- Noda kuning pada sepatu putih setelah dicuci bisa disebabkan oleh reaksi kimia residu deterjen, air bermineral, dan sinar matahari.
- Ahli menyarankan pencegahan dengan pembilasan air bersih secara maksimal, menghindari penjemuran di bawah sinar UV langsung, serta menggunakan teknik pembungkus tisu.
- Pemilik sepatu dapat menggunakan pembersih khusus sepatu ber-pH seimbang atau menyerahkannya kepada layanan profesional jika sepatu telanjur menguning parah.
Suara.com - Pernahkah kamu mencuci sepatu kesayangan, namun setelah kering justru muncul noda kuning yang mengganggu? Fenomena ini sering membuat pemilik sepatu bingung.
Memahami penyebab sepatu menjadi kuning setelah dicuci adalah langkah awal agar kamu tidak salah langkah dalam melakukan perawatan mandiri di rumah.
Menurut laman U2U Super Shoe Cleaning Service, noda kuning tersebut biasanya bukan berasal dari kotoran yang tertinggal, melainkan hasil dari reaksi kimia.
Sisa deterjen atau sabun yang tertinggal pada sepatu dapat bereaksi dengan udara dan berubah menjadi kuning saat proses pengeringan.
Berikut adalah 5 alasan utama dan tips profesional untuk mencegahnya.
1. Sisa Deterjen yang Tidak Terbilas Sempurna
Penyebab paling umum adalah residu sabun. Jika kamu menggunakan deterjen pakaian biasa yang mengandung banyak zat kimia, sisa-sisa sabun ini seringkali terperangkap di dalam pori-pori kain sepatu.
"Sisa deterjen atau sabun yang tertinggal pada sepatu dapat bereaksi dengan udara dan berubah menjadi kuning saat proses pengeringan," demikian seperti tertulis di laman U2U Service.
Inilah alasan mengapa pembilasan harus dilakukan berkali-kali hingga air benar-benar jernih.
2. Paparan Sinar Matahari Langsung (Oksidasi)
Banyak orang mengira menjemur sepatu di bawah terik matahari akan membuatnya lebih bersih dan cepat kering. Padahal, sinar UV mempercepat reaksi kimia pada sisa deterjen atau bahan pembuat sepatu itu sendiri.
Pihak U2U menekankan bahwa sinar matahari langsung adalah musuh utama sepatu putih setelah dicuci. Sinar ultraviolet (UV) memicu proses oksidasi yang mengubah sisa bahan pembersih menjadi noda kekuningan.
3. Kandungan Mineral dalam Air
Terkadang, masalahnya bukan pada sabun kamu, melainkan pada air yang digunakan.
Air tanah atau air keran yang mengandung kadar zat besi (mineral) tinggi dapat meninggalkan noda karat tipis yang tampak kuning atau kecokelatan saat menguap dan mengering pada material kanvas atau mesh.
4. Cara Mencegah: Teknik "Bungkus Tisu"
Salah satu tips paling efektif yang dibagikan oleh U2U Service adalah menggunakan tisu putih saat proses penjemuran. Teknik ini sangat populer di kalangan sneakerhead.
"Tisu putih bertindak sebagai lapisan penyerap, menarik kelebihan air dan sisa bahan pembersih dari dalam material sepatu ke permukaan tisu," tulis laman U2U Service.
Dengan menempelkan lapisan tisu basah ke seluruh permukaan sepatu, noda kuning akan pindah ke tisu, bukan menetap di sepatu.
5. Gunakan Pembersih Khusus Sepatu
Deterjen baju dirancang untuk serat pakaian, bukan untuk struktur sepatu yang lebih kompleks. Menggunakan cairan pembersih khusus sepatu (shoe cleaner) dengan pH seimbang akan sangat mengurangi risiko oksidasi.
Hindari penggunaan pemutih (bleach) secara berlebihan karena dalam jangka panjang justru akan merusak serat kain dan membuatnya menguning secara permanen.
Kesimpulannya, noda kuning pada sepatu setelah dicuci adalah masalah kimiawi yang bisa dihindari dengan teknik pencucian dan pengeringan yang benar. Kuncinya adalah pembilasan yang ekstra bersih dan menghindari sinar matahari langsung.
Namun, jika sepatu kamu sudah terlanjur menguning parah, sebaiknya gunakan layanan profesional. Penanganan ahli dapat membantu mengembalikan kecerahan warna sepatu tanpa merusak materialnya.