Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!

Dinda Rachmawati

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:25 WIB
Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!
ilustrasi MSG
baca 10 detik
  • Penelitian ilmiah membuktikan bahwa MSG mengandung natrium jauh lebih rendah dibandingkan garam dapur biasa untuk kesehatan.
  • Penggunaan MSG yang tepat dapat mengurangi konsumsi garam hingga tiga puluh persen tanpa mengorbankan kelezatan makanan.
  • PT Sasa Inti menyelenggarakan kampanye edukasi #MSGYangBenar di Surabaya pada 30 Juni 2026 untuk meluruskan mitos MSG.

Suara.com - Selama bertahun-tahun, Monosodium Glutamat (MSG) kerap mendapat stigma sebagai bahan tambahan yang dianggap tidak sehat. Tidak sedikit orang yang menghindari penggunaan MSG karena percaya bahwa penyedap rasa ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan. 

Padahal, berbagai penelitian ilmiah justru menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Persepsi negatif terhadap MSG telah berkembang selama puluhan tahun dan menjadi semacam mitos yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 

Di tengah berkembangnya tren hidup sehat dan kesadaran masyarakat terhadap pola makan, informasi yang benar mengenai MSG menjadi semakin penting agar masyarakat dapat membuat pilihan berdasarkan fakta, bukan sekadar asumsi.

Data dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa kandungan natrium dalam MSG hanya sekitar 12 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan garam dapur yang mengandung sekitar 40 persen natrium. 

Fakta ini membuka perspektif baru bahwa penggunaan MSG secara tepat justru dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi asupan natrium dari garam.

Temuan lain yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science juga mengungkapkan bahwa penggunaan MSG yang tepat mampu mengurangi kebutuhan garam hingga 30 persen tanpa mengorbankan cita rasa makanan. 

Bahkan, penggunaan MSG dapat meningkatkan penerimaan rasa atau palatability sehingga makanan tetap terasa lezat meski kadar garamnya dikurangi.

Bahan ini juga berasal dari proses fermentasi, termasuk fermentasi tebu, yang menghasilkan glutamat, salah satu asam amino yang secara alami juga terdapat pada berbagai bahan makanan seperti tomat, keju, dan jamur.

Melihat masih banyaknya kesalahpahaman mengenai MSG, PT Sasa Inti menggelar kampanye edukasi bertajuk #MSGYangBenar melalui acara “MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos” yang berlangsung di Alun-Alun Surabaya pada 30 Juni 2026. 

baca juga

Kampanye tersebut bertujuan mengajak masyarakat melihat kembali berbagai mitos yang selama ini melekat pada MSG berdasarkan sudut pandang ilmiah.

“MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis bagi keluarga Indonesia agar makanan sehat dan bergizi semakin lezat. Mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang MSG itu seringkali keliru dan salah kaprah. Pada momen ini, kami ingin mengedukasi masyarakat terkait penggunaan #MSGYangBenar dengan mematahkan mitos-mitos MSG yang ada,” ujar Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata.

Sebagai bagian dari upaya edukasi tersebut, masyarakat juga dapat mengakses situs msgyangbenar.sasa.co.id untuk memperoleh informasi dan memvalidasi berbagai mitos serta fakta seputar MSG.

Menariknya, edukasi mengenai MSG kali ini tidak hanya disampaikan melalui diskusi panel. Sasa turut menggandeng sejumlah pedagang nasi goreng legendaris di Surabaya yang telah puluhan tahun menggunakan MSG dalam masakan mereka. 

Pengalaman para pelaku kuliner ini menjadi gambaran nyata bahwa penggunaan MSG selama bertahun-tahun tetap dapat berjalan seiring dengan penyajian makanan yang aman dan lezat.

Dalam kolaborasi tersebut, para pedagang bahkan berhasil mengurangi penggunaan gula dan garam secara signifikan dengan bantuan MSG, tanpa menghilangkan rasa gurih yang menjadi ciri khas sajian mereka.

Acara edukasi ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, mulai dari dokter dan health expert Reisa Broto Asmoro, dietisien Mochamad Rizal, S.Gz., M.S., Chef Martin Praja, hingga ikon kuliner Surabaya, Bu Rudy, dengan dipandu oleh Indra Herlambang. 

Selain diskusi, pengunjung juga diajak menikmati instalasi interaktif, menyaksikan demonstrasi memasak, serta mengikuti uji rasa secara langsung.

Pada akhirnya, perdebatan mengenai MSG tampaknya perlu kembali ditempatkan pada landasan ilmiah. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa MSG bukanlah bahan yang patut ditakuti, melainkan salah satu alternatif yang dapat membantu masyarakat mengurangi penggunaan gula dan garam tanpa mengorbankan kelezatan makanan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film Pendek Singsot, dari Mitos Menjadi Mimpi Buruk

Film Pendek Singsot, dari Mitos Menjadi Mimpi Buruk

Your Say | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:00 WIB

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:28 WIB

Kejar Swasembada Garam 2027, Pemerintah Genjot Modernisasi Tambak

Kejar Swasembada Garam 2027, Pemerintah Genjot Modernisasi Tambak

Foto | Senin, 29 Juni 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?

Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak

Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026

Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:50 WIB

KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor

KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Panduan Pilih Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki Sesuai Arah Mata Angin

Panduan Pilih Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki Sesuai Arah Mata Angin

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik

Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh

Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:39 WIB

Local Media Community Pekanbaru Bahas Tantangan Media di Era Digital

Local Media Community Pekanbaru Bahas Tantangan Media di Era Digital

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:39 WIB

Dari Data hingga Terapi, Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Percepat Penemuan Obat

Dari Data hingga Terapi, Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Percepat Penemuan Obat

Health | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:37 WIB

Belanja Murah Pakai QRIS BRImo, Bisa Dipakai saat Weekdays

Belanja Murah Pakai QRIS BRImo, Bisa Dipakai saat Weekdays

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:37 WIB

×