- Susana Somali mendirikan Pejaten Shelter pada 2009 di Jakarta untuk menyelamatkan anjing dan kucing yang terlantar.
- Shelter ini merawat lebih dari 2.500 hewan melalui penyediaan layanan medis, rehabilitasi, hingga proses adopsi yang ketat.
- Lembaga ini juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai tanggung jawab pemilik hewan untuk memutus rantai penelantaran satwa.
Siap Diberi Kesempatan Mengelola Kebun Binatang Bandung
Mewakili Pejaten Shelter, Susana menyatakan kesiapan jika diberikan kesempatan mengelola Kebun Binatang Bandung yang modern, terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengedepankan komitmen kuat terhadap konservasi flora dan fauna serta peningkatan kesejahteraan satwa secara berkelanjutan dan pelestarian sosial budaya.
Seperti diketahui, proses lelang pengelola baru Kebun Binatang Bandung alias Bandung Zoo ditargetkan rampung pada pengujung Mei 2026. Hingga kini, seleksi masih berjalan dan belum sampai pada tahap penetapan pemenang.
Lewat pengalaman yang mumpuni, Susana berkomitmen menghadirkan pengelolaan Kebun Binatang Bandung yang modern, terintegrasi dan berkelanjutan, edukatif, humanis, dan berbasis pada konservasi. Fokus utamanya pengembangan destinasi edukasi dan wisata serta upaya nyata pelestarian flora dan fauna.
![Anggota Kepolisian melakukan penjagaan di pintu gerbang Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/8/2025). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/08/88611-bandung-zoo-disegel-kebun-binatang-bandung-disegel.jpg)
Dalam pelaksanaannya, mereka bakal melibatkan seluruh stakeholder yang memiliki kesamaan goals, khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan satwa, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap flora dan fauna, serta membangun kolaborasi lintas pihak demi pengelolaan konservasi yang profesional dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan prinsip Five Animal Welfare Freedoms atau lima pilar kesejahteraan satwa, yaitu, bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit, bebas mengekspresikan perilaku alami dan bebas dari rasa takut dan stress.
Susana meyakini keberhasilan pengelolaan Bandung Zoo kudu dibangun lewat sinergi bersama antara pemerintah, akademisi, komunitas pecinta satwa, pemerhati lingkungan, tenaga profesional konservasi, serta masyarakat luas.