Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Vania Rossa

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
Tim siswa MHIS dalam ajang Outstanding, Research, Robotic, Innovation & Technology Conference (ORBIT-C) 2026 yang berlangsung di China. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Siswa SMA Mutiara Harapan Islamic School menciptakan Smart Stick berbasis AI untuk membantu aktivitas penyandang tunanetra.
  • Tim siswa tersebut berhasil meraih 14 medali emas dan Outstanding Award dalam ajang ORBIT-C 2026 di China.
  • Inovasi tongkat pintar karya pelajar Indonesia ini mendapat apresiasi serta ketertarikan dari seorang profesor di China.

Suara.com - Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini tidak hanya dikembangkan oleh perusahaan teknologi atau lembaga riset. Di tangan pelajar, teknologi tersebut juga dapat menjadi solusi untuk membantu masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Hal itu ditunjukkan siswa SMA Mutiara Harapan Islamic School (MHIS) melalui Smart Stick, sebuah tongkat pintar berbasis AI yang dirancang untuk membantu penyandang tunanetra mengenali lingkungan dan mendeteksi berbagai hambatan di sekitarnya.

Inovasi tersebut dibawa tim siswa MHIS dalam ajang Outstanding, Research, Robotic, Innovation & Technology Conference (ORBIT-C) 2026 yang berlangsung di China pada 22–26 Juli 2026.

Dalam kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar dari sejumlah negara tersebut, tim MHIS berhasil meraih 14 medali emas dan Outstanding Award.

Namun, Smart Stick tidak hanya menarik perhatian karena penghargaan yang diraih. Inovasi tersebut juga mendapat apresiasi dari salah seorang profesor di China yang melihat potensi pengembangan lebih lanjut dari teknologi karya para siswa tersebut.

Smart Stick Manfaatkan AI untuk Bantu Tunanetra

Smart Stick dikembangkan dengan memanfaatkan sensor dan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna mendeteksi objek atau hambatan yang berada di sekitar mereka.

Ketika perangkat mendeteksi adanya halangan, Smart Stick akan memberikan peringatan kepada pengguna melalui suara atau voice assistance serta bunyi notifikasi.

Dengan sistem tersebut, pengguna diharapkan dapat lebih mudah mengetahui kondisi lingkungan di sekitarnya tanpa harus mengandalkan penglihatan.

baca juga

Konsep ini membuat Smart Stick bukan sekadar perangkat teknologi, tetapi juga sebuah inovasi yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat.

Para siswa mencoba menggabungkan teknologi dengan kebutuhan penyandang tunanetra sehingga perangkat yang dikembangkan memiliki tujuan praktis, yakni membantu pengguna beraktivitas secara lebih aman dan mandiri.

Dilirik Profesor di China

Karya tersebut kemudian mendapat perhatian dari akademisi internasional ketika dipresentasikan dalam ORBIT-C 2026.

Seorang profesor di China memberikan apresiasi terhadap potensi Smart Stick dan menyampaikan ketertarikannya agar inovasi tersebut dapat terus dikembangkan.

Bahkan, Smart Stick dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan hingga dapat dipasarkan di China.

Apresiasi tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi para siswa MHIS. Pasalnya, karya yang pada awalnya dikembangkan untuk menghadirkan solusi bagi penyandang tunanetra ternyata mendapat respons positif dari akademisi di tingkat internasional.

"Kami sangat bersyukur bisa mewakili Indonesia di ajang internasional ini. Awalnya, kami hanya ingin menciptakan solusi yang benar-benar bermanfaat bagi penyandang tunanetra. Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa Smart Stick akan mendapat apresiasi hingga menarik perhatian seorang profesor di China," ujar Andhara, siswi SMA Mutiara Harapan Islamic School.

Menurut Andhara, pengalaman mengikuti kompetisi internasional tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Tak Sekadar Mengejar Medali

Prestasi Smart Stick menjadi bagian dari pencapaian tim MHIS di ORBIT-C 2026. Selain Outstanding Award, tim siswa sekolah tersebut berhasil membawa pulang 14 medali emas.

ORBIT-C merupakan ajang yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya di bidang riset, robotika, inovasi, dan teknologi.

Peserta tidak hanya dinilai berdasarkan kecanggihan teknologi yang dibuat. Aspek inovasi, implementasi, dampak sosial, serta kemampuan mempresentasikan karya di hadapan juri internasional juga menjadi bagian dari penilaian.

