Kenapa Pulau Padar Ditutup? Ini Alasan Wisatawan Tak Bisa Berkunjung Seenaknya

Farah Nabilla

Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:20 WIB
Kenapa Pulau Padar Ditutup? Ini Alasan Wisatawan Tak Bisa Berkunjung Seenaknya
Pulau Padar (Suara.com/ Risna Halidi)
baca 10 detik
  • KSOP Kelas III Labuan Bajo menutup pelayaran ke Pulau Padar sejak akhir 2025 akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
  • Penutupan sementara tersebut diputuskan setelah terjadi insiden kapal wisata tenggelam di perairan Pulau Padar pada 26 Desember 2025.
  • Pembatasan akses wisata perairan ini dilakukan demi menjaga keselamatan pelayaran dari risiko angin kencang hingga Juli 2026.

Suara.com - Kenapa Pulau Padar ditutup? Pertanyaan ini kembali menjadi perhatian setelah aktris Jessica Mila bersama keluarganya diketahui berlibur ke kawasan Labuan Bajo dan mengunjungi destinasi yang menjadi salah satu ikon wisata Nusa Tenggara Timur tersebut.

Momen liburan Jessica Mila dan keluarga di Pulau Padar pun mendapat sorotan dari warganet. Di tengah perbincangan tersebut, muncul pertanyaan mengenai kondisi terkini akses wisata ke Pulau Padar dan alasan kawasan tersebut sempat ditutup bagi wisatawan.

Pulau Padar merupakan salah satu destinasi populer di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pemandangan dari atas bukit dengan kombinasi laut biru dan tiga teluk yang khas membuat pulau ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.

Namun, akses menuju Pulau Padar tidak selalu dibuka. Salah satu alasan utama penutupan adalah kondisi cuaca buruk, angin kencang, dan potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan pelayaran kapal wisata.

Kenapa Pulau Padar Ditutup?

Taklukkan 818 Anak Tangga di Pulau Padar (Suara.com/Dinda Rachmawati)
Taklukkan 818 Anak Tangga di Pulau Padar (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Penutupan sementara pelayaran menuju Pulau Padar dilakukan karena faktor keselamatan pelayaran.

Sejak akhir 2025, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara pelayaran kapal wisata menuju Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Keputusan tersebut diambil setelah kondisi cuaca di sekitar perairan Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Padar dinilai tidak aman untuk aktivitas pelayaran wisata.

Kondisi tersebut ditandai dengan cuaca buruk, angin kencang, serta potensi gelombang tinggi di perairan sekitar kawasan Taman Nasional Komodo.

Penutupan ini bukan berarti Pulau Padar ditutup secara permanen. Akses wisata dapat kembali dibuka ketika kondisi perairan dan cuaca dinilai aman untuk pelayaran.

baca juga

Penutupan Pulau Padar Berkaitan dengan Insiden Kapal Tenggelam

Keputusan menutup sementara pelayaran menuju Pulau Padar juga dilakukan setelah terjadi insiden kapal wisata tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat, 26 Desember 2025. Kecelakaan ini yang membuat Fernando Martin Carreras, pelatih tim B wanita Valencia FC meninggal tenggelam.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kondisi cuaca dan laut dapat menjadi faktor risiko serius bagi kapal wisata yang membawa wisatawan menuju sejumlah destinasi di kawasan Taman Nasional Komodo.

Setelah kejadian tersebut, KSOP Kelas III Labuhan Bajo berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran. KSOP juga mengeluarkan notice to mariner sebagai pemberitahuan kepada pelaku pelayaran mengenai kondisi perairan dan penutupan sementara rute menuju Pulau Komodo serta Pulau Padar.

Apakah Pulau Padar Masih Ditutup?

Pada Juli 2026, wisatawan masih belum dapat bebas melakukan perjalanan wisata menuju Pulau Padar akibat faktor keselamatan pelayaran.

Potensi gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Labuan Bajo menjadi salah satu pertimbangan utama pembatasan akses tersebut.

