Mengapa Kurangi Konsumsi Produk Hewani Dapat Menekan Jejak Lingkungan Makanan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Mengapa Kurangi Konsumsi Produk Hewani Dapat Menekan Jejak Lingkungan Makanan?
Sumber: Magnific.com

Suara.com - Setiap makanan yang tersaji di meja makan membawa jejak lingkungan. Di balik sepiring makanan, ada lahan yang digunakan untuk memproduksi bahan pangan, air dan energi yang dibutuhkan, serta emisi gas rumah kaca yang dihasilkan sepanjang proses produksi.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Nutrition menunjukkan bahwa perubahan pola makan, terutama dengan memperbanyak konsumsi pangan berbasis tumbuhan, berpotensi mengurangi dampak lingkungan dari makanan yang dikonsumsi.

Penelitian itu membandingkan empat pola makan dengan jumlah energi yang sama. Salah satunya adalah pola makan Mediterania omnivora yang menghasilkan sekitar 3,8 kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e) per hari.

Dengan jumlah kalori yang sama, pola makan vegan menghasilkan emisi 46% lebih rendah dibandingkan pola omnivora. Pola tersebut juga menggunakan 33% lebih sedikit lahan dan 7% lebih sedikit air.

Sementara itu, pola makan vegetarian mampu mengurangi emisi sekitar 35% dibandingkan pola makan omnivora.

Dalam penelitian tersebut, tim dari University of Granada dan Spanish National Research Council menyusun menu selama satu minggu untuk masing-masing pola makan. Setiap menu dirancang untuk memenuhi kebutuhan sekitar 2.000 kilokalori per hari, dengan mempertimbangkan rekomendasi gizi serta kebutuhan makronutrien dan mikronutrien.

Perbedaan jejak lingkungan tersebut tidak terlepas dari jenis pangan yang dikonsumsi.

Pada pola makan vegan, misalnya, sumber protein hewani digantikan dengan bahan pangan seperti tahu, tempe, protein kedelai, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Secara umum, produksi sejumlah pangan berbasis tumbuhan membutuhkan lebih sedikit lahan dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan produk hewani tertentu.

baca juga

Namun, temuan penelitian itu tidak berarti perubahan pola makan harus dilakukan secara mendadak.

Pola makan pescatarian dan vegetarian juga menunjukkan penurunan dampak lingkungan dibandingkan dengan pola makan omnivora. Artinya, mengurangi konsumsi produk hewani secara bertahap juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk menekan jejak lingkungan dari makanan.

Persoalan gizi tetap menjadi pertimbangan.

Ketiga pola makan berbasis tumbuhan yang diuji dalam penelitian tersebut secara umum dinilai mampu memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun, beberapa zat gizi seperti vitamin D, yodium, dan vitamin B12 membutuhkan perhatian lebih.

Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara makanan dan perubahan iklim tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimakan, tetapi juga oleh bagaimana makanan tersebut diproduksi.

Memperbanyak konsumsi pangan nabati dan mengurangi produk hewani menjadi salah satu cara yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi jejak lingkungan dari sistem pangan—tanpa harus mengabaikan kebutuhan gizi.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon

Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Sering Tak Disadari, Seberapa Besar Jejak Karbon di Balik Kebiasaan Scrolling TikTok?

Sering Tak Disadari, Seberapa Besar Jejak Karbon di Balik Kebiasaan Scrolling TikTok?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Terkini

Mengapa Kurangi Konsumsi Produk Hewani Dapat Menekan Jejak Lingkungan Makanan?

Mengapa Kurangi Konsumsi Produk Hewani Dapat Menekan Jejak Lingkungan Makanan?

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?

Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Apa Slogan HUT RI ke-81 Tahun 2026? Ini Tema Resmi dan Maknanya

Apa Slogan HUT RI ke-81 Tahun 2026? Ini Tema Resmi dan Maknanya

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:24 WIB

Ahmad Dhani Punya Satu Harapan dari Pidato Prabowo: Tegakkan Pasal 33 UUD 1945

Ahmad Dhani Punya Satu Harapan dari Pidato Prabowo: Tegakkan Pasal 33 UUD 1945

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:23 WIB

3 Contoh Teks Sambutan Ketua Panitia Malam Tirakatan 17 Agustus, Singkat dan Mudah Dihafalkan

3 Contoh Teks Sambutan Ketua Panitia Malam Tirakatan 17 Agustus, Singkat dan Mudah Dihafalkan

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Prabowo Singgung Pejabat TNI-Polri, Ada 1.000 Tambang Ilegal Masa Nggak Tahu?

Prabowo Singgung Pejabat TNI-Polri, Ada 1.000 Tambang Ilegal Masa Nggak Tahu?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Di Sidang Tahunan MPR, Sultan Najamudin Titip Satu Pesan untuk Prabowo

Di Sidang Tahunan MPR, Sultan Najamudin Titip Satu Pesan untuk Prabowo

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:18 WIB

Pidato Prabowo! Harga Pangan Bergejolak, Cabai dan Ayam Naik

Pidato Prabowo! Harga Pangan Bergejolak, Cabai dan Ayam Naik

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Kisah Kang Edai Jadikan Budaya Osing Sebagai Motor Ekonomi Desa Kemiren Banyuwangi

Kisah Kang Edai Jadikan Budaya Osing Sebagai Motor Ekonomi Desa Kemiren Banyuwangi

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Ketika Kain Ulos di Tangan Desainer Gen Z, Wastra Indonesia Jadi Seru dan Bikin Gemas

Ketika Kain Ulos di Tangan Desainer Gen Z, Wastra Indonesia Jadi Seru dan Bikin Gemas

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:09 WIB

×