Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Vania Rossa

Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
Peluncuran Show Token. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • SHOW Token meluncurkan ekosistem berbasis blockchain dan AI di Jakarta pada 26 Juni 2026 untuk mendukung industri film.
  • Platform ini memfasilitasi pendanaan, produksi, dan distribusi guna membantu karya kreatif Indonesia menembus pasar internasional secara lebih luas.
  • Perusahaan menargetkan investasi 100 juta dolar AS untuk mendanai puluhan film serta memberdayakan kreator lokal melalui teknologi digital.

Suara.com - Industri film Indonesia masih menghadapi tantangan besar, mulai dari sulitnya akses pendanaan hingga terbatasnya distribusi karya ke pasar global. Di tengah perkembangan teknologi digital, pemanfaatan blockchain dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai dilirik sebagai alternatif untuk membuka model bisnis baru yang lebih inklusif bagi para pelaku industri kreatif.

Pemanfaatan teknologi tersebut kini mulai diterapkan melalui peluncuran sebuah ekosistem berbasis blockchain dan AI yang diklaim menjadi yang pertama di Indonesia. Ekosistem ini dirancang untuk mendukung pendanaan, produksi, distribusi, hingga keterlibatan penonton dalam industri film dan hiburan.

Peluncuran dilakukan di Jakarta pada Jumat (26/6/2026). Dengan mengusung tema "Bridging Crypto and Entertainment: Invest Beyond the Screen", ekosistem tersebut menyasar generasi muda yang akrab dengan aset digital dan teknologi.

CEO SHOW Token Akshay Melwani mengatakan Indonesia memiliki kekayaan cerita dan talenta kreatif yang besar. Namun, banyak karya lokal belum mampu menjangkau pasar internasional karena terkendala infrastruktur pendanaan dan distribusi.

"Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, tetapi sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global. Kami ingin membangun ekosistem digital agar karya anak bangsa dapat diakses, dimiliki, dan diapresiasi oleh dunia tanpa perantara," ujar Akshay.

Ekosistem yang dikembangkan SHOW Token terdiri atas empat pilar, yaitu SHOW Movie dengan konsep watch and earn, SHOW AI & Marketplace yang memanfaatkan AI untuk produksi konten kreatif, SHOW Kids yang berfokus pada pengembangan animasi berbasis budaya lokal, serta token digital sebagai alat transaksi dan interaksi di dalam platform.

Sebagai langkah awal, SHOW Token mulai terlibat sebagai Executive Producer dalam film horor Cerita Lila hasil kolaborasi dengan MVP Pictures. Film tersebut disebut telah menarik sekitar 500 ribu penonton pada pekan pertama penayangannya.

Kolaborasi akan berlanjut melalui film Sihir Tanah Kubur yang dijadwalkan tayang pada Juli 2026. Sepanjang tahun ini, perusahaan menargetkan ikut mendanai lebih dari 30 film horor dan drama bersama sejumlah rumah produksi, di antaranya MVP Pictures dan A&Z Production.

Beberapa judul yang masuk dalam daftar pendanaan meliputi Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.

baca juga

Selain menjadi sarana pendanaan, platform ini menawarkan sejumlah fitur bagi pemegang token, seperti kesempatan berpartisipasi dalam pembiayaan film (decentralized executive producing), akses eksklusif ke proses produksi, hak memberikan suara pada keputusan kreatif tertentu, hingga berbagai bentuk apresiasi berbasis kekayaan intelektual (IP).

Chief Operating Officer (COO) SHOW Token, Joshua Khubani. (dok. ist)
Chief Operating Officer (COO) SHOW Token, Joshua Khubani. (dok. ist)

COO SHOW Joshua Khubani mengatakan pihaknya menargetkan investasi hingga US$100 juta di Asia Tenggara untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital.

"Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan pusat talenta kreatif yang selama ini kekurangan akses pendanaan dan sistem distribusi yang efisien. Kami ingin membantu menjembatani kesenjangan tersebut," kata Joshua.

Ke depan, pengembang berharap pemanfaatan blockchain dan AI tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, rumah produksi, komunitas teknologi, hingga pelaku industri kreatif. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem perfilman Indonesia yang lebih berkelanjutan, memberikan peluang lebih besar bagi penulis, sutradara, animator, dan kreator lokal untuk menembus pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Film Phi Phong: The Blood Demon, Misteri Ritual Kuno yang Mencekam!

Review Film Phi Phong: The Blood Demon, Misteri Ritual Kuno yang Mencekam!

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:56 WIB

Voicemails for Isabelle: Sulitnya Melepas Orang yang Telah Tiada

Voicemails for Isabelle: Sulitnya Melepas Orang yang Telah Tiada

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:30 WIB

Toy Story 5 Angkat Fenomena Screen Time Addiction pada Anak-Anak

Toy Story 5 Angkat Fenomena Screen Time Addiction pada Anak-Anak

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:19 WIB

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:32 WIB

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:15 WIB

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:14 WIB

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:06 WIB

Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya

Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:30 WIB

Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya

Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:26 WIB

×