Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB
Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto dan Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Industri herbal Indonesia terus tumbuh didorong tren global, meski pelaku usaha menghadapi tantangan perizinan dan persaingan ketat.
  • Brand herbal Sanga Sanga merayakan hari jadi kedua di Bali dengan fokus memperkuat kualitas, legalitas, dan distribusi.
  • Sanga Sanga sukses menembus pasar internasional, memperoleh izin edar Eropa, serta berpartisipasi dalam forum WIPO di Jenewa.

Suara.com - Di tengah kondisi industri dan ekonomi yang masih penuh tantangan, semakin banyak brand lokal Indonesia yang berupaya bertahan sekaligus memperluas pasar melalui inovasi, penguatan legalitas, dan adaptasi terhadap kebutuhan konsumen yang terus berubah.

Tren produk herbal dan wellness sendiri terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Perindustrian menyebut pergeseran tren konsumen global yang mulai mengarah pada produk alami dan berbasis herbal menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan industri kosmetik dan obat tradisional Indonesia.

Sementara itu, BPOM dalam Indonesia Wellness Festival 2025 menyebut nilai ekonomi industri wellness global telah mencapai sekitar USD 7 triliun.

Namun di balik peluang tersebut, pelaku industri herbal nasional juga menghadapi tantangan yang tidak sedikit.

Mulai dari proses perizinan dan legalitas yang panjang, persaingan pasar yang semakin ketat, edukasi masyarakat, hingga tantangan menembus pasar internasional yang memiliki regulasi berbeda di setiap negara.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh banyak pelaku usaha lokal, termasuk Sanga Sanga, brand herbal asal Bali yang tengah memperingati perayaan 2nd Anniversary Sanga Sanga bersama para mitra dan distributor dari berbagai daerah di Indonesia dengan tema “Berjaya Bersama Sanga Sanga” di Bali, Kamis (14/5).

Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto dan Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti di Perayaan 2nd Anniversary Sanga Sanga di Bali, Kamis (14/5). (Dok. Istimewa)
Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto dan Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti di Perayaan 2nd Anniversary Sanga Sanga di Bali, Kamis (14/5). (Dok. Istimewa)

Perjalanan Sanga Sanga sendiri lahir dari transformasi panjang racikan herbal karya Bambang Pranoto yang telah dikenal masyarakat Indonesia selama lebih dari satu dekade.

Dalam proses pengembangannya, perusahaan menghadapi berbagai fase penyesuaian mulai dari pembaruan legalitas, perizinan BPOM dan Halal, penguatan distribusi, hingga edukasi ulang pasar terhadap identitas brand.

baca juga

Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti, mengatakan bahwa membangun brand herbal di tengah dinamika industri saat ini membutuhkan konsistensi yang panjang, terutama untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

"Banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha herbal saat ini. Tidak hanya soal pasar, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas, memenuhi regulasi, membangun distribusi, serta terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Kami percaya proses itu harus dijalani secara bertahap dan konsisten," ujar Riva Effrianti dalam perayaan anniversary Sanga Sanga.

Di tengah proses tersebut, perusahaan mulai menunjukkan pertumbuhan pasar yang cukup positif. Selain memperluas jaringan distribusi nasional, produk Sanga Sanga juga telah memperoleh izin CPNP atau izin edar di Eropa, yang menandakan produk telah memenuhi regulasi kosmetik Uni Eropa.

Sanga Sanga juga mencatat langkah penting di level internasional melalui partisipasi sebagai delegasi Indonesia dalam forum WIPO (World Intellectual Property Organization) General Assembly 2025 di Jenewa, Swiss.

Perayaan 2nd Anniversary Sanga Sanga di Bali, Kamis (14/5). (Dok. Istimewa)
Perayaan 2nd Anniversary Sanga Sanga di Bali, Kamis (14/5). (Dok. Istimewa)

Kehadiran tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam membawa brand herbal Indonesia ke panggung global sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual bagi karya dan inovasi anak bangsa.

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu contoh bagaimana produk herbal lokal mulai mencoba memperluas peluang di pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya

Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:35 WIB

Cushion Dior Harga Berapa? 4 Produk Lokal Ini Bisa Jadi Pilihan Lebih Hemat Rp100 Ribuan

Cushion Dior Harga Berapa? 4 Produk Lokal Ini Bisa Jadi Pilihan Lebih Hemat Rp100 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:32 WIB

Berapa Harga Lipstik Dior Ori? Ini Daftar Harga dan 4 Lipstik Lokal yang Lebih Murah

Berapa Harga Lipstik Dior Ori? Ini Daftar Harga dan 4 Lipstik Lokal yang Lebih Murah

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

3 Lipstik Viva Cosmetics yang Nyaman Dipakai dan Tidak Bikin Bibir Kering

3 Lipstik Viva Cosmetics yang Nyaman Dipakai dan Tidak Bikin Bibir Kering

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia

Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:15 WIB

4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda

4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya

Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap

Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap

Malang | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:58 WIB

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam

Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:55 WIB

4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering

4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat

Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Cemburu, Sang Istri Nekat Potong Alat Vital Suami dengan Celurit di Lumajang

Cemburu, Sang Istri Nekat Potong Alat Vital Suami dengan Celurit di Lumajang

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:49 WIB

×