Aktivis Iklim Muda Ungkap Tantangan Saat Soroti Isu Lingkungan yang Bersinggungan dengan Kebijakan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 20 Mei 2026 | 08:52 WIB
Aktivis Iklim Muda Ungkap Tantangan Saat Soroti Isu Lingkungan yang Bersinggungan dengan Kebijakan
Potret Kegiatan Penanaman Mangrove yang Dilakukan Oleh Generasi Peduli Iklim (Dok.pribadi/Generasi Peduli Iklim)

Suara.com - Meningkatnya kesadaran anak muda terhadap isu lingkungan turut melahirkan berbagai komunitas yang aktif mengampanyekan aksi peduli iklim.

Namun, di balik kegiatan edukasi, penanaman mangrove, hingga kampanye gaya hidup berkelanjutan, perjuangan menyuarakan krisis iklim ternyata tidak selalu berjalan mulus.

Koordinator Generasi Peduli Iklim, Muhammad Asyrof Naf’il, mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi komunitasnya muncul ketika mereka mengangkat isu lingkungan yang bersinggungan dengan kebijakan pemerintah atau kepentingan pihak tertentu.

“Tantangannya itu mungkin ketika kita menaikkan berita atau isu yang agak bersinggungan dengan pemerintah,” kata Asyrof.

Menurutnya, unggahan terkait isu lingkungan tertentu tidak jarang memicu serangan di media sosial. Komunitas mereka pernah menghadapi gelombang komentar negatif hingga serangan dari akun-akun yang diduga buzzer setelah membahas persoalan lingkungan yang dianggap sensitif.

“Misalnya ada kasus tertentu yang perlu kita naikkan, tetapi ketika dinaikkan ternyata banyak buzzer yang menyerang,” ujarnya.

Meski demikian, Asyrof menilai tekanan tersebut masih dapat dihadapi selama tujuan utama komunitas tetap berfokus pada penyebaran informasi dan peningkatan kesadaran publik mengenai isu lingkungan.

Fokus pada Edukasi dan Aksi Nyata

Berbeda dengan organisasi lingkungan yang terlibat langsung dalam pendampingan kasus atau advokasi kebijakan, Generasi Peduli Iklim memilih bergerak melalui jalur edukasi dan aksi sosial yang lebih dekat dengan masyarakat.

baca juga

“Jadi kita nggak yang advokasi langsung ke masyarakat. Misalkan mendampingi kasus, kami rasa terlalu berat. Itu menjadi tugas WALHI saja. Kita anaknya WALHI cukup yang lebih santai,” tutur Asyrof.

Ia menjelaskan bahwa advokasi langsung membutuhkan sumber daya, kesiapan, dan risiko yang tidak sedikit. Aktivis yang mendampingi masyarakat terdampak konflik lingkungan bahkan berpotensi menghadapi berbagai tekanan.

“Kalau kita mencoba melakukan seperti yang dilakukan WALHI itu kesannya terlalu berat. Mereka sampai mendampingi masyarakat yang terdampak langsung dan bahkan bisa mengalami teror-teror dari pihak yang merasa terganggu dengan gerakan mereka,” katanya.

Karena itu, Generasi Peduli Iklim memilih fokus pada kegiatan yang lebih mudah diikuti masyarakat, seperti edukasi lingkungan, aksi bersih pantai (beach cleanup), penanaman mangrove, hingga kampanye gaya hidup berkelanjutan.

Tetap Bangun Kolaborasi dengan Pemerintah

Meski kerap mengkritisi persoalan lingkungan, Generasi Peduli Iklim menegaskan bahwa mereka tidak menempatkan diri sebagai kelompok yang berseberangan dengan pemerintah. Sebaliknya, mereka tetap membuka ruang kolaborasi selama memiliki tujuan yang sama dalam menjaga lingkungan.

“Kita tidak anti dengan pemerintah, tapi kita anti dengan ketidakadilan,” tegas Asyrof.

Selama ini, komunitas tersebut beberapa kali bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun instansi lingkungan hidup dalam berbagai kegiatan penghijauan. Salah satunya melalui dukungan bibit pohon untuk program penanaman mangrove.

“DLH biasanya ngasih beberapa ratus pohon untuk kita tanam bersama-sama. Jadi tetap kita ada jalinan komunikasi yang baik dengan pemerintah,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan, Generasi Peduli Iklim tetap optimistis mengajak lebih banyak anak muda untuk terlibat dalam gerakan lingkungan. Bagi mereka, sekecil apa pun aksi yang dilakukan dapat menjadi bagian dari upaya menghadapi krisis iklim yang dampaknya sudah dirasakan saat ini.

Asyrof berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga berani mengambil peran dalam berbagai gerakan positif di sekitarnya.

“Krisis iklim ini bukan isu masa depan, tetapi isu hari ini yang sudah kita rasakan bersama,” pungkasnya.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edukasi Pilah Sampah untuk Pelajar Disabilitas, Hadirkan Ruang Belajar yang Inklusif

Edukasi Pilah Sampah untuk Pelajar Disabilitas, Hadirkan Ruang Belajar yang Inklusif

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:51 WIB

Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif

Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:08 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

Terkini

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Gibran Benar-benar Ditinggal Sendirian di Tengah Upaya Pemakzulan

Gibran Benar-benar Ditinggal Sendirian di Tengah Upaya Pemakzulan

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Ciri-ciri Oksidasi Cushion, Ini Tips Memilih Shade dan Cara agar Makeup Tetap Fresh

Ciri-ciri Oksidasi Cushion, Ini Tips Memilih Shade dan Cara agar Makeup Tetap Fresh

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Berapa Biaya Laser Flek Hitam di Klinik Kecantikan dan Ketahanannya?

Berapa Biaya Laser Flek Hitam di Klinik Kecantikan dan Ketahanannya?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Peluang Kerja Musiman bagi Warga Lombok

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Peluang Kerja Musiman bagi Warga Lombok

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Sukses Bawa Indonesia Juara, Calvin Verdonk Siap Tampil Laga Lille vs Le Havre

Sukses Bawa Indonesia Juara, Calvin Verdonk Siap Tampil Laga Lille vs Le Havre

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Hitung Biaya Operasional Mobil Listrik vs Bensin Mana Lebih Hemat

Hitung Biaya Operasional Mobil Listrik vs Bensin Mana Lebih Hemat

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Mahfud MD: Dicari Sampai Mati, Tak Ada Ijazah Gibran

Mahfud MD: Dicari Sampai Mati, Tak Ada Ijazah Gibran

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Pasangan Sering Mabar? Hati-Hati Terjebak Gaslighting dan Perselingkuhan Emosional

Pasangan Sering Mabar? Hati-Hati Terjebak Gaslighting dan Perselingkuhan Emosional

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:00 WIB

×