- Rambut patah terjadi akibat rusaknya lapisan pelindung kutikula.
- Penyebab utama meliputi alat panas, stres, dan kurang nutrisi.
- Perawatan lembut dan potong ujung rambut bantu cegah kerusakan.
Suara.com - