Akses Menjadi Hambatan Terbesar Literasi di Indonesia

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 24 Juni 2026 | 16:10 WIB
Akses Menjadi Hambatan Terbesar Literasi di Indonesia
Potret Peserta Jelajah Buku dan Kota bersama LiteraTOUR dan Stories On Foot (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Suara.com - Rendahnya budaya literasi di Indonesia kerap dikaitkan dengan rendahnya minat baca masyarakat. Namun, menurut pengurus Literatour sekaligus seorang bookstagram @awaywithbooks, Wahyu Novianto, persoalan utamanya bukan sekadar kemauan membaca, melainkan akses terhadap buku yang masih belum merata.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kegemaran membaca masyarakat pada 2025 mencapai 54,80 persen dan berada dalam kategori sedang. Angka tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca sebenarnya sudah mulai tumbuh.

Wahyu menilai banyak orang, terutama di kota-kota besar, memiliki keinginan yang kuat untuk membaca.

"Kalau ngomongin minat baca, sebenarnya minat baca itu sangat-sangat tinggi sih. Kayak kemauan untuk membaca itu kayak besar lah, apalagi dari bubble di kota atau di sosial media yang algoritma itu membaca," ujar Wahyu.

Akses Buku Masih Menjadi Hambatan

Meski demikian, ia menilai akses terhadap bahan bacaan masih menjadi hambatan utama.

"Tapi sebenarnya kayak yang perlu dibantu, itu aksesnya sih, jadi semakin mudah akses terhadap buku itu jadi minat membaca itu semakin mudah untuk diikutin," ucapnya.

Ia juga mengakui bahwa kondisi literasi saat ini mulai menunjukkan perkembangan positif.

"Sekarang sudah mulai meningkat, tapi semakin meningkat lagi itu akan sangat menyenangkan," tutur Wahyu.

baca juga

Menurut Wahyu, persoalan akses bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi juga kesesuaian tema bacaan dengan kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan masih banyak taman baca yang memiliki koleksi buku kurang relevan dengan minat pembacanya.

"Kayak kita kasih donasi buat taman baca, targetnya anak-anak. Kita ngasihnya tuh kayak, misalnya buku berternak lele, ya bagaimana anak-anak mau tertarik, itu bagian dari akses juga," katanya.

Selain itu, akses geografis juga masih menjadi tantangan. Di sejumlah kota kecil dan kabupaten, toko buku masih sulit ditemukan sehingga masyarakat memiliki pilihan yang terbatas untuk memperoleh bacaan.

Dengan kondisi tersebut, Wahyu menilai akses literasi masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan perhatian berbagai pihak.

"Kadang kita menyalahkan minat baca orang Indonesia itu rendah banget sih, tapi bagaimana minat baca mau dinurture dengan baik, kalau aksesnya pun susah," ujarnya.

Harga Buku dan Ketimpangan Akses Daerah

Selain distribusi buku yang belum merata, harga buku juga dinilai menjadi faktor yang membuat literasi sulit berkembang, terutama bagi masyarakat di daerah. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti pangan dan papan masih menjadi prioritas sehingga buku sering dianggap sebagai barang mewah.

"Harga tuh amat sangat mempengaruhi. Apalagi banyak orang yang memikirkan, utamanya kan sandang, papan, dan pangan. Jadi, buku tuh masih termasuk barang mewah hitungannya," kata Wahyu.

Ia menilai pemerintah perlu memberikan dukungan lebih serius terhadap industri literasi, termasuk melalui kebijakan yang membuat harga buku lebih terjangkau. Tidak hanya itu, budaya membaca di keluarga dan sekolah juga masih menjadi PR yang sangat penting dan besar. 

Optimisme Literasi dari Generasi Muda dan Media Sosial

Meski demikian, Wahyu tetap optimistis terhadap perkembangan budaya membaca di kalangan generasi muda. Ia melihat tren membaca justru mengalami peningkatan, baik melalui komunitas baca maupun media sosial.

"Kalau aku melihat Gen Z, generasi-generasi muda itu sangat terpapar sama sosial media dan jadi kayak ramai. Aku lihat Indonesia book party yang di setiap kota, di setiap daerah itu yang kecil-kecil, di ujung-ujung itu ada. Mereka mau membuat sendiri, itu kan buat satu optimisme tersendiri."

Fenomena BookTok di TikTok juga dinilai menjadi bukti bahwa buku masih memiliki tempat di kalangan anak muda. Melalui media sosial, sebuah buku dapat menjadi viral dan menarik perhatian ribuan pembaca baru.

Oleh karena itu, Literatour juga memanfaatkan media sosial untuk mengampanyekan budaya membaca. Menurut Wahyu, ruang digital perlu dipenuhi narasi positif tentang literasi agar mampu bersaing dengan berbagai bentuk hiburan lain.

"Ruang membaca itu tidak cuma di dunia nyata, di dunia digital juga harus digaungkan," ujarnya.

Ia berharap semakin banyak kolaborasi lintas komunitas untuk memperluas gerakan literasi sehingga membaca tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang membosankan. Pada akhirnya, Wahyu menilai masa depan literasi Indonesia bergantung pada keseriusan semua pihak dalam memperbaiki akses terhadap buku. 

"Semoga negara ini lebih peduli terhadap kepentingan literasi secara umum. Semoga buku lebih murah, akses lebih merata, dan semakin banyak orang menikmati bacaannya sendiri," tutupnya.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang

Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:30 WIB

Membaca Indonesia dari Kacamata Orde Baru: Menelusuri Indonesia 1979

Membaca Indonesia dari Kacamata Orde Baru: Menelusuri Indonesia 1979

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:00 WIB

Membaca Tembang Talijiwo: Seni Menertawakan Kekacauan Hidup

Membaca Tembang Talijiwo: Seni Menertawakan Kekacauan Hidup

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×