- Kandungan bahan tertentu pada produk pelembap bibir dapat memicu peradangan serta menghilangkan kelembapan alami bibir.
- Kebiasaan menjilat bibir serta paparan sinar matahari juga bisa memperparah kondisi.
- Berikut sejumlah ulasan mengapa bibir tetap kering meski sudah pakai lip balm.
Lip balm hanya bekerja di permukaan sebagai penghalang (barrier). Jika tubuh Anda kekurangan cairan (dehidrasi), kulit bibir, yang tidak memiliki kelenjar minyak sebanyak kulit bagian tubuh lain, akan menjadi area pertama yang
menunjukkan gejalanya.
Mengoleskan lip balm pada tubuh yang dehidrasi ibarat menyiram tanaman yang akarnya sudah kering. Hasilnya tidak akan maksimal.
5. Efek Samping Paparan Sinar Matahari
Sama seperti kulit wajah, bibir juga bisa terbakar sinar matahari (sunburn). Bibir tidak memiliki melanin (pigmen pelindung) yang cukup untuk menangkal sinar UV.
Jika lip balm Anda tidak mengandung SPF, bibir akan kehilangan elastisitasnya dan terus-menerus terasa kering akibat kerusakan kolagen oleh sinar matahari.
Solusi: Bagaimana Cara Mengatasinya?
Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Dermatology (AAD), berikut langkah praktis yang bisa Anda lakukan.
- Pilih Bahan yang Aman: Cari produk yang mengandung white petrolatum, shea butter, minyak biji jarak (castor seed oil), atau ceramides.
- Hindari Wewangian: Gunakan produk yang bebas pewangi (fragrance-free) dan hipoalergenik.
- Gunakan SPF: Pastikan lip balm siang hari Anda mengandung SPF 30 atau lebih tinggi.
- Minum Air Putih: Pastikan hidrasi tubuh tercukupi dari dalam.
Jika setelah mengganti produk dan menjaga hidrasi tapi ternyata bibir tetap kering hingga berdarah atau membengkak, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit.