- Penggunaan mobil listrik di Indonesia melonjak sebesar 141 persen selama tahun 2025 sebagai gaya hidup ramah lingkungan.
- Kendaraan listrik membutuhkan ban khusus karena memiliki bobot berat serta torsi tinggi yang berbeda dari mobil konvensional.
- Ban khusus mobil listrik seperti Hankook iON meningkatkan efisiensi energi, memperpanjang jarak tempuh, dan menjaga kenyamanan kabin.
Suara.com - Gaya hidup modern kini tak bisa dilepaskan dari kesadaran akan lingkungan dan efisiensi. Di tengah kesibukan urban, semakin banyak orang mulai beralih ke kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sebagai bagian dari pilihan hidup yang lebih praktis, hemat, dan ramah lingkungan.
Lonjakan penggunaan mobil listrik di Indonesia yang meningkat hingga 141% sepanjang 2025 menjadi sinyal kuat bahwa EV bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan sudah menjadi bagian dari lifestyle.
Bagi sebagian orang, menggunakan mobil listrik kini mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus adaptasi terhadap inovasi masa depan.
Namun, seperti halnya memilih pola makan sehat atau rutinitas olahraga yang tepat, menjalani gaya hidup berbasis EV juga membutuhkan pemahaman baru—termasuk dalam hal perawatan kendaraan.
Salah satu hal yang sering terlewat adalah pemilihan ban. Banyak pengguna masih menganggap semua ban sama, padahal kendaraan listrik memiliki karakter yang berbeda dari mobil konvensional. Bobot yang lebih berat serta torsi instan yang tinggi membuat kebutuhan ban menjadi lebih spesifik.
Penggunaan ban biasa (ICE) pada mobil listrik memang terlihat lebih hemat di awal, tetapi dalam jangka panjang justru bisa mengurangi kenyamanan dan efisiensi.
Rolling resistance yang lebih tinggi dapat membuat baterai lebih cepat habis, sehingga jarak tempuh tidak maksimal. Selain itu, ban juga lebih cepat aus karena tidak dirancang untuk menahan karakteristik EV.
Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), menjelaskan jika konsumen tentu ingin ban yang awet untuk jangka panjang.
"Ban yang dirancang khusus untuk mobil listrik telah dikembangkan sesuai dengan karakteristik kendaraannya. Struktur ban ini umumnya lebih kuat dan mampu menahan torsi instan dari akselerasi kendaraan listrik sehingga umur pakainya lebih panjang sesuai standar yang ditetapkan,” kata dia.
Lebih dari sekadar ketahanan, kenyamanan juga menjadi bagian penting dari pengalaman berkendara, terutama bagi pengguna EV yang terbiasa dengan kabin senyap. Tanpa ban yang tepat, suara gesekan dengan jalan justru bisa menjadi lebih terasa.
Untuk menjawab kebutuhan ini, hadir inovasi seperti Hankook iON evo AS, ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Teknologi yang diusung tidak hanya fokus pada daya tahan, tetapi juga pengalaman berkendara.
Mulai dari kemampuan meredam suara agar kabin tetap hening, hingga efisiensi energi yang membantu memaksimalkan jarak tempuh, semuanya dirancang untuk mendukung gaya hidup yang serba praktis dan nyaman.
Tak hanya itu, cengkeraman yang optimal juga memberikan rasa aman saat berkendara di berbagai kondisi jalan.
“Penggunaan ban khusus mobil listrik dapat memberikan jarak tempuh yang lebih maksimal dan meminimalisir frekuensi penggantian ban,” tambah Apriyanto.
Meski teknologi semakin canggih, gaya hidup modern tetap menuntut kebiasaan sederhana yang konsisten. Merawat kendaraan listrik tidak harus rumit, cukup dengan rutin memeriksa tekanan angin, melakukan rotasi ban, dan menghindari akselerasi berlebihan.