Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:45 WIB
Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon
Dosen Program Studi Akuntansi FEB UGM, Ahmad Zaki. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • DSK IAI mengesahkan PSPK 1 dan PSPK 2 yang mewajibkan korporasi membuka informasi keberlanjutan mulai 1 Januari 2027.
  • Perubahan iklim berdampak langsung pada biaya operasional perusahaan sehingga harus dihitung ke dalam strategi bisnis korporasi.
  • Indonesia menghadapi tantangan berupa terbatasnya jumlah auditor lokal yang memiliki kapasitas melakukan *assurance* laporan keberlanjutan.

Suara.com - Jelang implementasi Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) pada 2027, korporasi di Indonesia mulai menghadapi tuntutan lebih besar untuk membuka informasi terkait risiko perubahan iklim dan emisi karbon

Dosen Program Studi Akuntansi FEB UGM, Ahmad Zaki, menjelaskan bahwa PSPK 1 dan PSPK 2 merupakan adaptasi dari standar internasional yang berfokus pada pengungkapan informasi keberlanjutan perusahaan. 

Kedua standar tersebut telah disahkan oleh Dewan Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (DSK IAI) dan akan diterapkan mulai 1 Januari 2027 mendatang.

Disampaikan Zaki, kewajiban tersebut pada akhirnya akan memaksa perusahaan mengubah cara melihat persoalan lingkungan. Menurut dia, perubahan iklim tidak bisa lagi dianggap sebagai isu di luar bisnis karena dampaknya dapat langsung masuk ke biaya operasional, rantai pasok hingga keberlangsungan usaha.

"Salah satu risiko yang paling hangat saat ini itu adalah risiko perubahan iklim, itu harus diakui," kata Zaki ditemui di FEB UGM, Kamis (13/8/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan suhu bumi dapat menciptakan biaya baru bagi perusahaan. Misalnya kebutuhan pendingin ruangan yang semakin besar ketika suhu meningkat membuat konsumsi listrik dan biaya operasional ikut terdorong.

Menurut Zaki, persoalan tersebut menggambarkan bahwa perubahan iklim memiliki hubungan langsung dengan keputusan bisnis. Ketika perubahan iklim memengaruhi kebutuhan energi, sementara industri juga bergantung pada bahan baku dan rantai pasok, perusahaan harus mulai menghitung risiko tersebut dalam strategi bisnisnya.

"Sehingga semuanya ini akan saling terkait," imbuhnya.

Perhatian terhadap pengurangan emisi karbon, kata dia, sebenarnya sudah berkembang sejak beberapa dekade lalu melalui berbagai kesepakatan global. Salah satunya Paris Agreement tahun 2015 yang disepakati oleh hampir seluruh negara di dunia. 

baca juga

Indonesia masuk sebagai salah satu negara yang menandatangani kesepakatan tersebut. Salah satu langkah untuk ikut berkontribusi itu adalah dengan mengadopsi standar pelaporan keberlanjutan yang mengacu pada standar internasional ini.

Perusahaan sebenarnya dinilai sudah memperoleh waktu untuk mempersiapkan penerapan standar tersebut. Disebutkan Zaki, sosialisasi itu telah dilakukan sejak 2023, standar disiapkan pada 2024, dan penerapannya diarahkan efektif mulai 2027. 

OJK pun telah menyusun perubahan POJK 51/2017 untuk menyelaraskannya dengan PSPK 1 dan PSPK 2.

Masalahnya, kewajiban membuka informasi emisi karbon juga membutuhkan ekosistem audit yang siap. Zaki bilang jumlah auditor yang memiliki kapasitas untuk memberikan assurance atas laporan keberlanjutan masih terbatas.

"Nah, insight-nya saat ini adalah ketersediaan auditornya yang kurang. Jadi locally kita masih sangat terbatas untuk itu," ungkapnya.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai pekerjaan rumah sebelum kewajiban assurance berjalan lebih luas. Menurutnya, waktu transisi hingga kewajiban audit efektif harus dimanfaatkan untuk memperbanyak tenaga profesional dan membangun kapasitas auditor keberlanjutan di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Pengalaman Relaksasi, Spa Menyimpan Jejak Karbon yang Tak Terlihat

Di Balik Pengalaman Relaksasi, Spa Menyimpan Jejak Karbon yang Tak Terlihat

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:55 WIB

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:25 WIB

Di Balik Server Raksasa: Rahasia Kelam di Balik Kecepatan Kecerdasan Buatan

Di Balik Server Raksasa: Rahasia Kelam di Balik Kecepatan Kecerdasan Buatan

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:42 WIB

Terkini

Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin

Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:19 WIB

DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis

DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan

Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya

3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

4 Tone Up Sunscreen Korea Vitamin C, Rahasia Punya Wajah Cerah Seharian!

4 Tone Up Sunscreen Korea Vitamin C, Rahasia Punya Wajah Cerah Seharian!

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak

UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai

Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:12 WIB

×