Bagaimana Cairan Pencuci Buah Ini Berupaya Mengurangi Residu Pestisida dan Limbah Pangan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:04 WIB
Bagaimana Cairan Pencuci Buah Ini Berupaya Mengurangi Residu Pestisida dan Limbah Pangan?
Potret Buah yang Sedang Dicuci (Pexels/Any Lane)

Suara.com - Setiap tahun, jutaan ton buah dan sayuran terbuang sebelum sempat dikonsumsi. Sebagian membusuk terlalu cepat, sebagian lagi dibuang karena kekhawatiran terhadap residu pestisida yang menempel di permukaannya.

Dua persoalan itu, keamanan pangan dan limbah makanan, kini menjadi tantangan besar bagi sistem pangan global.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, tim peneliti dari University of British Columbia mengembangkan cairan pencuci buah berbahan alami yang tidak hanya membantu mengurangi residu pestisida, tetapi juga memperpanjang masa simpan buah sehingga berpotensi menekan pemborosan pangan.

Penulis senior penelitian sekaligus asisten profesor di Fakultas Sistem Pertanian dan Pangan UBC, Dr. Tianxi Yang, mengatakan ide penelitian ini muncul dari kebiasaan putra kecilnya yang gemar mengonsumsi blueberry.

 “Tujuan kami adalah menciptakan cairan pencuci yang sederhana, aman, dan terjangkau yang meningkatkan keamanan dan kualitas pangan,” ujar Dr. Yang.
 
“Orang tidak seharusnya harus memilih antara mengonsumsi hasil pertanian segar dan mengkhawatirkan apa yang ada di dalamnya,” tambahnya.
 
Terbuat dari bahan alami

Dalam penelitian berjudul Dual-Function Metal–Phenolic Network-Capped Starch Nanoparticles for Postharvest Pesticide Removal and Produce Preservation, para peneliti menggunakan nanopartikel pati dari jagung dan kentang yang dipadukan dengan asam tanat—senyawa alami yang banyak ditemukan pada teh dan anggur—serta zat besi.

Kombinasi tersebut membentuk struktur yang mampu menangkap residu pestisida pada permukaan buah sehingga lebih mudah dihilangkan saat pencucian.

Dalam uji coba pada apel, cairan ini mampu menghilangkan sekitar 86–96 persen residu tiga jenis pestisida. Sebagai perbandingan, pencucian dengan air mengalir, baking soda, atau pati biasa hanya mampu menghilangkan kurang dari setengah residu yang menempel.

 Menjadi “kulit kedua” untuk buah

baca juga

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah kemampuannya membentuk lapisan tipis yang dapat dimakan, mudah terurai, dan aman dikonsumsi.

Lapisan tersebut bekerja layaknya “kulit kedua” yang melindungi buah tanpa menghambat pertukaran udara. Hasilnya, buah kehilangan air lebih lambat, proses pencokelatan berkurang, dan masa simpannya menjadi lebih panjang.


“Lapisan tersebut bertindak seperti kulit kedua yang memungkinkan udara masuk. Ukuran kualitas makanan seperti keasaman dan gula larut juga tetap lebih tinggi pada buah yang dilapisi,” jelas Dr. Yang.
Lapisan ini juga memiliki sifat antimikroba yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab pembusukan.

 Mengurangi limbah pangan

Menurut para peneliti, manfaat terbesar teknologi ini mungkin bukan hanya pada keamanan pangan, melainkan pada potensinya mengurangi limbah makanan.

Buah yang lebih tahan lama berarti lebih sedikit produk yang dibuang selama distribusi, penyimpanan, maupun di rumah tangga. Dalam konteks perubahan iklim, pengurangan limbah pangan dinilai penting karena makanan yang terbuang juga berarti pemborosan air, energi, lahan, dan emisi yang dihasilkan selama proses produksinya.

Biaya penggunaannya pun relatif rendah, sekitar tiga sen dolar AS per apel, sehingga berpotensi diterapkan dalam industri pengolahan buah.

Menuju penggunaan di rumah tangga

Saat ini, tim UBC tengah mengembangkan versi yang lebih praktis untuk konsumen, seperti semprotan atau tablet yang dapat dilarutkan ke dalam air sebelum mencuci buah.

Meski masih memerlukan pengujian lanjutan dan persetujuan regulator, Dr. Yang berharap inovasi ini dapat membantu masyarakat merasa lebih yakin mengonsumsi buah segar sekaligus mengurangi makanan yang berakhir di tempat sampah.

 “Harapan kami adalah membantu masyarakat merasa lebih yakin dengan hasil pertanian yang mereka bawa pulang, mengetahui bahwa hasil tersebut lebih aman, lebih tahan lama, dan menghasilkan lebih sedikit limbah makanan,” tutupnya.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata

Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:57 WIB

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×