Keberlanjutan dan Masa Depan Petani di Balik Secangkir Kopi

Vania Rossa

Rabu, 01 Juli 2026 | 10:00 WIB
Keberlanjutan dan Masa Depan Petani di Balik Secangkir Kopi
Ilustrasi kopi kenangan. [Instagram kopi kenangan]
baca 10 detik
  • Kopi Kenangan merilis laporan ESG 2025 yang berfokus pada penguatan rantai pasok lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Indonesia.
  • Perusahaan berhasil mengelola limbah operasional serta mengurangi emisi karbon secara signifikan melalui berbagai program efisiensi ramah lingkungan.
  • Kopi Kenangan menciptakan lapangan kerja inklusif bagi penyandang disabilitas melalui program pelatihan barista yang dimulai pada tahun 2026.

Suara.com - Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu keberlanjutan, industri makanan dan minuman dituntut untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Komitmen inilah yang terus diperkuat oleh Kopi Kenangan melalui berbagai inisiatif keberlanjutan yang dirangkum dalam Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) 2025.

Bagi banyak orang, secangkir kopi mungkin hanya menjadi teman memulai hari. Namun di baliknya, ada rantai panjang yang melibatkan petani, pemasok, karyawan, hingga komunitas lokal. Kopi Kenangan mencoba memastikan bahwa setiap mata rantai tersebut mendapatkan manfaat dari pertumbuhan bisnis yang mereka bangun.

Sepanjang 2025, perusahaan mencatat sejumlah capaian yang menunjukkan bagaimana keberlanjutan diterapkan dalam praktik sehari-hari. Salah satunya adalah penggunaan 100 persen bahan baku utama yang dipasok dari supplier lokal. Langkah ini tidak hanya memperkuat rantai pasok dalam negeri, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri kopi Indonesia.

Komitmen tersebut turut berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Selama tahun 2025, Kopi Kenangan mempekerjakan lebih dari 7.500 karyawan dengan total pembayaran upah mencapai Rp467 miliar. Angka ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional sekaligus upaya menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas.

Di sisi lingkungan, perusahaan mulai memperkuat langkah menuju operasional yang lebih ramah lingkungan. Melalui berbagai program ekonomi sirkular, lebih dari 50 ton limbah operasional berhasil dialihkan dari tempat pembuangan akhir. Selain itu, Kopi Kenangan juga mulai memetakan jejak karbon operasional dan berhasil mengurangi emisi karbon hingga 81.672 kilogram CO2e melalui berbagai inisiatif efisiensi.

Perjalanan menuju keberlanjutan juga dimulai dari hulu. Bersama Universitas Udayana dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani Bali, Kopi Kenangan menjalankan program penguatan ekosistem pertanian kopi. Program ini mencakup edukasi pertanian berkelanjutan bagi puluhan petani, inkubasi bisnis untuk anak-anak petani, hingga dukungan infrastruktur yang diharapkan dapat memperkuat masa depan industri kopi lokal.

Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan, Inneke Lestari, mengatakan perusahaan percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan harus mampu menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Kami terus berupaya memastikan bahwa pertumbuhan bisnis Kopi Kenangan berjalan seiring dengan kontribusi positif terhadap lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik," ujarnya.

Tak hanya fokus pada lingkungan dan ekonomi, Kopi Kenangan juga memperluas dampak sosial melalui program Barista Hebat yang diluncurkan pada 2026. Program ini membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tuli melalui pelatihan barista, pengembangan keterampilan kerja, serta pendampingan profesional sebelum terjun ke industri makanan dan minuman.

baca juga

Melalui kolaborasi dengan Parakerja, program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan setara. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara soal lingkungan, tetapi juga tentang membuka akses dan peluang bagi lebih banyak orang untuk berkembang.

Di tengah persaingan industri kopi yang semakin ketat, langkah Kopi Kenangan menunjukkan bahwa bisnis dan keberlanjutan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, ketika keduanya berjalan beriringan, pertumbuhan yang tercipta dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan industri kopi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:44 WIB

Segelas Es Kopi dan Stigma Boros yang Melekat pada Anak Muda

Segelas Es Kopi dan Stigma Boros yang Melekat pada Anak Muda

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:20 WIB

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:19 WIB

Terkini

Sidang Korupsi Haji: Terungkap Ada 'Jatah' THR hingga Uang Terima Kasih Rp100 Juta untuk Pejabat!

Sidang Korupsi Haji: Terungkap Ada 'Jatah' THR hingga Uang Terima Kasih Rp100 Juta untuk Pejabat!

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Mengupas Sengketa Ijazah Gibran: Potensi Bencana Ketatanegaraan di Balik Putusan MK

Mengupas Sengketa Ijazah Gibran: Potensi Bencana Ketatanegaraan di Balik Putusan MK

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:09 WIB

MMA Indonesia Umumkan Daftar Pendek SMARTIES Indonesia 2026 Awards

MMA Indonesia Umumkan Daftar Pendek SMARTIES Indonesia 2026 Awards

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:07 WIB

Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi

Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi

Kaltim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:06 WIB

Kulit Auto Adem dan Lembap! 6 Cica Sheet Mask Korea untuk Redakan Kemerahan

Kulit Auto Adem dan Lembap! 6 Cica Sheet Mask Korea untuk Redakan Kemerahan

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Apa yang Berubah Menuju Pemilu 2029?

Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Apa yang Berubah Menuju Pemilu 2029?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Candy Caddy: Kisah Caddy Golf Melawan Stigma Sosial

Review Serial Candy Caddy: Kisah Caddy Golf Melawan Stigma Sosial

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar

Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar

Batam | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Bikin Anak-Anak Gampang Beli Miras, Toko 'Nakal' di Pemukiman Wonokromo Disegel Satpol PP Surabaya

Bikin Anak-Anak Gampang Beli Miras, Toko 'Nakal' di Pemukiman Wonokromo Disegel Satpol PP Surabaya

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Habis Pull, Kartunya Mau Diapain? Panduan Mengelola Hasil Oripa Online

Habis Pull, Kartunya Mau Diapain? Panduan Mengelola Hasil Oripa Online

Tekno | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:52 WIB

×