-
Dokter kulit sebut masker warna hitam lebih berisiko memicu jerawat wajah.
-
Karakteristik masker warna hitam menyerap panas dan memicu produksi minyak berlebih.
-
Kotoran pada masker warna hitam cenderung samar sehingga pengguna jarang menggantinya.
Suara.com - Penggunaan masker medis masih menjadi bagian dari keseharian banyak orang untuk melindungi diri dari debu dan polusi.
Di antara berbagai pilihan, masker hitam sering kali menjadi favorit karena dianggap lebih stylish dan tidak mudah terlihat kotor.
Namun, bagi Anda pejuang jerawat, pemakaian masker warna hitam bukanlah pilihan yang terbaik.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arthur SpKK, mengungkapkan bahwa masker warna hitam jauh lebih berisiko memicu jerawat dibandingkan masker warna putih.
"Masker warna hitam itu lebih berpengaruh terhadap jerawat dibandingkan masker warna putih," ujar dr. Arthur melalui unggahan di konten TikTok miliknya.
Bukan tanpa alasan, berikut beberapa faktor mengapa masker hitam bisa menjadi musuh bagi kulit berjerawat:
1. Sifat Warna Hitam yang Menyerap Panas
Secara karakteristik, warna hitam memiliki kemampuan menyerap radiasi panas dari sinar matahari.
Saat Anda beraktivitas di luar ruangan dengan masker hitam, suhu di area wajah yang tertutup akan meningkat drastis. Area tersebut menjadi lebih panas dan pengap.
2. Produksi Minyak Berlebih
Peningkatan suhu akibat penyerapan panas tadi memicu kelenjar keringat dan minyak (sebum) untuk bekerja lebih aktif.
Kondisi wajah yang hangat, lembap, dan berminyak inilah yang menjadi surga atau lingkungan ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak dengan cepat.
3. Menyamarkan Kotoran
Salah satu jebakan masker hitam adalah warnanya yang gelap cenderung menyembunyikan kotoran atau noda.
Hal ini sering membuat pengguna merasa maskernya masih bersih sehingga jarang menggantinya secara
berkala. Padahal, kotoran yang menumpuk merupakan pemicu utama iritasi.