Apakah Sepatu Lari Bisa Dipakai untuk Naik Gunung? Begini Kondisi yang Aman

Nur Khotimah

Senin, 29 Juni 2026 | 11:17 WIB
Apakah Sepatu Lari Bisa Dipakai untuk Naik Gunung? Begini Kondisi yang Aman
Ilustrasi sepatu lari (freepik)
baca 10 detik
  • Pemilihan alas kaki menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan saat mendaki gunung.
  • Banyak orang menggunakan sepatu lari sebagai alternatif, tetapi medan pendakian memiliki tantangan berbeda dari lintasan lari.
  • Simak penjelasan apakah sepatu lari aman dipakai naik gunung serta kondisi yang membuatnya masih layak digunakan.

Suara.com - Naik gunung menjadi salah satu aktivitas luar ruangan yang semakin digemari karena menawarkan pengalaman menikmati alam sekaligus melatih kebugaran tubuh.

Sebelum memulai pendakian, pemilihan perlengkapan yang tepat, terutama alas kaki, menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Tidak sedikit orang yang belum memiliki sepatu hiking sehingga memilih menggunakan sepatu lari sebagai alternatif.

Alasannya pun beragam, mulai dari ingin menghemat biaya hingga merasa sepatu lari lebih ringan dan nyaman dipakai berjalan jauh.

Pilihan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan, apakah sepatu lari benar-benar aman digunakan untuk mendaki gunung?

Pasalnya, medan pendakian memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan lintasan lari di jalan raya maupun trek olahraga.

Kesalahan memilih sepatu juga bukan hanya membuat kaki cepat lelah, tapi juga dapat meningkatkan risiko terpeleset, cedera, hingga kehilangan keseimbangan saat melewati jalur berbatu atau licin.

Oleh karena itu, memahami fungsi dan kemampuan setiap jenis sepatu menjadi bekal penting sebelum memutuskan perlengkapan yang akan digunakan.

Lantas, apakah sepatu lari bisa dipakai untuk naik gunung? Berikut penjelasannya agar keamanan dan keselamatan terjamin selama naik gunung.

baca juga

Sepatu Lari Bisa Dipakai untuk Naik Gunung?

Ilustrasi sepatu lari Adidas murah untuk wanita.
Ilustrasi sepatu lari.

Banyak orang memilih menggunakan sepatu lari untuk mendaki gunung karena lebih ringan dan nyaman dipakai dibanding sepatu hiking.

Namun, tidak semua jenis sepatu lari cocok digunakan di jalur pendakian karena setiap alas kaki dirancang untuk medan yang berbeda.

Menurut panduan dari REI (Recreational Equipment, Inc) di laman rei.com, sepatu lari biasa (road running shoes) umumnya dirancang untuk permukaan aspal atau jalan yang rata.

Sedangkan jalur pendakian memiliki medan yang lebih menantang, seperti bebatuan, akar pohon, tanah licin, hingga tanjakan yang membutuhkan daya cengkeram dan perlindungan kaki lebih baik.

Meski begitu, sepatu lari masih bisa digunakan untuk naik gunung dalam kondisi tertentu.

REI menjelaskan bahwa trail running shoes atau sepatu lari trail merupakan pilihan yang layak untuk pendakian ringan hingga sedang karena memiliki outsole yang lebih mencengkeram, bobot ringan, dan cukup nyaman untuk bergerak cepat di jalur.

Penggunaan sepatu lari lebih disarankan jika pendakian dilakukan di jalur yang sudah tertata dengan baik, tidak terlalu terjal, serta hanya membawa beban ringan.

ilustrasi sepatu lari (freepik)
ilustrasi sepatu lari (freepik)

Banyak pendaki jarak jauh (thru-hikers) bahkan memilih trail running shoes karena lebih ringan sehingga dapat mengurangi rasa lelah saat menempuh perjalanan panjang.

Sebaliknya, sepatu lari tidak direkomendasikan untuk pendakian dengan medan yang sangat berbatu, berlumpur, bersalju, atau saat membawa ransel yang berat.

Pada kondisi tersebut, sepatu hiking lebih unggul karena menawarkan stabilitas, perlindungan kaki, daya tahan, dan traksi yang lebih baik dibanding sepatu lari.

Selain memperhatikan jenis sepatu, pendaki juga perlu mempertimbangkan kondisi jalur, cuaca, serta beban yang dibawa.

Semakin berat medan yang akan dilalui, semakin penting menggunakan alas kaki yang memang dirancang khusus untuk aktivitas hiking agar risiko terpeleset maupun cedera dapat diminimalkan.

Jadi, apakah sepatu lari bisa dipakai untuk naik gunung? Jawabannya bisa, tetapi hanya jika menggunakan trail running shoes dan pendakian dilakukan di jalur yang relatif ringan, kering, serta tidak membawa beban berlebih.

Untuk medan yang ekstrem atau pendakian beberapa hari, para ahli tetap menyarankan menggunakan sepatu hiking karena memberikan perlindungan dan stabilitas yang lebih optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Sepatu Lari Hoka Diskon Besar di Sports Station, Hemat hingga Rp1,9 Juta

6 Sepatu Lari Hoka Diskon Besar di Sports Station, Hemat hingga Rp1,9 Juta

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:08 WIB

4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya

4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:42 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Trainer: Nyaman, Responsif, Harga Ramah

4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Trainer: Nyaman, Responsif, Harga Ramah

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:28 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×