Melihat Sisi Lain Kota Pesisir, Menyusuri Jakarta dari Mata Perempuan Muara Angke,

Vania Rossa

Minggu, 05 Juli 2026 | 10:29 WIB
Melihat Sisi Lain Kota Pesisir, Menyusuri Jakarta dari Mata Perempuan Muara Angke,
Museum Bahari menghadirkan pameran Suara dari Muara. (Dok. Museum Bahari)
baca 10 detik
  • Museum Bahari Jakarta menyelenggarakan pameran Suara dari Muara pada 4–31 Juli 2026 sebagai sarana edukasi warisan maritim.
  • Dua puluh perempuan Muara Angke mendokumentasikan kehidupan pesisir, peran ekonomi, dan tantangan lingkungan melalui metode fotografi kreatif Photovoice.
  • Kolaborasi berbagai lembaga ini menyajikan instalasi seni dan foto untuk memperluas pemahaman publik terhadap kehidupan masyarakat nelayan.

Suara.com - Jakarta tak hanya menyimpan cerita gedung-gedung pencakar langit dan kawasan bersejarah di pusat kota. Di pesisir utara, Museum Bahari mengajak wisatawan menikmati pengalaman yang berbeda melalui pameran Suara dari Muara, yang berlangsung pada 4–31 Juli 2026.

Pameran ini menghadirkan kisah kehidupan perempuan Muara Angke melalui foto-foto yang mereka ambil sendiri. Bukan sekadar pameran fotografi, Suara dari Muara menawarkan perjalanan untuk mengenal wajah lain Jakarta dari sudut pandang masyarakat pesisir yang selama ini menjadi bagian penting dari sejarah maritim ibu kota.

Dikembangkan melalui kolaborasi Georgetown University School of Foreign Service in Asia-Pacific (GSAP), Museum Bahari, Yayasan Riset Visual mataWaktu, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan Climate Reality Indonesia, pameran ini memadukan fotografi, cerita, serta instalasi seni menjadi pengalaman yang lebih imersif.

Sebanyak 20 perempuan Muara Angke mendokumentasikan keseharian mereka menggunakan metode Photovoice. Melalui kamera, mereka merekam aktivitas di kampung nelayan, peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga, hubungan dengan laut, hingga harapan terhadap masa depan kawasan pesisir Jakarta.

Kurator Suara dari Muara dari Yayasan Riset Visual mataWaktu, Gunawan Widjaja, mengatakan metode tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk menceritakan pengalaman mereka secara autentik.

"Ketika masyarakat diberikan ruang untuk merekam dan menceritakan kehidupannya sendiri, yang lahir bukan sekadar dokumentasi visual, melainkan pengalaman yang mampu membangun empati. Suara dari Muara mengajak kita mendengar cerita langsung dari mereka yang menjalaninya setiap hari," ujarnya.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Misari, berharap pameran ini dapat memperluas cara masyarakat memandang warisan maritim Jakarta.

"Museum Bahari ingin menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan cerita-cerita yang hidup di sekitar pesisir Jakarta. Melalui Suara dari Muara, kami mengajak pengunjung untuk datang, mendengar, dan memahami pengalaman perempuan Muara Angke sebagai bagian dari warisan maritim yang terus hidup hingga hari ini," kata Misari.

Selain menikmati deretan foto, pengunjung juga dapat melihat instalasi seni karya dosen Institut Kesenian Jakarta yang memanfaatkan cangkang kerang hijau khas Muara Angke sebagai material utama. Karya tersebut menggambarkan kreativitas masyarakat pesisir sekaligus hubungan mereka dengan lingkungan laut.

baca juga

Pengalaman berkunjung juga diperkaya dokumentasi visual dari Climate Reality Indonesia yang memberikan gambaran lebih luas mengenai kehidupan masyarakat pesisir di tengah tantangan perubahan iklim.

Menariknya, pembukaan pameran diramaikan dengan Pesta Rakyat yang menghadirkan jajanan tradisional, pertunjukan seni, dan berbagai aktivitas khas kampung nelayan, sehingga pengunjung dapat merasakan atmosfer Muara Angke tanpa meninggalkan Jakarta.

Salah satu peserta pameran sekaligus Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Muara Angke, Nurweni, berharap karya-karya tersebut mampu membuat masyarakat lebih memahami kehidupan perempuan pesisir.

"Kami berharap melalui karya-karya ini, masyarakat dapat melihat kehidupan kami apa adanya. Di balik hasil laut yang mereka nikmati setiap hari, ada perjuangan, ketidakpastian, dan kerja keras yang sering kali tidak terlihat. Kami ingin suara dan pengalaman kami juga didengar," ungkapnya.

Bagi pencinta wisata budaya, sejarah, maupun fotografi, Suara dari Muara menjadi destinasi menarik untuk mengisi akhir pekan. Pameran ini mengingatkan bahwa di balik hiruk-pikuk Jakarta, terdapat kisah masyarakat pesisir yang terus menjaga hubungan erat dengan laut dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pet Lovers Merapat! Pameran Ini Hadirkan Ragam Aktivitas Edukasi hingga Kebutuhan Hewan Peliharaan

Pet Lovers Merapat! Pameran Ini Hadirkan Ragam Aktivitas Edukasi hingga Kebutuhan Hewan Peliharaan

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:29 WIB

Jelajahi ARTJOG 2026, Awal Trilogi Baru "Ars Longa: Generatio"

Jelajahi ARTJOG 2026, Awal Trilogi Baru "Ars Longa: Generatio"

Video | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:57 WIB

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup

Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup

Sumsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:06 WIB

Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?

Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:05 WIB

Wali Kota Minta Satpol PP Pekanbaru Segera Tertibkan Warung Remang-remang

Wali Kota Minta Satpol PP Pekanbaru Segera Tertibkan Warung Remang-remang

Riau | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:04 WIB

The Upstairs Hadirkan Musik Enerjik dan Cerita Kehidupan Urban di Soundrenaline 2026

The Upstairs Hadirkan Musik Enerjik dan Cerita Kehidupan Urban di Soundrenaline 2026

Entertainment | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:03 WIB

Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu

Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu

Video | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM

Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 18:52 WIB

Purbaya Turunkan Bunga Pinjaman Usaha Mikro dari 22% ke 8%

Purbaya Turunkan Bunga Pinjaman Usaha Mikro dari 22% ke 8%

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 18:44 WIB

Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal

Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35 WIB

Hotman Paris Tak Paham Hukum! Klaim Penetapan Tersangka Febrie Harus Izin Presiden Dikuliti Boyamin

Hotman Paris Tak Paham Hukum! Klaim Penetapan Tersangka Febrie Harus Izin Presiden Dikuliti Boyamin

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53 WIB

18 Orang Tewas di Tol Pekanbaru-Dumai Selama Januari hingga Juli 2026

18 Orang Tewas di Tol Pekanbaru-Dumai Selama Januari hingga Juli 2026

Riau | Minggu, 19 Juli 2026 | 17:52 WIB

×