-
Desainer Gen Z tampilkan inovasi kain Ulos modern pada ajang IFW 2026.
-
Sentuhan warna cerah dan siluet asimetris menghapus kesan kaku kain Ulos.
-
Berbagai lembaga mode kolaborasi hadirkan koleksi Ulos yang futuristik dan ekspresif.
Suara.com - Banyak yang berpikir wastra Indonesia seperti ulos memberikan kesan kaku. Tapi tidak begitu ketika mendapat sentuhan Gen Z alias desainer muda Karen Junianto yang membawa jenama Bykarenju dalam perhelatan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Bykarenju yang berada di bawah naungan Immerse Fashion Academy membawa wastra asal Sumatra Utara ini jadi lebih berekspresi, memainkan siluet, warna hingga sentuhan artistik dan tidak selalu simetris.
Karen membuka peragaannya dengan sembilan look gaun bernuansa putih dan pastel. Koleksi dilanjutkan dengan rancangan sembilan desainer lain yang menghadirkan busana lebih eklektik melalui warna gelap, hitam, merah, dan biru.
“Koleksi ini untuk merangkul mode melampaui ritme tren sesaat. Tiap kreasi dirancang untuk menggugah emosi dan menginspirasi kehadiran bermakna,” kata Karen di Jakarta International Convention Center, Jumat 31 Juli 2026 lalu.
Ulos adalah wastra tradisional yang dibuat dengan teknik tenun dan memiliki beragam jenis, motif, serta makna sesuai konteks adat dan penggunaannya.
![Koleksi Wastra Indonesia dalam perhelatan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. [ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/14/51688-koleksi-wastra-indonesia-dalam-perhelatan-btn-indonesia-fashion-week-ifw-2026.jpg)
Tidak hanya Bykarenju, desainer muda dari UIC College of Fashion, Il Teatro Della Moda Indonesia, dan JF Art School juga memainkan ulos jadi lebih seru dengan artistik, membuat kain masyarakat Batak ini jadi lebih playful dan berwarna.
Warna-warna tersebut meliputi soft pink, hijau matcha, metalik dengan aksen glitter hingga warna menyala seperti hijau emerald dan merah.
Gambaran ini tercermin dari karya desainer dari Il Teatro Della Moda Indonesia yang bertema “Antara Arah dan Ruang”. Koleksi ini memainkan siluet tegas, garis terstruktur, bentuk modern, hingga permainan proporsi dan tekstur.
Ada juga koleksi ‘Epilog Sentuhan’ mengeksplorasi transformasi melalui siluet terstruktur, tekstur organik, material transparan, serta permainan cahaya dan bayangan. Palet hitam, perak, oranye, dan nude digunakan untuk menciptakan karakter busana yang lebih kontemporer.
![Koleksi Wastra Indonesia dalam perhelatan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. [ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/14/87721-koleksi-wastra-indonesia-dalam-perhelatan-btn-indonesia-fashion-week-ifw-2026.jpg)
Selanjutnya, para desainer muda dari UIC College of Fashion membawa ulos ke wilayah yang lebih futuristik melalui tema ‘The Future of Fashion: Redefining Tomorrow’. Koleksi dihadirkan untuk merespons berbagai isu, mulai dari identitas, genderless fashion, simbol perlawanan, arsitektur brutalisme, hingga dunia Dune.
Eksperimen ini ditutup koleksi JF Art School melalui tiga tema, yakni Celestial Lumina, Silk & Spores, dan Sculpture Denim. Masing-masing koleksi terdiri atas sembilan look dengan pendekatan material dan siluet yang berbeda.
![Koleksi Wastra Indonesia dalam perhelatan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. [ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/14/37453-koleksi-wastra-indonesia-dalam-perhelatan-btn-indonesia-fashion-week-ifw-2026.jpg)
“Nah, koleksi kami terinspirasi dari cerita masing-masing, personal, namun selama proses desain itu kami mencari dan menggali lagi estetika dari tema-tema itu sehingga hasilnya seperti koleksi di panggung IFW,” kata Desainer JF Art School, Bella Anaswara.
Berbagai koleksi karya desainer Gen Z yang tertuang dalam Ulos Simetria ini menunjukkan wastra Indonesia bisa dieksplorasi dengan memainkan proporsi, garis, tekstur, material, hingga komposisi asimetris. Hasilnya wastra Indonesia jauh dari kesan kaku, dan dekat dengan selera Gen Z.