Film Gohan dan Pelajaran Tentang Cinta yang Datang dalam Bentuk Sederhana

Vania Rossa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:17 WIB
Film Gohan dan Pelajaran Tentang Cinta yang Datang dalam Bentuk Sederhana
Film Gohan. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Film drama Thailand berjudul Gohan mengisahkan perjalanan hidup seekor anjing yang tinggal bersama tiga pemilik berbeda.
  • Cerita mengeksplorasi tema kehilangan dan pertumbuhan manusia melalui interaksi emosional antara seekor anjing dan para pemiliknya.
  • Karya ini menampilkan akting solid para pemain serta anjing pemeran Gohan yang berhasil menciptakan refleksi mendalam.

Suara.com - Ada film yang membuat penonton menangis karena sedih. Ada juga film yang diam-diam menghangatkan hati, lalu meninggalkan rasa kosong ketika kredit penutup mulai berjalan. Gohan melakukan keduanya sekaligus.

Film Thailand produksi rumah produksi di balik How to Make Millions Before Grandma Dies ini sejak awal memang dipasarkan sebagai drama yang menguras air mata. Namun selama 140 menit, Gohan ternyata bukan sekadar kisah haru tentang anjing lucu dan manusia kesepian. Film ini bicara soal rumah, kehilangan, pertumbuhan, hingga bagaimana makhluk paling sederhana bisa mengubah hidup seseorang.

Cerita berpusat pada seekor anjing putih bernama Gohan yang menjalani tiga fase kehidupan bersama manusia yang berbeda-beda. Premisnya terdengar sederhana, tetapi justru di situlah kekuatan film ini.

Nama “Gohan” sendiri diambil dari bahasa Jepang yang berarti nasi. Pak Hiro, pensiunan asal Jepang yang tinggal di Thailand, memberi nama itu karena bulu si anjing putih bersih seperti nasi dan sangat suka makan nasi. Dari detail kecil seperti ini saja, film sudah terasa hangat dan personal.

Babak pertama bersama Pak Hiro (Yasushi Kitajima) menjadi pembuka yang lembut sekaligus menenangkan. Relasi mereka dipenuhi momen-momen kecil yang terasa sangat manusiawi: bermain bersama, makan bersama, sampai mandi bersama. Chemistry antara Yasushi dan Kori—anjing yang memerankan Gohan kecil—terasa natural dan tulus. Tidak dibuat-buat, tapi justru itu yang bikin emosinya sampai.

Di fase ini, Gohan terasa seperti “sup ayam hangat” setelah hari yang melelahkan. Dialognya ringan, komedinya sederhana, tapi punya kehangatan yang sulit dijelaskan.

Namun film tidak berhenti di situ.

Ketika Gohan terpisah dari Pak Hiro, nuansa cerita perlahan berubah. Penonton dibawa melihat sisi kehidupan yang lebih pahit saat Gohan masuk ke lingkungan penampungan anjing bermasalah. Film mulai bicara soal eksploitasi, kesepian, dan rasa kehilangan—tanpa terasa menggurui.

Babak berikutnya bersama Namcha menghadirkan emosi yang lebih kompleks dan tak terduga. Sementara fase terakhir bersama pasangan muda Pele dan Jaidee menjadi titik paling emosional sekaligus paling dewasa dalam film.

baca juga

Pele dan Jaidee bukan pasangan sempurna. Mereka masih mencari arah hidup masing-masing. Namun justru lewat kehadiran Gohan yang sudah menua, keduanya perlahan memahami arti merawat, mencintai, dan melepaskan.

Di sinilah Gohan terasa lebih dari sekadar film tentang anjing.

Naskah yang ditulis Chayanop Boonprakob, Sopana Chaowwiwatkul, Atta Hemwadee, Baz Poonpiriya, dan Thodsapon Thiptinnakorn berhasil menjadikan perjalanan hidup seekor anjing sebagai refleksi tentang kefanaan manusia. Tentang bagaimana pertemuan bisa singkat, tetapi kenangannya tinggal sangat lama.

