Tak Hanya Bersih Mengilap, Peralatan Makan Juga Perlu Bebas Residu Kimia

Vania Rossa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:46 WIB
Tak Hanya Bersih Mengilap, Peralatan Makan Juga Perlu Bebas Residu Kimia
Ilustrasi mencuci peralatan makan (Pinterest)
baca 10 detik
  • Kilau Nipis meluncurkan kampanye Piring Bersih Alami, Bukan Kimiawi di Jakarta Fair Kemayoran 2026 untuk meningkatkan kesadaran kesehatan keluarga.
  • Produk pembersih berbahan dasar tumbuhan ini diklaim mampu membersihkan lemak tanpa meninggalkan residu kimia berbahaya pada peralatan makan.
  • Inovasi ini ditujukan bagi konsumen yang mengutamakan keamanan produk rumah tangga serta kenyamanan kulit tangan saat mencuci piring.

Suara.com - Peralatan makan dan masak yang tampak bersih belum tentu sepenuhnya bebas dari zat yang tidak diinginkan. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan keluarga, perhatian kini mulai bergeser dari sekadar kemampuan sabun mengangkat lemak menjadi keamanan produk yang digunakan sehari-hari, termasuk potensi residu kimia yang tertinggal setelah proses pencucian.

Kondisi tersebut mendorong semakin banyak konsumen mencari produk pembersih yang tidak hanya efektif menghilangkan kotoran dan bau amis, tetapi juga nyaman digunakan di tangan serta tidak meninggalkan residu kimia pada peralatan makan.

Isu tersebut diangkat Kilau Nipis melalui kampanye "Piring Bersih Alami, Bukan Kimiawi" yang diperkenalkan kepada pengunjung Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026. Kampanye ini mengajak masyarakat lebih cermat memilih sabun cuci piring yang mampu membersihkan secara optimal sekaligus memberikan pengalaman penggunaan yang lebih alami.

Senior Brand Manager Kilau Nipis, Bondan Abdul Malik, mengatakan kebutuhan konsumen terhadap produk rumah tangga terus berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan kualitas hidup keluarga.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan tangan menjadi kasar atau mudah teriritasi akibat penggunaan sabun cuci piring berbahan kimia. Selain itu, bau sabun yang masih tertinggal pada peralatan makan setelah dibilas juga menjadi keluhan yang cukup sering ditemui.

"Kami melihat semakin banyak keluarga Indonesia yang mengeluhkan kulit tangan teriritasi akibat terpapar dengan zat kimia berbahaya dalam sabun cuci piring setiap hari, serta bau sabun yang tertinggal setelah piring sudah dibilas. Keduanya dapat menandakan sabun cuci piring yang digunakan mengandung bahan kimia," ujar Bondan.

Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, Kilau Nipis menghadirkan sabun cuci piring berbahan dasar tumbuhan yang diklaim mampu mengangkat lemak dan bau amis tanpa meninggalkan residu kimia. Produk ini juga disebut telah melalui uji dermatologi, menggunakan formula food grade, serta mengantongi sertifikasi USDA Biobased Product.

"Bagi kami, kebersihan bukan hanya soal piring yang tampak bersih, tetapi juga memastikan peralatan makan keluarga bebas dari residu kimia yang dapat mengurangi kenyamanan saat digunakan kembali. Melalui kehadiran Kilau Nipis di JFK 2026, kami ingin mengajak masyarakat merasakan langsung pengalaman mencuci piring yang lebih bersih, segar, dan aman tanpa residu kimia," kata Bondan.

Brand Ambassador Kilau Nipis, Nikita Willy, menilai pemilihan produk rumah tangga menjadi semakin penting, terutama bagi keluarga yang memiliki anak.

baca juga
Brand Ambassador Kilau Nipis, Nikita Willy. (dok. ist)
Brand Ambassador Kilau Nipis, Nikita Willy. (dok. ist)

"Sebagai ibu, saya semakin memperhatikan produk yang digunakan di rumah, termasuk sabun cuci piring. Bagi saya, produk yang baik bukan hanya mampu membersihkan dengan maksimal, tetapi juga membuat saya merasa tenang saat produk tersebut digunakan untuk mencuci peralatan makan keluarga," ujar Nikita.

Ia mengaku memilih produk yang mampu menghilangkan lemak dan bau amis sekaligus memberikan rasa aman untuk penggunaan sehari-hari.

Dalam rangka memperkenalkan kampanye tersebut, Kilau Nipis menghadirkan berbagai aktivitas interaktif di Jakarta Fair Kemayoran 2026. Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah tantangan Adu Kilau Piring Raksasa, yang mengajak pengunjung mencoba langsung kemampuan produk membersihkan piring berukuran jumbo.

Selain itu, pengunjung dapat mengikuti berbagai permainan, mencoba produk secara langsung, memperoleh hadiah, hingga berfoto bersama Nikita Willy. Anjungan Kilau Nipis yang mengusung konsep kesegaran jeruk nipis juga menjadi salah satu spot foto favorit selama penyelenggaraan JFK 2026.

Melalui kampanye tersebut, Kilau Nipis berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kebersihan peralatan makan tidak hanya soal tampilannya yang bersih, tetapi juga memastikan peralatan yang digunakan keluarga sehari-hari bebas dari residu kimia dan nyaman digunakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mencuci Piring di Tengah Duka: Belajar Ikhlas dari Aktivitas Sederhana

Mencuci Piring di Tengah Duka: Belajar Ikhlas dari Aktivitas Sederhana

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 13:20 WIB

Mak, Saya ke Rumah Orang saat Lebaran Itu Buat Makan, Bukan Cuci Piring!

Mak, Saya ke Rumah Orang saat Lebaran Itu Buat Makan, Bukan Cuci Piring!

Your Say | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:00 WIB

Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan

Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan

Health | Jum'at, 02 Januari 2026 | 11:56 WIB

Terkini

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:01 WIB

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:49 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:37 WIB

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

×