Lifestyle Hub Baru di Gading Serpong, Hunian dan Kawasan Komersial yang Terintegrasi

Vania Rossa

Minggu, 03 Mei 2026 | 22:18 WIB
Lifestyle Hub Baru di Gading Serpong, Hunian dan Kawasan Komersial yang Terintegrasi
Lifestyle hub Gading Serpong. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Paramount Land mengembangkan Gading Serpong menjadi kota mandiri sejak 2006 dengan mengintegrasikan hunian dan area komersial secara berkelanjutan.
  • Tingkat okupansi ruang usaha di Tangerang mencapai 93 persen karena tingginya kebutuhan gaya hidup masyarakat di kawasan tersebut.
  • Konsep kota mandiri yang menyediakan fasilitas lengkap berhasil menciptakan ekosistem bisnis dinamis bagi 120.000 penghuni di Gading Serpong.

Suara.com - Kawasan lifestyle hub semakin bermunculan di sekitar kota besar, yang bukan cuma sebagai kawasan hunian, tapi juga jadi magnet baru buat gaya hidup dan bisnis. Di balik deretan ruko dan kafe yang terus bermunculan, ada satu pola yang kelihatan jelas: kawasan komersial yang terintegrasi dengan hunian jadi kunci utama pertumbuhan.

Di Paramount Gading Serpong, geliat ini terasa nyata. Aktivitas usaha tumbuh seiring meningkatnya jumlah penghuni dan mobilitas harian. Orang nggak lagi cari tempat usaha yang sekadar strategis di peta, tapi yang benar-benar dekat dengan kehidupan sehari-hari—tempat orang tinggal, nongkrong, dan beraktivitas.

Menurut Colliers Indonesia, tren ini memang lagi menguat. Sektor F&B dan lifestyle jadi primadona, terutama di kawasan yang sudah punya traffic tinggi dan komunitas yang terbentuk. Tangerang, termasuk Gading Serpong, jadi salah satu contoh paling relevan.

Hal serupa juga disorot Martin Samuel Hutapea dari LEADS Property. Ia melihat bahwa pertumbuhan hunian otomatis mendorong kebutuhan ruang usaha di sekitarnya. Nggak heran kalau area komersial masih jadi salah satu produk properti yang paling cepat terserap pasar.

Angkanya juga nggak main-main. Tingkat okupansi ruang usaha di Tangerang mencapai sekitar 93% dalam setahun terakhir, dengan harga favorit di kisaran Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. Artinya, demand-nya memang kuat—dan terus tumbuh.

Di lapangan, suasananya terasa dinamis. Kawasan seperti Maggiore, Pisa Grande, sampai Manhattan District perlahan berubah jadi pusat aktivitas baru. Tenant kuliner, coffee shop, hingga bisnis lifestyle bukan cuma “ikut tren”, tapi ikut membentuk ritme kawasan—ramai dari pagi sampai malam.

Willy, pemilik Kopi Es Tak Kie di Maggiore, merasakan langsung dampaknya. Menurutnya, Gading Serpong sudah jadi kawasan yang “hidup”, dengan jangkauan konsumen yang luas—mulai dari BSD, Alam Sutera, hingga pengunjung dari berbagai area Jabodetabek.

Menariknya, perkembangan ini bukan sesuatu yang instan. Paramount Gading Serpong sendiri sudah dikembangkan sejak 2006, melalui proses panjang dan bertahap. Mulai dari penataan lahan, legalitas, sampai pembentukan ekosistem kawasan.

“Setiap tahap pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang matang agar kawasan bisa tumbuh berkelanjutan,” jelas Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land.

baca juga

Pendekatannya juga nggak cuma fokus pada bangunan, tapi juga lingkungan. Penataan ruang terbuka, kualitas kawasan, hingga kenyamanan penghuni jadi bagian dari proses yang terus disempurnakan.

Hasilnya sekarang mulai terasa. Gading Serpong berkembang jadi kota mandiri dengan lebih dari 120.000 penghuni non-komuter yang tinggal di puluhan klaster aktif. Sebut saja Pasadena Grand Residences, Matera Residences, hingga Alicante Village.

Semua kebutuhan ada di satu area—mulai dari sekolah, rumah sakit, sampai pusat lifestyle. Konsep ini bikin aktivitas sehari-hari jadi lebih praktis, sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan komersial di sekitarnya.

Salah satu pengembangan terbarunya adalah Pasadena Central District, kawasan terpadu seluas 40 hektare yang menggabungkan hunian dan area komersial. Di dalamnya ada Grand Pasadena Village, Altadena Residences, hingga area komersial Pasadena Square.

Terbaru, Paramount Land juga menghadirkan Pasadena Square South, yang masih mengusung konsep “10-minute city living”—di mana semua kebutuhan bisa dijangkau dalam waktu singkat.

Dengan lokasi yang dikelilingi klaster aktif dan traffic tinggi, kawasan ini punya potensi pasar yang stabil. Ditambah lagi, lalu lintas yang padat justru jadi nilai plus karena meningkatkan eksposur bisnis.

Pada akhirnya, Gading Serpong menunjukkan satu hal: kota mandiri bukan cuma soal pembangunan fisik, tapi tentang bagaimana menciptakan ekosistem yang benar-benar hidup. Dan ketika hunian, bisnis, dan gaya hidup bisa menyatu, kawasan seperti ini bukan cuma berkembang—tapi jadi destinasi.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan di Pusat Kota, Lifestyle Hub 'Kalcer' dan Family-Friendly di Kota Mandiri Makin Laris!

Bukan di Pusat Kota, Lifestyle Hub 'Kalcer' dan Family-Friendly di Kota Mandiri Makin Laris!

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 17:55 WIB

Industri Kendaraan Komersial Masih Hadapi Tantangan Meski GIICOMVEC 2026 Diklaim Sukses Besar

Industri Kendaraan Komersial Masih Hadapi Tantangan Meski GIICOMVEC 2026 Diklaim Sukses Besar

Otomotif | Senin, 13 April 2026 | 21:20 WIB

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

News | Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026

Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:36 WIB

PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai

PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai

Banten | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:31 WIB

×