Film ini juga cerdas dalam membagi ritme emosinya. Ada tawa kecil, ada momen absurd yang manis, lalu perlahan menghantam penonton dengan kenyataan hidup yang pahit. Tapi semuanya mengalir halus tanpa terasa manipulatif.

Penampilan para pemeran manusia pun solid. Yasushi Kitajima mencuri perhatian lewat sosok lansia yang perfeksionis tapi hangat. Sementara Jaonaay Jinjett Wattanasin dan Tu Tontawan Tantivejakul menghadirkan dinamika pasangan muda yang terasa realistis dan relatable.

Yang tak kalah penting tentu “para pemeran utama” sesungguhnya: Kori, Meechok, dan Hima sebagai Gohan di fase berbeda. Ketiganya berhasil membuat Gohan terasa seperti karakter nyata, bukan sekadar hewan lucu pelengkap drama.

Pada akhirnya, Gohan adalah film yang mengingatkan bahwa rumah bukan selalu soal tempat tinggal. Kadang rumah adalah seseorang. Kadang rumah adalah momen sederhana yang tak bisa diulang lagi.

Dan kadang, rumah datang dalam wujud seekor anjing putih yang hanya ingin dicintai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lee Do Hyun Diincar Perankan Pasien Kanker di Film Remake Viva La Vida

Lee Do Hyun Diincar Perankan Pasien Kanker di Film Remake Viva La Vida

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:45 WIB

Main ke Solo, Omar Daniel dan Jeremie Moeremans Cerita Makna Film Keluarga Suami Adalah Hama

Main ke Solo, Omar Daniel dan Jeremie Moeremans Cerita Makna Film Keluarga Suami Adalah Hama

Entertainment | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:29 WIB

Keluarga Suami Adalah Hama: Sebuah Potret Realistis Tekanan Keluarga Besar

Keluarga Suami Adalah Hama: Sebuah Potret Realistis Tekanan Keluarga Besar

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Siap-siap! BUMN di Sektor Finansial dan Infrastruktur Mau IPO

Siap-siap! BUMN di Sektor Finansial dan Infrastruktur Mau IPO

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Efisiensi atau Pindah Beban? APBN Hemat di Kertas, Rakyat Mahal di Lapangan

Efisiensi atau Pindah Beban? APBN Hemat di Kertas, Rakyat Mahal di Lapangan

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari Diperiksa KPK Terkait Kasus TPPU

Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari Diperiksa KPK Terkait Kasus TPPU

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Soal Nominal Sumbangan ASN yang 'Dipatok', PMI DKI Tegaskan Bulan Dana Bersifat Sukarela

Soal Nominal Sumbangan ASN yang 'Dipatok', PMI DKI Tegaskan Bulan Dana Bersifat Sukarela

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Hindari Empat Hal Ini untuk Jaga Kesehatan Sendi

Hindari Empat Hal Ini untuk Jaga Kesehatan Sendi

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:18 WIB

Konflik Memanas di Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Insiden Keluar Kamp

Konflik Memanas di Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Insiden Keluar Kamp

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Pengamat: Gibran Terdiskualifikasi Sebagai Wapres Secara Hukum Usai Putusan MK Soal Ijazah SMA

Pengamat: Gibran Terdiskualifikasi Sebagai Wapres Secara Hukum Usai Putusan MK Soal Ijazah SMA

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Body Serum White Inc Apakah Sudah BPOM? Cek Review dan Klaim Mencerahkan Kulit

Body Serum White Inc Apakah Sudah BPOM? Cek Review dan Klaim Mencerahkan Kulit

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Respons Gibran Usai Putusan MK: Kalau Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Saya Kuliah S1 di Singapura

Respons Gibran Usai Putusan MK: Kalau Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Saya Kuliah S1 di Singapura

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Aliansi Rakyat Menggugat Datangi Bareskrim, Bawa Bukti Baru Dugaan Pemalsuan Suket Gibran

Aliansi Rakyat Menggugat Datangi Bareskrim, Bawa Bukti Baru Dugaan Pemalsuan Suket Gibran

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:09 WIB

×