Oktober 2026, Cikuray via Tapak Gerot Bakal Jadi Gunung Bebas Sampah Pertama di Jabar

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:54 WIB
Oktober 2026, Cikuray via Tapak Gerot Bakal Jadi Gunung Bebas Sampah Pertama di Jabar
Ilustrasi mendaki gunung. [Pixabay/Ralf1403]
baca 10 detik
  • Konsep gunung bebas sampah di jalur pendakian Gunung Cikuray via Tapak Gerot, Jawa Barat segera diterapkan.
  • Penerapan konsep dijadwalkan terlaksana Oktober 2026 melalui pengawasan ketat terhadap perlengkapan, logistik, dan pengelolaan sampah oleh pihak pengelola.
  • Inisiatif ini bertujuan menciptakan pendakian ramah lingkungan dengan mewajibkan pendaki membawa kembali sampah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Suara.com - Kabar baik bagi pencinta hiking yang suka gemas lihat sampah bertebaran di gunung. Gunung Cikuray via Tapak Gerot direncanakan bakal terapkan konsep zero waste mountain atau gunung bebas sampah.

Rencana ini diungkap langsung pendaki senior sekaligus Eiger Adventure Service Team Advisor, Galih Donikara yang mengaku sudah 'melamar' pengelola pendakian Gunung Cikuray via Tapak Gerot agar diterapkan zero waste.

Pemilihan Gunung Cikuray juga tidak dilakukan sembarang, mengingat konsep zero waste memerlukan konsitensi dan ketegasan dari pihak pengelola. Hal ini menurut Galih sudah terlihat pihak pengelola yang ketat terhadap kuota pendaki dan mampu mengelola sampah dengan baik.

"Nah kemudian kita lamar aja mereka, kemudian sepakat harusnya tahun yang lalu diselenggarakan, tapi berubah dengan segala macam yang luar kendala kita. Nah ini tahun ini, mudah-mudahan Oktober (2026) itu bisa kita selenggarakan," ujar Galih kepada Suara.com di Papandayan, Garut Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Galih menjelaskan, konsep zero waste mountain bukan sekadar mengajak pendaki membawa turun sampah pribadi. Lebih dari itu, sistem ini melibatkan pengelolaan pendakian secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan perlengkapan, logistik, hingga pengawasan sampah sebelum dan sesudah naik gunung.

Menurut anggota Wanadri tersebut, penerapan konsep ini membutuhkan kerja sama erat dengan pengelola jalur pendakian. Sebab, pos pendakian menjadi garda utama dalam mengontrol perilaku pendaki.

"Pendaki gunung itu tergantung kepada pos pendakiannya. Pertama perlengkapan diperiksa, kedua kesehatan diperiksa, pengalaman, termasuk sampah," kata Galih.

Ia menambahkan, pengalaman penerapan zero waste mountain sebelumnya menjadi bekal penting sebelum akhirnya memilih Gunung Cikuray via Tapak Gerot sebagai lokasi penerapan perdana di Jawa Barat.

Sebelumnya konsep serupa telah diterapkan di Gunung Kembang, Jawa Tengah dan Gunung Bulu Baria di Sulawesi Selatan. Dari dua lokasi tersebut, tim banyak belajar bagaimana pengelolaan pendakian berbasis pelestarian lingkungan bisa berjalan efektif.

baca juga

"Zero waste mountain itu juga harus berhubungan sama pengelolanya. Jadi kita belajar di Gunung Kembang, menerapkan di Bulu Baria, nah sekarang mencoba ke Cikuray setelah kita punya pengalaman di dua gunung itu," jelasnya.

Menurut Galih, Gunung Cikuray dipilih karena memiliki prinsip yang sama dalam menjaga kebersihan gunung. Terutama jalur Tapak Gerot yang dinilai sudah menerapkan sistem kuota pendaki dan pengelolaan sampah dengan cukup baik.

"Tantangannya sama karena Cikuray juga tidak hanya satu pintu pendakian. Tapi jalur Tapak Gerot mereka menerapkan kuota dengan baik, mengelola sampah dengan baik," ujarnya.

Konsep zero waste sendiri selama pendakian berarti meminimalisasi sampah sekali pakai, terutama plastik dan kemasan instan yang sering ditinggalkan pendaki di jalur maupun area camping.

Pendaki nantinya didorong menggunakan wadah makanan dan minuman yang bisa dipakai ulang, serta wajib membawa turun kembali sampah yang dihasilkan.

Galih mengatakan, sistem ini nantinya juga akan dilengkapi administrasi pendakian yang lebih ketat dan terpadu. Bahkan pengelola menyiapkan kemasan alternatif pengganti bungkus plastik makanan cepat saji.

"Setelah zaman online, kita siapin kemasan-kemasan pengganti bungkus-bungkus plastik makanan cepat sajinya. Kemudian kita siapkan pos kontrolnya, emergency rescue, sampai fasilitas komunikasi pendukungnya," tutur dia.

Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan bukan mengambil alih pengelolaan gunung, melainkan mendampingi dan memperkuat sistem yang sudah dijalankan pengelola setempat.

Galih juga mencontohkan keberhasilan Gunung Kembang yang kini dikenal luas sebagai salah satu gunung terbersih di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari ketegasan pengelola yang konsisten menerapkan aturan kepada pendaki.

"Mereka cukup militan pengelolaannya. Tegas tapi humanis. Pendaki datang disuruh istirahat dulu, dicek perlengkapannya, dicek perbekalannya," kata dia.

Awalnya, kata Galih, banyak pendaki menganggap aturan tersebut merepotkan. Namun lambat laun justru menjadi daya tarik tersendiri karena pendaki merasa lebih aman dan nyaman.

"Gunung Kembang tidak mengejar kuota pendakian, tapi yang penting gunungnya tetap bersih. Lama-lama orang jadi penasaran dan ternyata mereka nyaman," ucapnya.

Keberhasilan itu bahkan membawa Gunung Kembang meraih penghargaan Padma Mitra Award. Bagi Galih, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan gunung yang mengutamakan pelestarian lingkungan tetap bisa menarik minat pendaki.

Kini, konsep serupa diharapkan bisa diterapkan di Gunung Cikuray via Tapak Gerot. Jika terlaksana sesuai rencana pada Oktober mendatang, jalur pendakian di Garut itu berpotensi menjadi salah satu percontohan pendakian zero waste di Jawa Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu

Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

5 Sepatu Hiking Lokal Alternatif Salomon, Tahan Banting dan Lebih Terjangkau

5 Sepatu Hiking Lokal Alternatif Salomon, Tahan Banting dan Lebih Terjangkau

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:21 WIB

Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi

Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:59 WIB

Terkini

HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat

HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:03 WIB

Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib

Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib

Sumut | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi

Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi

Bali | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun

RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia

Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:55 WIB

HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri

HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri

Bogor | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Wajah Berubah Jadi Kusam? Ini 6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Tidak Gampang Oksidasi

Wajah Berubah Jadi Kusam? Ini 6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Tidak Gampang Oksidasi

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia

Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia

Surakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:44 WIB

×