Artinya, wisatawan yang berencana mengunjungi Pulau Padar perlu memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan status pelayaran sebelum berangkat.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa status akses menuju Pulau Padar dapat berubah mengikuti situasi cuaca dan keputusan otoritas setempat.

Penutupan Pulau Padar karena cuaca buruk perlu dibedakan dengan penutupan destinasi akibat kerusakan lingkungan atau alasan konservasi.

Dalam konteks penutupan yang terjadi sejak akhir 2025, faktor utama yang menjadi perhatian adalah keselamatan pelayaran akibat kondisi cuaca dan gelombang laut.

Jadi, ketika muncul pertanyaan “kenapa Pulau Padar ditutup?”, jawabannya bukan karena Pulau Padar tidak boleh lagi dikunjungi wisatawan.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kapal wisata tidak beroperasi ketika kondisi perairan berisiko bagi penumpang dan awak kapal.

Kenapa Pulau Padar Berbahaya Saat Gelombang Tinggi?

Untuk mencapai Pulau Padar, wisatawan umumnya menggunakan kapal dari kawasan Labuan Bajo. Perjalanan tersebut membuat kondisi laut menjadi faktor penting dalam keamanan wisata.

Ketika angin bertiup kencang dan gelombang meninggi, perjalanan kapal dapat menjadi lebih berisiko. Kapal juga dapat mengalami guncangan yang lebih kuat sehingga meningkatkan potensi kecelakaan.

Karena itu, wisatawan tidak hanya perlu mempertimbangkan kondisi di daratan Pulau Padar, tetapi juga kondisi perairan yang harus dilewati sebelum sampai ke destinasi.

Inilah alasan otoritas pelabuhan dapat menghentikan sementara pelayaran meskipun destinasi wisata di darat sebenarnya tetap dalam kondisi baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mata Batin 2: Teror Arwah Darmah dan Rahasia Kelam di Panti Asuhan, Malam Ini di ANTV

Mata Batin 2: Teror Arwah Darmah dan Rahasia Kelam di Panti Asuhan, Malam Ini di ANTV

Entertainment | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:30 WIB

Effortlessly Stylish Ramadan: Contek Gaya Nikita Willy, Indra Priawan, Jessica Mila & Andrew White

Effortlessly Stylish Ramadan: Contek Gaya Nikita Willy, Indra Priawan, Jessica Mila & Andrew White

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:30 WIB

Akui Sempat Malu Main Sinetron Ganteng Ganteng Serigala, Jessica Mila Tuai Kritik

Akui Sempat Malu Main Sinetron Ganteng Ganteng Serigala, Jessica Mila Tuai Kritik

Entertainment | Selasa, 20 Januari 2026 | 12:09 WIB

Sinetron Fenomenal GGS Simpan Cerita Kelam, Kevin Julio Bongkar Kondisi Jessica Mila Tidur di Hutan

Sinetron Fenomenal GGS Simpan Cerita Kelam, Kevin Julio Bongkar Kondisi Jessica Mila Tidur di Hutan

Entertainment | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:30 WIB

Jessica Mila Beberkan Rencana Hamil Lagi di 2026, Karier Sementara Ditahan?

Jessica Mila Beberkan Rencana Hamil Lagi di 2026, Karier Sementara Ditahan?

Your Say | Kamis, 11 Desember 2025 | 14:05 WIB

Terkini

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Review KIPRUN Kipstorm Tempo, Sepatu Lari Long Run dan Tempo Run Pecinta Pace Ngebut

Review KIPRUN Kipstorm Tempo, Sepatu Lari Long Run dan Tempo Run Pecinta Pace Ngebut

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG

Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?

Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Jaga Hutan dengan Kearifan Lokal, Pemerintah Genjot Status Hukum Masyarakat Adat Gunung Kong

Jaga Hutan dengan Kearifan Lokal, Pemerintah Genjot Status Hukum Masyarakat Adat Gunung Kong

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA

Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru

Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun

Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi

Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi

Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

×