Bagi MHIS, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah dapat diarahkan untuk menghasilkan karya yang memiliki manfaat di luar ruang kelas.

Kepala SMA Mutiara Harapan Islamic School, Ms Sintala, mengatakan prestasi para siswa menjadi bukti komitmen sekolah dalam membina generasi yang unggul secara akademik, memiliki karakter Islami, dan mampu bersaing di tingkat global.

"Kami sangat bangga atas prestasi para siswa yang telah mewakili Indonesia di ajang internasional ORBIT-C. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen SMA Mutiara Harapan Islamic School dalam membina generasi champion yang unggul dalam akademik, berkarakter Islami, serta siap bersaing dan memberikan kontribusi positif di tingkat global," ujarnya.

Smart Stick pada akhirnya menunjukkan bagaimana pendidikan dan teknologi dapat berjalan beriringan. Dari sebuah gagasan yang dikembangkan oleh siswa, lahir inovasi yang tidak hanya memenangkan kompetisi, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi solusi yang lebih luas bagi penyandang tunanetra.

Ketertarikan profesor di China terhadap Smart Stick pun menjadi sinyal bahwa karya inovasi pelajar Indonesia memiliki peluang untuk mendapat perhatian dan dikembangkan di tingkat internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Galaxy Z Fold8 Series Bukan Lagi Sekadar HP Lipat, Ini Alasan Cocok Jadi Perangkat Kerja di Era AI

Galaxy Z Fold8 Series Bukan Lagi Sekadar HP Lipat, Ini Alasan Cocok Jadi Perangkat Kerja di Era AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI

Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Tabrakan Beruntun di Jakut Libatkan Truk Damkar hingga Bus Transjakarta, 3 Orang Luka-luka

Tabrakan Beruntun di Jakut Libatkan Truk Damkar hingga Bus Transjakarta, 3 Orang Luka-luka

News | Senin, 28 September 2026 | 16:01 WIB

Sosok Jimmy Masrin, Koruptor LPEI yang Fotonya Dipajang di Klaster Mewah Lapas Cibinong

Sosok Jimmy Masrin, Koruptor LPEI yang Fotonya Dipajang di Klaster Mewah Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 15:59 WIB

Kinaryosih Ungkap Penyesalan Mak Eli Dalam "Putri Jangan Gentayangan Lagi"

Kinaryosih Ungkap Penyesalan Mak Eli Dalam "Putri Jangan Gentayangan Lagi"

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 15:59 WIB

Bantuan Sepeda dari BRI Peduli Antar Mahesa Lebih Dekat dengan Cita-Cita

Bantuan Sepeda dari BRI Peduli Antar Mahesa Lebih Dekat dengan Cita-Cita

Batam | Senin, 28 September 2026 | 15:57 WIB

Pilu! Hilang Dini Hari, Mbah Lastri Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang Magetan

Pilu! Hilang Dini Hari, Mbah Lastri Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang Magetan

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 15:55 WIB

BRI Peduli Wujudkan Mimpi Mahesa, Hadiahkan Sepeda untuk Temani Langkah Menuju Cita-Cita

BRI Peduli Wujudkan Mimpi Mahesa, Hadiahkan Sepeda untuk Temani Langkah Menuju Cita-Cita

Malang | Senin, 28 September 2026 | 15:54 WIB

Jokowi Pamer KTA PSI, Andreas PDIP Berkelakar: Tunjukin Juga Dong Ijazahnya

Jokowi Pamer KTA PSI, Andreas PDIP Berkelakar: Tunjukin Juga Dong Ijazahnya

News | Senin, 28 September 2026 | 15:50 WIB

Sinopsis MR: Iyaku Joho Tantosha, Drama Jepang Dibintangi Mukai Osamu

Sinopsis MR: Iyaku Joho Tantosha, Drama Jepang Dibintangi Mukai Osamu

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:50 WIB

BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda

BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 15:49 WIB

Anaknya Dikaitkan Dugaan Bullying di Sekolah ICM, Dahnil Anzar: Sekarang Hoaks Banyak Sekali

Anaknya Dikaitkan Dugaan Bullying di Sekolah ICM, Dahnil Anzar: Sekarang Hoaks Banyak Sekali

News | Senin, 28 September 2026 | 15:48 WIB

×