- Artikel membahas enam rekomendasi sepeda mulai harga Rp2 jutaan hingga Rp32 juta untuk menghadapi jalur menanjak.
- Model sepeda yang direkomendasikan meliputi Odessy Fuse 885, Element Jasper 700C, Odessy Celcius Canberra, dan United Clovis 5.10.
- Pilihan sepeda lainnya mencakup Camp Slix Z9 serta Polygon Siskiu T8 yang dibanderol sekitar Rp31 juta hingga Rp32 juta.
Suara.com - Tanjakan menjadi salah satu tantangan paling menguras tenaga saat bersepeda. Karena itu, memilih sepeda yang bobotnya relatif ringan dan memiliki pilihan rasio gigi yang sesuai bisa membuat aktivitas gowes menanjak terasa lebih nyaman.
Sepeda dengan frame alloy, roda 27,5 inci, hingga drivetrain dengan sprocket besar dapat menjadi pertimbangan bagi pesepeda yang sering melewati jalur menanjak. Berikut beberapa rekomendasi sepeda yang bisa dipertimbangkan, mulai dari harga Rp3 jutaan hingga puluhan juta rupiah.
1. Odessy Fuse 885

Odessy Fuse 885 bisa menjadi pilihan untuk pengguna yang mencari MTB dengan harga relatif terjangkau. Sepeda ini menggunakan frame steel ukuran 26 x 14,5 inci dan dibekali 24-speed.
Konfigurasi 3 x 8 speed memberikan pilihan rasio gigi yang cukup banyak untuk menghadapi berbagai kondisi jalan, termasuk tanjakan. Namun, bobot yang tercantum pada spesifikasi produk mencapai 40 kg sehingga model ini kurang tepat jika prioritas utama adalah sepeda yang benar-benar ringan. (YouTube)
Spesifikasinya meliputi fork steel crown suspension 26 inci, crank 24/34/42T, ban 26 x 2,10 inci, shifter Taichang 24-speed, rear derailleur Shinou 8-speed, serta rem cakram alloy depan dan belakang. (YouTube)
Harga: sekitar Rp2 jutaan, tergantung penjual dan ketersediaan.
2. Element Jasper 700C
![Element Jasper 700c. [Tokopedia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/21/16662-element-jasper-700c.jpg)
Element Jasper 700C sebenarnya lebih tepat disebut sebagai sepeda hybrid, bukan MTB murni. Meski demikian, model ini bisa dipertimbangkan untuk pengguna yang lebih sering melewati jalan aspal atau tanjakan perkotaan.
Jasper tersedia dengan drivetrain 24-speed dan roda 700C. Salah satu listing produk juga mencantumkan frame alloy, fork suspensi depan, rem cakram hidrolik, serta drivetrain Shimano. (Accio)
Roda 700C memiliki karakter rolling yang cocok untuk jalan raya dan membuat sepeda terasa lebih efisien ketika mempertahankan kecepatan di permukaan aspal. Untuk tanjakan off-road yang ekstrem, however, MTB dengan ban lebih lebar akan lebih sesuai.
Harga: sekitar Rp2,1 juta-Rp2,7 juta berdasarkan listing yang ditemukan.
Element Jasper 700c 24SP
Rp 2.150.000
3. Odessy Celcius Canberra

Odessy Celcius Canberra menjadi salah satu pilihan menarik di kelas harga Rp3 jutaan. Sepeda ini menggunakan frame alloy 27,5 inci dan drivetrain 1 x 11 speed.
Salah satu keunggulan Canberra untuk rute menanjak adalah cassette SUNSHINE 11-50T. Rentang tersebut menyediakan sprocket besar 50T yang dapat membantu pesepeda mendapatkan kayuhan lebih ringan ketika menghadapi tanjakan. (Atantis Odessy Celcius Sumax)
Spesifikasinya terdiri dari fork full alloy lock-out suspension, shifter Sensah High Level SL-RX11 11-speed, rear derailleur Sensah High Level RD-MX11, crank 34T, cassette 11-50T, serta rem cakram hidrolik Logan depan dan belakang. Frame yang digunakan berukuran 27,5 x 16 inci. (Atantis Odessy Celcius Sumax)
Harga: sekitar Rp3,6 juta-Rp3,8 juta berdasarkan sejumlah listing yang tersedia. (Shopee Indonesia)
Odessy Celcius Canberra
Rp 3.710.000
4. United Clovis 5.10

