Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah

Vania Rossa

Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:59 WIB
Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah
Siti Hariati (36) mendampingi putranya menjalani cuci darah menggunakan BPJS PBI. (ANTARA)
baca 10 detik
  • Seorang ibu dari Bogor setia mendampingi putranya (15 tahun) menjalani hemodialisis rutin dua kali seminggu di RSCM Jakarta.
  • Penyakit ginjal anak terdeteksi pada usia 11 tahun akibat sindrom nefrotik yang berkembang menjadi gagal ginjal.
  • BPJS Kesehatan melalui skema PBI sangat membantu meringankan biaya pengobatan intensif anak tersebut selama dua tahun.

Suara.com - Di ruang hemodialisis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, perjuangan seorang ibu asal Bogor, Jawa Barat, terus berlangsung. Siti Hariati (36) setia mendampingi putra semata wayangnya yang kini berusia 15 tahun menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan.

Sang anak telah berjuang melawan penyakit ginjal sejak usia 11 tahun, saat masih duduk di kelas 6 sekolah dasar. Awalnya, kondisi kesehatannya tak menimbulkan kecurigaan serius karena sejak kecil ia memang kerap mengalami batuk, pilek, dan demam.

“Dari umur 11 tahun, memang dari kecil dia sudah sakit-sakitan. Kayak batuk, pilek, sama demam. Cuma mungkin enggak terdeteksi dari kecil, jadi berobat-berobat biasa saja,” ujar Siti, dikutip dari ANTARA, Jumat (13/2).

Kondisi berubah ketika anaknya berusia 11 tahun. Wajah dan mata sang anak tampak membengkak dan tubuhnya terlihat pucat. Gejala tersebut menjadi awal terungkapnya gangguan serius pada ginjalnya.

“Ketahuannya pas sudah 11 tahun itu bengkak-bengkak. Matanya bengkak, mukanya beda, kayak pucat,” katanya.

Siti segera membawa putranya ke rumah sakit untuk menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes urine hingga tes darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar albumin dalam tubuh sang anak kerap menurun sehingga harus menjalani transfusi albumin.

“Diambil urine, terus darahnya juga. Albuminnya sering turun, jadi ditransfusi albumin,” jelasnya.

Dokter kemudian mendiagnosis anaknya mengalami nefrotik sindrom atau kebocoran ginjal. Seiring waktu, kondisi tersebut berkembang menjadi gagal ginjal yang mengharuskannya menjalani hemodialisis rutin dua kali setiap pekan.

Sudah dua tahun terakhir, Siti bolak-balik Bogor–Jakarta demi memastikan anaknya mendapatkan terapi di RSCM. Dalam sebulan, setidaknya delapan kali prosedur cuci darah dijalani. Jika dihitung selama dua tahun, jumlahnya telah mencapai ratusan kali.

baca juga

“Di RSCM sudah dua tahun, enggak tahu sudah berapa kali karena memang banyak,” ujarnya.

Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas—suaminya bekerja sebagai tukang bangunan sementara Siti ibu rumah tangga—ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.

Siti sempat mendengar kabar mengenai penonaktifan sejumlah peserta BPJS PBI, termasuk anaknya. Namun saat kartu BPJS digunakan kembali untuk pengobatan, statusnya tetap aktif sehingga layanan tidak terhambat.

“Iya, sempat tahu kabarnya. Cuma pas saya menggunakan lagi, sudah aktif. Saya juga enggak cek karena kurang mengerti. Tapi waktu dipakai lagi sudah aktif,” tuturnya.

Dalam proses administrasi, ia mengakui pendaftaran secara daring terkadang menjadi kendala tersendiri.

“Kadang-kadang ada kendala, terutama buat pendaftaran online,” katanya.

Meski begitu, secara umum ia menilai prosedur rujukan dan pelayanan medis berjalan baik. Selama dua tahun mendampingi anaknya menjalani pengobatan di RSCM, Siti merasa sistem pelayanan dan tenaga kesehatan sangat membantu.

Baginya, BPJS PBI bukan sekadar kartu jaminan kesehatan, melainkan harapan bagi keluarganya untuk terus berjuang. Tanpa jaminan tersebut, biaya rutin cuci darah tentu menjadi beban berat yang sulit ditanggung.

Siti pun berharap program jaminan kesehatan dari pemerintah dapat terus diperkuat dan dipermudah aksesnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Tidak Aktif? Segera Cek Status Kepesertaan Secara Online

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Tidak Aktif? Segera Cek Status Kepesertaan Secara Online

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:24 WIB

3 Cara Mudah Cek Status dan Reaktivasi BPJS PBI yang Tidak Aktif

3 Cara Mudah Cek Status dan Reaktivasi BPJS PBI yang Tidak Aktif

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 14:15 WIB

Sindir Orang Kaya Masuk PBI, Menkes: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp42.000?

Sindir Orang Kaya Masuk PBI, Menkes: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp42.000?

Video | Kamis, 12 Februari 2026 | 10:51 WIB

Terkini

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:23 WIB

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:22 WIB

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:21 WIB

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:20 WIB

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

News | Senin, 28 September 2026 | 13:16 WIB

4 Tips Memilih Warna Cat Rambut yang Cocok agar Terlihat Lebih Fresh dan Elegan

4 Tips Memilih Warna Cat Rambut yang Cocok agar Terlihat Lebih Fresh dan Elegan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:15 WIB

Kenapa HP Panas saat Dicas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa HP Panas saat Dicas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 13:10 WIB

Essence Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat agar Produk Tak Sia-sia

Essence Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat agar Produk Tak Sia-sia

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:03 WIB

33 Napi Korupsi Diperiksa Kasus Lapas Cibinong, DPR Cecar Ditjenpas: Kok Cuma Ferdy Sambo Disebut?

33 Napi Korupsi Diperiksa Kasus Lapas Cibinong, DPR Cecar Ditjenpas: Kok Cuma Ferdy Sambo Disebut?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:01 WIB

Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!

Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:01 WIB

×