- Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menghadapi kontroversi terkait kebijakan imigrasi ketat yang menghambat delegasi serta pemain sejumlah negara.
- Berbagai tim peserta mengalami kendala administratif, pemeriksaan visa yang sulit, hingga insiden pencurian logistik selama berada di Amerika Serikat.
- Harga tiket pertandingan yang sangat mahal memicu kritik publik serta sorotan tajam dari berbagai media internasional selama turnamen berlangsung.
Suara.com - Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko digadang-gadang sebagai edisi terbesar dalam sejarah FIFA. Namun di balik kemegahannya, turnamen ini juga dibayangi kontroversi yang membuat Amerika Serikat dicap sebagai Tuan Rumah Piala Dunia terburuk.
Mulai dari persoalan visa dan pemeriksaan ketat di bandara terhadap peserta resmi FIFA, harga tiket yang dianggap tidak masuk akal, hingga insiden keamanan yang menimpa delegasi timnas, sejumlah peristiwa tersebut menjadi sorotan media internasional.
Berikut deretan kontroversi yang menyita perhatian publik selama Piala Dunia 2026.
1. Timnas Iran Tak Diizinkan Menetap di Amerika Serikat
![Pelatih Amir Ghalenoei melontarkan kritik tajam usai Timnas Iran ditahan imbang Timnas Selandia Baru pada laga pembuka Piala Dunia 2026. ]Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/16/15086-timnas-iran.jpg)
Salah satu polemik terbesar melibatkan Timnas Iran. Meski berstatus peserta resmi Piala Dunia 2026, skuad berjuluk Team Melli dilaporkan tidak diperbolehkan menetap di wilayah Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.
Menurut laporan Reuters, Iran terpaksa menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas sementara. Tim harus bolak-balik melintasi perbatasan untuk menjalani pertandingan yang digelar di kota-kota Amerika Serikat.
Masalah tersebut disebut berkaitan dengan kebijakan pembatasan perjalanan dan pertimbangan keamanan nasional AS. Bahkan, sejumlah anggota Federasi Sepak Bola Iran dilaporkan tidak memperoleh visa.
Situasi ini memunculkan kritik karena dinilai bertentangan dengan prinsip kesetaraan bagi seluruh peserta turnamen.
2. Striker Irak Ditahan Hampir Tujuh Jam di Bandara
![Aymen Hussein, Predator Irak yang Jadi Ujian Terberat untuk Jay Idzes cs [Instagram Aymen Hussein]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/17/69459-aymen-hussein.jpg)
Kontroversi lain menimpa striker Timnas Irak, Aymen Hussein.
Pemain berusia 30 tahun itu dilaporkan harus menjalani pemeriksaan tambahan selama hampir tujuh jam setibanya di Bandara O'Hare, Chicago, pada awal Juni 2026.
Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh petugas Customs and Border Protection (CBP) sebagai bagian dari prosedur keamanan. Hussein akhirnya diizinkan masuk ke Amerika Serikat, tetapi insiden tersebut disebut mengganggu persiapan tim.
3. Fotografer Tim Irak Ditolak Masuk Amerika Serikat
![Fotografer Timnas Irak Dideportasi dari AS Usai Ditahan 13 Jam Jelang Piala Dunia 2026 [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/91478-talal-salah.jpg)
Tidak semua anggota delegasi Irak bernasib sama.
Fotografer resmi tim, Talal Salah, dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat setelah menjalani wawancara selama sekitar 10 jam.
Media CBS News melaporkan pihak otoritas imigrasi tidak menjelaskan secara rinci alasan penolakan tersebut. Talal akhirnya dipulangkan dan gagal menjalankan tugas peliputan Piala Dunia 2026.
Kasus ini memicu pertanyaan mengenai koordinasi antara FIFA dan pemerintah AS dalam menjamin kelancaran delegasi resmi peserta.
4. Wasit Somalia Gagal Bertugas Meski Berlisensi FIFA
![Wasit Piala Dunia FIFA dari Somalia, Omar Abdulkadir Artan dilarang masuk Amerika dengan alasan kekhawatiran terkait proses verifikasi. [CBS News]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/09/42891-wasit-piala-dunia-fifa-dari-somalia-omar-abdulkadir-artan.jpg)
Nasib serupa dialami wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan.
Padahal, Artan telah ditunjuk FIFA sebagai salah satu perangkat pertandingan resmi Piala Dunia 2026 dan mengantongi dokumen perjalanan yang diperlukan.
Namun, ia tidak dapat memasuki Amerika Serikat akibat persoalan imigrasi. FIFA pun disebut tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan keputusan pemerintah AS.
Kegagalan tersebut membuat Artan kehilangan kesempatan mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang bertugas di ajang Piala Dunia.
5. Senegal dan Uzbekistan Mengeluhkan Pemeriksaan Ketat

Delegasi Senegal juga dilaporkan menjalani pemeriksaan tambahan saat tiba di Amerika Serikat.
Tak hanya itu, Timnas Uzbekistan turut mengungkap pengalaman serupa. Pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, bahkan secara terbuka mempertanyakan perlakuan yang diterima timnya.
"Mereka mengatakan kepada saya bahwa itu adalah aturan. Namun, pada akhirnya, pemeriksaan itu hanya dilakukan kepada kami," ujar Cannavaro kepada wartawan usai pertandingan.
Pernyataan legenda sepak bola Italia tersebut memicu dugaan adanya penerapan prosedur yang tidak konsisten terhadap sejumlah negara peserta.
6. Harga Tiket Selangit, Bahkan Donald Trump Enggan Membeli
![Donald Trump [The White House]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/27/67083-donald-trump.jpg)
Di luar isu imigrasi, harga tiket Piala Dunia 2026 juga menjadi sasaran kritik.
Sistem harga dinamis membuat sejumlah tiket pertandingan dibanderol hingga ribuan dolar AS. Akibatnya, banyak penggemar mengaku kesulitan menyaksikan langsung pertandingan di stadion.
Beberapa laporan media bahkan menyebut masih banyak kursi pertandingan yang belum terjual karena harga dianggap terlalu mahal.
Menariknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut mengomentari persoalan tersebut.
Saat ditanya mengenai harga tiket empat digit dolar AS untuk menyaksikan pertandingan pertama Timnas Amerika Serikat, Trump menjawab singkat, "Saya tidak akan membayarnya."
Pernyataan itu pun ramai diperbincangkan publik.
7. Timnas Inggris Jadi Korban Pencurian
![Legenda Inggris, Alan Shearer, menilai Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang jauh lebih berat dibanding edisi-edisi sebelumnya. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/10/75621-timnas-inggris.jpg)
Masalah keamanan juga sempat menghampiri delegasi Timnas Inggris. Mobil van yang membawa logistik tim dan pemain dibobol maling saat menuju Swoope Sovver Village di Kansas City pada Jumat 12/6/20026).
Sejumlah barang milik anggota tim dilaporkan hilang akibat pencurian selama berada di Amerika Serikat,
termasuk jersey, sarung tangan kiper, sepatu, bola, sampai satu set Lego sepatu Nike Air yang bernilai hampir 100 USD.
Meski aparat setempat langsung melakukan penyelidikan dan menetapkan 2 tersangka, insiden tersebut menambah daftar persoalan yang membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.