suara mereka

Asal-usul Istilah Mudik, Ternyata Singkatan dari Frasa Ini

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Rabu, 18 Februari 2026 | 15:00 WIB
Asal-usul Istilah Mudik, Ternyata Singkatan dari Frasa Ini
Ilustrasi - Mudik gratis Pemprov Jateng 2026 segera dibuka. (Demakkab.go.id)
Baca 10 detik
  • Mudik adalah fenomena yang umum terjadi menjelang Idulfitri.
  • Fenomena mudik massal mulai meledak sebagai tradisi nasional sejak tahun 1970-an.
  • Istilah mudik ternyata merupakan akronim dari frasa Jawa.

Suara.com - Bagi masyarakat Indonesia, momen menjelang Lebaran selalu identik dengan satu fenomena besar, yakni mudik.

Jalanan yang macet, terminal yang penuh sesak, hingga pelabuhan yang dipadati kendaraan menjadi pemandangan tahunan yang menggambarkan kerinduan akan kampung halaman.

Namun, di balik keriuhan tersebut, pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana sebenarnya istilah "mudik" berasal?

Ternyata, istilah yang sudah mendarah daging ini bukan sekadar kata tanpa makna.

Ada sejarah panjang dan singkatan unik di baliknya yang jarang diketahui oleh generasi muda saat ini.

Singkatan dari Bahasa Jawa

Banyak yang mengira bahwa mudik adalah kata dasar yang berdiri sendiri.

Namun, melansir dari laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), istilah mudik sebenarnya merupakan sebuah akronim atau singkatan dalam bahasa Jawa.

Mudik berasal dari frasa "Mulih Dilik". Dalam bahasa Jawa, Mulih memiliki arti pulang, sedangkan Dilik (dari kata sediluk) berarti sebentar.

Ilustrasi mudik ketika kendaraan mobil mengantre di beberapa ruas jalan. (Twitter)
Ilustrasi mudik ketika kendaraan mobil mengantre di beberapa ruas jalan. (Twitter)

Jika digabungkan, "Mulih Dilik" secara harfiah berarti pulang ke kampung halaman hanya untuk waktu yang sebentar saja.

Baca Juga: Merak-Bakauheni Diprediksi Diserbu 6 Juta Pemudik, Ini Strategi Kemenhub

Hal ini sangat relevan dengan realita para perantau. Mereka meninggalkan kota tempat mencari nafkah hanya untuk merayakan hari raya bersama keluarga besar di desa untuk beberapa hari.

Setelahnya harus kembali lagi ke kota untuk melanjutkan aktivitas pekerjaan.

Etimologi Lain: Menuju "Udik"

Selain versi singkatan bahasa Jawa, ada pula penjelasan secara etimologi yang berkaitan dengan arah geografis.

Istilah mudik juga sering dikaitkan dengan kata "Udik" yang dalam bahasa Melayu berarti hulu atau arah selatan (pedalaman).

Pada masa lalu, wilayah Jakarta yang saat itu masih bernama Batavia terbagi dalam beberapa area.

Penduduk yang tinggal di wilayah kota atau pesisir utara menyebut daerah pedalaman sebagai "udik".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI