penyelenggaraan Cravier 2026 dengan penuh optimisme, termasuk dalam upaya merealisasikan target kehadiran sekitar 8.000 penonton.
Lebih dari sekadar capaian kuantitatif, panitia berharap Cravier 2026 mampu menghadirkan pengalaman artistik yang bermakna dan meninggalkan kesan emosional bagi setiap pengunjung yang hadir. Seiring dengan meningkatnya minat publik, masyarakat diimbau untuk tidak melewatkan kesempatan menyaksikan Cravier 2026. Penjualan tiket Presale 1 dijadwalkan akan mulai dibuka pada 7 Februari 2026 dan akan diumumkan melalui kanal resmi Cravier. Informasi terkini mengenai rangkaian acara serta tata cara pembelian tiket dapat dipantau melalui akun Instagram @cravier. Mengingat penjualan tiket dilakukan secara bertahap dengan jumlah yang terbatas, diharapkan calon penonton mampu mengecek informasi secara berkala di akun media sosial Cravier agar nantinya tidak kehabisan tiket.***