Suara.com - Naik transportasi umum sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak perempuan urban—mulai dari KRL yang padat di jam sibuk, MRT yang serba cepat, hingga bus yang penuh di waktu pulang kerja. Dalam kondisi seperti ini, menjaga penampilan bukan hanya soal outfit, tetapi juga aroma tubuh dengan memakai parfum.
Parfum yang tepat bisa meningkatkan rasa percaya diri, memberi kesan segar, sekaligus menciptakan personal space kecil di tengah keramaian. Namun, pemilihan parfum untuk situasi ini tidak bisa sembarangan. Aroma yang terlalu kuat, manis berlebihan, atau terlalu menyengat justru bisa membuat orang di sekitar merasa tidak nyaman.
Tren parfum saat ini menunjukkan bahwa banyak perempuan mulai beralih ke aroma yang lebih ringan, bersih, dan natural. Karakter seperti floral lembut, citrus segar, hingga aquatic yang menenangkan menjadi pilihan utama karena mampu memberikan kesan wangi yang elegan tanpa terasa berlebihan. Selain itu, faktor harga dan kepraktisan juga menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mereka yang aktif berpindah tempat sepanjang hari.
Berikut lima rekomendasi parfum wanita yang cocok digunakan saat sering naik transportasi umum, wanginya tetap semerbak, tapi tidak bikin eneg untuk mengusir bau badan.
1. Evangeline Sakura Series EDP

Evangeline Sakura Series EDP menjadi salah satu parfum lokal yang populer berkat aromanya yang ringan dan feminin. Wangi sakura yang dihadirkan terasa lembut, clean, dan sedikit manis, tetapi tidak sampai mengganggu penciuman orang lain di ruang sempit seperti kereta atau bus.
Karakter aromanya memberikan kesan seperti habis mandi sehingga cocok digunakan sejak pagi hari hingga aktivitas siang. Dengan harga sekitar Rp38.000, parfum ini menawarkan value yang sangat baik untuk penggunaan harian, terutama bagi kamu yang ingin tetap wangi tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
2. Miniso Eau de Parfum Tea Series

Miniso Tea Series menghadirkan aroma yang terinspirasi dari teh, seperti green tea atau white tea, yang identik dengan kesan bersih dan menenangkan. Parfum ini sangat cocok untuk kamu yang tidak suka wangi terlalu mencolok, karena aromanya cenderung soft, airy, dan tidak menusuk.
Saat digunakan di transportasi umum, wanginya terasa menyatu dengan tubuh dan tidak “menyerang” orang di sekitar. Dengan kisaran harga Rp96.000, parfum ini menjadi pilihan menarik bagi pencinta aroma minimalis yang tetap ingin tampil rapi dan segar sepanjang perjalanan.
3. Pucelle Eau de Luxe Cologne

Pucelle Eau de Luxe Cologne merupakan salah satu parfum yang mudah ditemukan di minimarket dan sudah lama dikenal sebagai pilihan ekonomis. Wanginya menggabungkan fruity, floral, dan sedikit musk, menghasilkan aroma segar yang tetap terasa ringan di hidung.
Cocok untuk kamu yang ingin tampil wangi tanpa khawatir terlalu menyengat di transportasi umum. Dengan harga berkisar Rp25.000–Rp40.000, parfum ini jadi opsi praktis untuk penggunaan sehari-hari dengan ketahanan sekitar 4–6 jam.
4. Marc Jacobs Daisy Ever So Fresh (Travel Size)

Bagi yang ingin sedikit upgrade ke parfum premium, Marc Jacobs Daisy Ever So Fresh bisa jadi pilihan. Parfum ini menawarkan kombinasi fruity dan floral yang ceria, memberikan nuansa segar sekaligus playful.
Meski termasuk parfum high-end, aromanya tidak terasa berat, justru ringan dan mudah disukai banyak orang. Ini membuatnya aman digunakan di ruang publik tanpa risiko membuat orang lain merasa tidak nyaman. Dalam ukuran travel size, harganya sekitar Rp225.000, cukup praktis dibawa untuk touch-up di tengah hari.
5. Implora Eau de Parfum Series

Implora Eau de Parfum Series menjadi pilihan ekonomis yang tidak bisa diremehkan. Meskipun harganya terjangkau, sekitar Rp25.000–Rp30.000, varian aromanya cukup beragam dan cenderung ringan. Banyak pilihan floral segar yang cocok untuk aktivitas sehari-hari, termasuk saat naik transportasi umum.
Aromanya tidak terlalu tajam, sehingga tetap nyaman digunakan di ruang sempit. Parfum ini sangat cocok untuk pelajar atau pekerja yang membutuhkan opsi wangi harian tanpa harus sering mengeluarkan biaya besar.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni