- Parfum sering disemprotkan ke leher, tetapi kebiasaan ini masih memicu perdebatan di masyarakat.
- Ada yang menganggapnya berbahaya karena kandungan alkohol, sementara leher juga dikenal sebagai titik nadi yang membuat aroma lebih tahan lama.
- Simak fakta menurut pakar tentang apakah parfum aman disemprotkan di leher atau hanya sekadar mitos.

Meski demikian, dr. Agil menegaskan bahwa efek tersebut tidak terjadi secara instan dan tidak semua pengguna parfum akan mengalami gangguan kesehatan.
"Tidak berarti setiap orang yang memakai parfum akan sakit. Namun, pemakaian berlebihan dan terus-menerus selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko gangguan hormon, terutama pada ibu hamil, anak-anak dan remaja, serta orang dengan gangguan hormon sebelumnya," kata dr. Agil.
Jadi, apakah tidak boleh menyemprotkan parfum di area leher?
Berdasarkan penjelasan dr. Agil, menyemprotkan parfum di area leher sebenarnya tidak terbukti secara langsung menyebabkan kanker tiroid, jadi tidak sepenuhnya dilarang.
Namun untuk meminimalkan risiko jangka panjang, dianjurkan untuk menggunakan parfum secara bijak, termasuk terlalu sering menyemprotkannya ke kulit atau leher.
dr. Agil lebih menyarankan agar parfum disemprotkan pada pakaian, tidak digunakan secara rutin di area ketiak, dan digunakan secukupnya.
Jika memungkinkan, dr. Agil juga menganjurkan untuk memilih produk parfum yang berlabel "phthalate-free" atau "paraben-free".