Jika mencari MTB yang lebih serius untuk menghadapi tanjakan dan jalur XC, United Clovis 5.10 layak masuk daftar pertimbangan.
United menyebut Clovis 5.10 sebagai MTB kategori XC yang dirancang untuk menghadapi tanjakan maupun turunan. Sepeda ini menggunakan hydroformed alloy double-butted hardtail frame dengan Boost thru-axle. (United Bike)
Untuk drivetrain, Clovis 5.10 menggunakan Shimano Deore M5100 1 x 11 speed dengan cassette 11-50T. Kombinasi tersebut menjadi salah satu nilai jual utama karena sprocket 50T dapat memberikan rasio ringan untuk menaklukkan tanjakan.
Model ini juga dilengkapi fork Venom Air Boost dengan travel 120 mm untuk roda 27,5 inci atau 100 mm untuk roda 29 inci, serta rem hidrolik Shimano MT200 dengan rotor 160 mm. Ban yang digunakan adalah Maxxis Ardent 2 berukuran 27,5 x 2,25 atau 29 x 2,25 inci. (United Bike)
Harga: Rp7.300.000 di situs resmi United Bike. (United Bike)
United Clovis 5.10
Rp 7.300.000
5. Camp Slix Z9

Camp Slix Z9 merupakan MTB 27,5 inci dengan frame alloy dan internal cable routing. Salah satu data spesifikasi mencantumkan bobot sekitar 16 kg sehingga relatif lebih ringan dibanding sejumlah MTB entry-level dengan frame berbahan baja. (Blibli)
Sepeda ini memakai drivetrain Shimano Altus 2 x 9 speed dengan cassette 11-36T. Crankset double speed, fork suspensi, rem cakram hidrolik, serta ban WTB 27,5 x 2,20 inci melengkapi spesifikasinya. (Element Bike)
Dengan kombinasi 2 x 9 speed, Camp Slix Z9 menawarkan cukup banyak pilihan rasio untuk menghadapi tanjakan. Namun, dibanding Clovis 5.10 yang memiliki sprocket hingga 50T, rasio paling ringan Slix Z9 lebih terbatas.
Harga: sekitar Rp6,4 juta-Rp7,25 juta berdasarkan beberapa listing yang tersedia. (Blibli)
Camp Slix Z9
Rp 6.531.250
6. Polygon Siskiu T8

Bagi yang memiliki budget lebih besar dan mencari MTB untuk jalur trail serius, Polygon Siskiu T8 merupakan pilihan kelas premium dalam daftar ini.
Siskiu T8 menggunakan konstruksi trail dengan kombinasi geometri yang dirancang untuk menghadapi tanjakan, turunan, bebatuan, akar, hingga tikungan sempit. Versi terbaru dengan UDH menggunakan frame alloy, roda 29 inci, rear travel 140 mm, serta drivetrain 1 x yang dirancang untuk membantu pesepeda tetap fokus saat melewati tanjakan. (Polygon Bikes)
Polygon juga menyebut model ini memiliki 140 mm rear travel dan roda 29 inci. Dropper post menjadi salah satu fitur yang membantu kontrol sepeda ketika menghadapi perubahan medan. (Polygon Bikes)
Untuk harga, Polygon mencantumkan Rp31 juta untuk Siskiu T8 dan Rp32 juta untuk Siskiu T8 with UDH di Pulau Jawa. (Polygon Bikes)
Polygon Siskiu T8
Rp 31.200.000
Perlu diingat, istilah "enteng buat nanjak" tidak hanya ditentukan bobot sepeda. Rasio gigi, ukuran ban, geometri frame, tingkat kemiringan tanjakan, dan kemampuan pesepeda turut menentukan seberapa ringan sepeda dikayuh. Harga di atas juga dapat berubah mengikuti ukuran, varian, promo, dan stok penjual.