- Pemilik kulit berjerawat sering bingung memilih sunscreen yang tepat.
- Physical dan chemical sunscreen punya karakteristik berbeda yang perlu dipahami.
- Artikel ini membahas perbedaannya sekaligus menghadirkan 3 rekomendasi sunscreen andalan.
Suara.com - Memakai sunscreen atau tabir surya adalah langkah penting dalam perawatan kulit, termasuk bagi pemilik kulit berjerawat.
Namun, masih banyak yang bingung memilih antara physical sunscreen atau chemical sunscreen, terutama karena kekhawatiran akan memicu jerawat.
Lalu, mana yang sebenarnya lebih cocok untuk kulit acne-prone?
Mengenal Physical Sunscreen
Physical sunscreen, yang juga dikenal sebagai mineral sunscreen, bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit untuk memantulkan sinar UV.
Bahan aktif yang paling umum digunakan adalah zinc oxide dan titanium dioxide, yaitu mineral alami yang relatif aman untuk kulit sensitif.
Dari segi tekstur, physical sunscreen cenderung lebih kental dan pada beberapa produk bisa meninggalkan white cast.
Meski begitu, kini sudah banyak formula baru, termasuk versi tinted—yang terasa lebih ringan dan tampak natural di kulit.
Kelebihan physical sunscreen adalah langsung bekerja setelah diaplikasikan, lebih kecil risiko iritasi pada kulit dan mata, serta cocok untuk kulit sensitif atau kondisi tertentu seperti rosacea.
Baca Juga: Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? 4 Rekomendasi Tabir Surya Mengandung Niacinamide
Kekurangannya, sebagian orang merasa teksturnya lebih berat dibanding chemical sunscreen, tergantung formulasi produknya.
Mengenal Chemical Sunscreen
Chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar UV, lalu mengubahnya menjadi panas sebelum dilepaskan dari kulit.
Kandungan aktifnya antara lain avobenzone, octinoxate, oxybenzone, octocrylene, dan homosalate.
Tekstur chemical sunscreen umumnya lebih ringan, mudah diratakan, dan hampir tidak meninggalkan white cast. Oleh karena itu, jenis ini sering menjadi pilihan untuk penggunaan sehari-hari atau di bawah makeup.
Namun, chemical sunscreen membutuhkan waktu sekitar 20 menit sebelum efektif bekerja. Selain itu, beberapa kandungannya berpotensi menyebabkan iritasi, kemerahan, atau perih di mata, terutama pada kulit sensitif.