- Layering serum perlu disesuaikan dengan tekstur dan kandungan produknya.
- Tidak semua bahan aktif cocok dipakai bersamaan dalam satu rutinitas.\
- Urutan serum yang tepat membantu skincare lebih nyaman digunakan setiap hari.
Suara.com - Layering serum jadi salah satu cara yang sering dipakai ketika rutinitas skincare punya lebih dari satu produk perawatan. Apalagi kalau setiap serum punya fungsi berbeda, misalnya untuk hidrasi, mencerahkan, atau merawat tekstur kulit.
Masalahnya, memakai beberapa serum sekaligus tidak selalu terasa nyaman di kulit. Tekstur produk, kandungan aktif, hingga urutan pemakaian bisa memengaruhi bagaimana skincare terasa setelah diaplikasikan.
Menyadur informasi dari Allure, produk skincare umumnya digunakan dari tekstur yang lebih ringan ke tekstur yang lebih berat. Pemakaian beberapa bahan aktif juga perlu diperhatikan karena tidak semuanya cocok digunakan dalam satu rutinitas.
Jika serum yang dipakai lebih dari satu, urutannya perlu diperhatikan supaya tiap produk tetap nyaman di kulit.
Cara layering serum yang benar
Layering serum dapat dilakukan dengan mengikuti urutan tekstur sekaligus memperhatikan kandungan aktif di dalam setiap produk. Berikut langkah yang bisa diterapkan dalam rutinitas skincare.
1. Bersihkan wajah terlebih dahulu
Langkah pertama adalah membersihkan wajah menggunakan cleanser yang sesuai dengan kondisi kulit. Wajah yang bersih membuat serum dapat diaplikasikan langsung setelah tahap pembersihan.
Jika menggunakan toner atau essence, produk tersebut dapat dipakai sebelum serum sesuai dengan urutan teksturnya.
2. Gunakan serum dari tekstur paling ringan
Jika memakai lebih dari satu serum, aplikasikan produk dengan tekstur lebih cair terlebih dahulu. Serum yang lebih ringan umumnya digunakan sebelum formula yang lebih kental.
Cara ini membantu setiap produk tetap mudah diratakan dan mengurangi kemungkinan skincare menggumpal atau pilling di permukaan kulit.
3. Perhatikan kandungan aktif dalam setiap serum
Jangan hanya melihat tekstur ketika menentukan urutan serum. Kandungan aktifnya juga perlu diperhatikan, terutama jika menggunakan produk untuk beberapa masalah kulit sekaligus.
Misalnya, serum vitamin C dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas pagi dan dipadukan dengan sunscreen. Sementara itu, bahan seperti niacinamide dan hyaluronic acid dapat menjadi pilihan untuk membantu hidrasi dan menjaga kenyamanan kulit.
4. Jangan menumpuk terlalu banyak bahan aktif
Layering bukan berarti semua serum yang dimiliki harus digunakan dalam satu rutinitas. Terlalu banyak bahan aktif, terutama exfoliating acids dan retinoid, dapat meningkatkan risiko kulit menjadi kering, merah, atau iritasi.
Jika ingin memakai beberapa serum dengan bahan aktif kuat, lebih baik atur pemakaiannya pada waktu atau hari yang berbeda. Cara ini juga membuat rutinitas skincare lebih sederhana.
5. Beri jeda sampai serum terasa menyerap
Tidak ada aturan wajib mengenai berapa menit harus menunggu di antara setiap produk. Namun, memberi waktu sampai serum terasa menyerap sebelum melanjutkan ke produk berikutnya dapat membantu mencegah lapisan skincare bergeser atau menggumpal.
Tidak perlu menunggu terlalu lama. Setelah serum sudah terasa cukup menyatu dengan kulit, produk berikutnya bisa langsung digunakan.
6. Kunci dengan moisturizer
Setelah semua serum selesai diaplikasikan, lanjutkan dengan moisturizer. Pelembap membantu memberikan hidrasi sekaligus menjadi bagian penting dari rutinitas untuk menjaga skin barrier.
Pada malam hari, rangkaian dapat diakhiri dengan pelembap sesuai kebutuhan kulit. Sementara pada pagi hari, sunscreen tetap menjadi tahap terakhir untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV.
Contoh layering serum pagi
Rutinitas pagi tidak perlu terdiri dari banyak serum. Salah satu contoh urutan yang sederhana, yaitu sebagai berikut.
Cleanser
Toner atau essence
Serum vitamin C
Serum hydrating jika diperlukan
Moisturizer
Sunscreen
Vitamin C juga dapat dipadukan dengan sunscreen sebagai bagian dari perlindungan terhadap paparan lingkungan.
Contoh layering serum malam
Pada malam hari, serum dapat disesuaikan dengan target perawatan kulit. Contoh urutannya seperti berikut.
Cleanser
Toner atau essence
Serum hydrating
Serum treatment
Moisturizer
Jika serum treatment mengandung retinoid atau bahan eksfoliasi, tidak perlu menambahkan banyak bahan aktif lain dalam rutinitas yang sama. Penggunaan secara bergantian pada malam berbeda dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko iritasi.
Kombinasi serum yang sebaiknya diperhatikan
Tidak semua bahan aktif cocok di-layer secara bersamaan. Beberapa kombinasi bahan aktif yang kuat dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.
Retinoid, misalnya, sebaiknya tidak sembarangan dipadukan dengan AHA atau BHA dalam satu rutinitas karena kombinasi tersebut dapat terlalu mengeringkan atau mengiritasi kulit. Benzoyl peroxide juga perlu diperhatikan ketika digunakan bersama bahan aktif lain.
Sebaliknya, bahan yang berfungsi menghidrasi atau menenangkan kulit dapat membantu melengkapi penggunaan bahan aktif tertentu. Niacinamide dan hyaluronic acid, misalnya, termasuk kombinasi yang dapat digunakan untuk membantu menjaga hidrasi kulit.
Apakah semakin banyak serum hasilnya semakin maksimal?
Belum tentu. Memakai banyak serum sekaligus tidak otomatis membuat bahan aktif bekerja lebih maksimal. Justru terlalu banyak produk dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama jika beberapa di antaranya mengandung bahan aktif yang kuat.
Lebih baik memilih serum berdasarkan kebutuhan kulit dan mengatur pemakaiannya dengan tepat. Rutinitas yang lebih sederhana tetapi konsisten bisa lebih mudah dipertahankan daripada layering terlalu banyak produk.