Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Achmad Fauzi

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:50 WIB
Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol
Hilirisasi ubi kayu mulai dijalankan, tak hanya jadi oangan tetapi juga untuk Bioetanol. [ANTARA]
baca 10 detik
  • PTPN Group bekerja sama dengan sebelas mitra untuk mengembangkan ubi kayu terintegrasi di Provinsi Lampung.
  • Program ini bertujuan mendukung ketahanan pangan dan energi melalui pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol.
  • Penanaman tahap awal mencakup lahan seluas 7.313 hektare untuk mencapai target total 10.000 hektare.

Suara.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group mulai mengembangkan ubi kayu sebagai komoditas strategis tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga dapat menjadi bahan baku energi terbarukan.

Pengembangan ubi kayu ini akan dilakukan secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir di Provinsi Lampung. Dalam hal ini, PTPN Group bahkan menggandeng 11 mitra strategis untuk memperkuat pengembangan komoditas tersebut.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PTPN I Regional 7 dengan 11 mitra yang terdiri dari perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan.

Pengembangan ubi kayu tersebut diarahkan untuk membangun rantai nilai dari lahan pertanian hingga industri pengolahan. Dengan demikian, komoditas yang selama ini dikenal sebagai sumber pangan tersebut juga diarahkan untuk memiliki peran dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Harga ubi kayu, jagung, dan tebu saat ini sebelum produksi Bioetanol E20 dimulai. (freepik)
Hilirisasi Ubi Kayu mulai dijalankan. (freepik)

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan pengembangan ubi kayu dilakukan dengan membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari sektor on farm hingga off farm.

"Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Di sisi off farm, kami mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol," ujar Denaldy seperti dikutip, Senin (13/8/2026).

Pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung tidak berhenti pada peningkatan produksi di tingkat lahan. PTPN Group juga menyiapkan penguatan industri pengolahan agar komoditas tersebut menghasilkan nilai tambah lebih besar.

Salah satu arah hilirisasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Langkah ini membuat pengembangan komoditas tersebut memiliki dua fungsi strategis sekaligus, yakni sebagai bagian dari ketahanan pangan dan sumber bahan baku energi.

Untuk tahap awal, 11 mitra telah merencanakan penanaman ubi kayu di lahan seluas 7.313 hektare. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari target yang lebih besar, yakni mencapai 10.000 hektare lahan ubi kayu di Provinsi Lampung.

baca juga

PTPN Group menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar ekosistem tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan. Pemerintah daerah, BUMDes, koperasi, BUMD dan masyarakat dilibatkan dalam rantai nilai pengembangan ubi kayu.

Denaldy mengatakan sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Lampung.

Selain mengejar penguatan ketahanan pangan dan energi, program tersebut juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi kepada petani dan pelaku usaha lokal.

Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman, mengatakan perusahaan akan menjalankan program secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya hingga integrasi dengan industri hilir.

"Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Hilirisasi Sawit, Kemenkop Dorong Koperasi dan LPDB Buka Akses Pembiayaan

Perkuat Hilirisasi Sawit, Kemenkop Dorong Koperasi dan LPDB Buka Akses Pembiayaan

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:15 WIB

BUMN Nggak Bebas Lagi, Tak Bisa Asal Garap Proyek Hilirisasi

BUMN Nggak Bebas Lagi, Tak Bisa Asal Garap Proyek Hilirisasi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, Formula Mirip B50 agar E10 Jalan Mulus 2027

Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, Formula Mirip B50 agar E10 Jalan Mulus 2027

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Terkini

Fenomena Tiket Konser Selalu Ludes Saat Ekonomi Sulit: Hiburan atau Pelarian?

Fenomena Tiket Konser Selalu Ludes Saat Ekonomi Sulit: Hiburan atau Pelarian?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:31 WIB

Ombudsman RI Absen Bahas Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Rapat Komisi XIII DPR

Ombudsman RI Absen Bahas Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Rapat Komisi XIII DPR

News | Senin, 28 September 2026 | 11:31 WIB

Urutan Shio yang Disebut Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis agar Usaha Tidak Bangkrut

Urutan Shio yang Disebut Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis agar Usaha Tidak Bangkrut

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:31 WIB

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:30 WIB

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 11:29 WIB

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

News | Senin, 28 September 2026 | 11:27 WIB

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:25 WIB

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

News | Senin, 28 September 2026 | 11:23 WIB

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Jakarta | Senin, 28 September 2026 | 11:21 WIB

×