- Sepatu lari membutuhkan perawatan rutin agar performa dan kenyamanannya tetap terjaga.
- Hindari mencuci dengan mesin cuci, menjemur di bawah sinar matahari terik, dan menyimpan sepatu di tempat panas.
- Sebagian besar sepatu lari mulai kehilangan performa setelah digunakan sejauh 480 hingga 800 kilometer.
Suara.com - Sepatu lari menjadi perlengkapan olahraga yang bekerja cukup keras setiap kali digunakan. Paparan keringat, debu, lumpur, hingga benturan berulang saat berlari dapat membuat kondisi sepatu menurun lebih cepat jika tidak dirawat dengan baik.
Perawatan sederhana dapat membantu menjaga performa sepatu tetap optimal. Selain membuat sepatu lebih awet, kenyamanan saat berlari juga bisa tetap terjaga dalam jangka waktu yang lebih lama.
Berikut 8 cara merawat sepatu lari agar awet dan tetap nyaman digunakan.
![Ilustrasi sepatu lari. {Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2015/03/11/o_19g4fblkfvvc2oh12k011ga1g6ja.jpg)
1. Bersihkan Sepatu setelah Digunakan
Kotoran yang menumpuk pada sepatu dapat mempercepat kerusakan material jika dibiarkan terlalu lama.
Setelah berlari, terutama di jalur yang berdebu atau berlumpur, bersihkan bagian outsole dan upper menggunakan sikat berbulu lembut.
Langkah sederhana ini membantu menjaga kondisi sepatu tetap bersih dan nyaman digunakan kembali.
2. Jangan Mencuci dengan Mesin Cuci
Menyadur dari laman resmi ASICS, mesin cuci dapat memberikan tekanan berlebih pada material sepatu sehingga berisiko merusak struktur, lem, hingga bantalan di dalamnya.
Cara yang lebih aman adalah mencuci sepatu secara manual menggunakan air, sabun lembut, dan sikat halus. Metode ini membantu membersihkan kotoran tanpa merusak komponen sepatu.
3. Lepaskan Sol dan Tali Sepatu saat Dibersihkan
Saat mencuci sepatu, sebaiknya lepaskan tali dan insole terlebih dahulu.
Langkah ini membantu proses pembersihan menjadi lebih maksimal karena area yang sulit dijangkau dapat dibersihkan dengan lebih mudah.
Selain itu, bagian dalam sepatu juga dapat mengering lebih cepat.
4. Keringkan Secara Alami
Sepatu lari yang basah setelah dicuci atau terkena hujan sebaiknya tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari yang terlalu terik.
Panas berlebih dapat memengaruhi kualitas lem dan material sepatu. Sebaiknya sepatu dikeringkan pada suhu ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.
Untuk membantu menyerap kelembapan, bagian dalam sepatu dapat diisi kertas koran atau tisu kering.
5. Hindari Menyimpan Sepatu di Tempat Panas
Menyimpan sepatu di bagasi mobil atau area yang terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama dapat mempercepat penurunan kualitas material.
Suhu tinggi dapat memengaruhi elastisitas foam dan komponen lain pada sepatu lari. Oleh sebab itu, simpan sepatu di tempat yang sejuk dan kering.
6. Gunakan Sepatu Sesuai Fungsinya
Sepatu lari dirancang khusus untuk aktivitas berlari. Menggunakannya setiap hari untuk berjalan jauh atau aktivitas lain dapat mempercepat keausan outsole dan midsole.
Penggunaan sepatu lari sesuai fungsi dinilai dapat membantu memperpanjang usia pakai sepatu sekaligus menjaga performanya saat digunakan berlari.
7. Rotasi dengan Sepatu Lain
Bagi yang rutin berlari beberapa kali dalam seminggu, menggunakan lebih dari satu pasang sepatu bisa menjadi pilihan yang baik.
Foam pada midsole membutuhkan waktu untuk kembali ke bentuk semula setelah digunakan.
Dengan merotasi sepatu, material memiliki waktu pemulihan yang lebih optimal.
8. Lepas Sepatu dengan Cara yang Benar
Kebiasaan melepas sepatu dengan menginjak bagian tumit menggunakan kaki lain sebaiknya dihindari.
Cara tersebut dapat merusak struktur heel counter dan membuat bentuk sepatu berubah.
Sebaiknya longgarkan tali sepatu terlebih dahulu sebelum melepasnya.
Kapan Sepatu Lari Perlu Diganti?
Merawat sepatu dengan baik memang dapat membantu memperpanjang usia pakainya. Namun, setiap sepatu tetap memiliki batas penggunaan.
Mengutip dari American Academy of Podiatric Sports Medicine, sebagian besar sepatu lari umumnya mulai kehilangan performa setelah menempuh sekitar 300 hingga 500 mil atau sekitar 480 hingga 800 kilometer, tergantung model, berat badan pengguna, dan kondisi medan lari.
Jika bantalan mulai terasa keras, outsole aus tidak merata, atau kenyamanan berkurang secara signifikan, bisa jadi sudah waktunya mengganti sepatu dengan yang baru.