Mengenal Tradisi Pesta Babi, Dirawat Bak Anak Sendiri Tapi Terancam Mati Karena Eksploitasi

Farah Nabilla

Selasa, 19 Mei 2026 | 12:47 WIB
Mengenal Tradisi Pesta Babi, Dirawat Bak Anak Sendiri Tapi Terancam Mati Karena Eksploitasi
Ilustrasi pesta babi di Papua [Ilustrasi oleh AI]
baca 10 detik
  • Pesta babi merupakan ritual adat krusial bagi masyarakat Papua yang melambangkan status sosial, kehormatan, serta solidaritas antarkeluarga dan komunitas.
  • Tradisi yang melibatkan pemeliharaan babi secara khusus ini dilakukan pada momen penting seperti pernikahan, perdamaian, dan penyelesaian konflik sosial.
  • Dokumenter Pesta Babi mengangkat tradisi tersebut sebagai simbol perjuangan masyarakat adat mempertahankan identitas budaya di tengah ancaman kerusakan hutan.

Suara.com - Tradisi pesta babi di Papua kembali ramai dibicarakan setelah diangkat dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale.

Namun jauh sebelum menjadi judul film dokumenter viral, pesta babi sudah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat Papua.

Bagi sebagian masyarakat di Papua, babi bukan sekadar hewan ternak. Kehadirannya memiliki makna sosial, budaya, ekonomi, hingga spiritual yang sangat kuat.

Karena itu, pesta babi tidak bisa dipahami hanya sebagai tradisi makan bersama, melainkan ritual adat yang berkaitan erat dengan kehormatan, solidaritas, dan hubungan antarmasyarakat.

Seperti yang digambarkan di Film Pesta Babi, di sejumlah wilayah Papua, terutama Pegunungan Tengah hingga kawasan selatan seperti Boven Digoel, pesta babi masih menjadi tradisi yang dijaga turun-temurun.

Ritual ini biasanya digelar dalam momen penting seperti pernikahan adat, perdamaian antarkelompok, syukuran, hingga penyelesaian konflik.

Menurut penjelasan lembaga arsip dan kajian budaya Papua, Stichting Papua Erfgoed, babi menempati posisi penting dalam struktur sosial masyarakat Papua sejak lama.

Dalam banyak komunitas adat, jumlah babi yang dimiliki seseorang dapat menunjukkan status sosial dan pengaruhnya di lingkungan masyarakat.

Tak heran jika babi juga kerap digunakan sebagai alat pembayaran adat, mas kawin, hingga simbol penghormatan kepada keluarga atau tamu penting.

baca juga

Peneliti antropologi Belanda H.L. Peters yang pernah tinggal bersama masyarakat Dani di Lembah Baliem pada akhir 1950-an juga mencatat bahwa masyarakat Papua tidak sembarangan menyembelih babi.

Hewan tersebut umumnya hanya dipotong dalam acara adat atau peristiwa sosial penting yang melibatkan banyak orang.

Dalam tradisi masyarakat Dani maupun beberapa suku lain di Papua, pesta babi menjadi ajang memperkuat hubungan sosial antar-kampung dan antarkeluarga. Ritualnya pun dilakukan dengan penuh persiapan dan melibatkan gotong royong masyarakat.

Salah satu tradisi pesta babi yang dikenal kuat berasal dari masyarakat suku Muyu di Boven Digoel, Papua Selatan. Dalam budaya mereka, pesta babi disebut memiliki dua bentuk utama, yakni awonbon dan atatbon.

Awonbon biasanya merupakan pesta kecil yang diadakan keluarga inti dengan jumlah tamu terbatas. Sementara atatbon merupakan pesta besar yang melibatkan satu marga atau klan dan mengundang kelompok masyarakat lain untuk hadir.

Tradisi atatbon bukan sekadar pesta, tetapi juga bentuk hubungan timbal balik dalam masyarakat adat. Dalam ritual tersebut, tuan rumah akan membagikan daging babi kepada para tamu sebagai simbol persaudaraan dan penghormatan.

Yang menarik, pesta babi di Papua tidak bisa dilakukan secara instan. Babi yang digunakan biasanya dipelihara sendiri selama bertahun-tahun oleh keluarga atau marga yang akan menggelar ritual adat.

Babi itu dipelihara di dalam hutan Papua. Itulah mengapa ketika hutan dieksploitasi, babi pun menanggung dampaknya.

Dalam beberapa tradisi lama masyarakat Papua, anak babi bahkan diperlakukan layaknya anggota keluarga. Perempuan adat disebut merawat dan membawa anak babi menggunakan noken saat pergi ke kebun atau mencari sagu.

Setelah cukup besar, babi dilepas di kawasan hutan adat dan baru diburu kembali ketika pesta akan digelar. Proses panjang itu membuat pesta babi memiliki nilai budaya dan emosional yang tinggi bagi masyarakat Papua.

Selain menjadi simbol persaudaraan, pesta babi juga memperlihatkan hubungan erat masyarakat adat Papua dengan alam. Hutan, sungai, dan tanah adat bukan hanya sumber kehidupan, tetapi bagian dari identitas budaya mereka.

Karena itu, ketika tradisi pesta babi diangkat dalam film dokumenter Pesta Babi, maknanya tidak hanya soal ritual adat, tetapi juga menggambarkan perjuangan masyarakat Papua mempertahankan tanah dan budaya mereka di tengah perubahan sosial dan pembangunan industri.

Film dokumenter tersebut menampilkan kehidupan masyarakat adat di Papua Selatan yang menghadapi pembukaan hutan besar-besaran untuk proyek pangan dan energi nasional.

Tradisi pesta babi kemudian dijadikan simbol solidaritas dan ketahanan budaya masyarakat adat di tengah tekanan modernisasi.

Meski kini kehidupan masyarakat Papua mulai mengalami banyak perubahan, tradisi pesta babi masih bertahan di sejumlah wilayah dan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian penting dari identitas budaya Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film Pesta Babi Tayang Kapan? Jadwal Nobar Disebar Mendadak

Film Pesta Babi Tayang Kapan? Jadwal Nobar Disebar Mendadak

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:05 WIB

Link Nonton Film Pesta Babi Gratis, Tinggal Isi Google Form Ini

Link Nonton Film Pesta Babi Gratis, Tinggal Isi Google Form Ini

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:59 WIB

Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya

Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:06 WIB

Terpopuler: Prosedur Nonton Film Pesta Babi, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd via MyBCA

Terpopuler: Prosedur Nonton Film Pesta Babi, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd via MyBCA

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:05 WIB

Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton

Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 15:01 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×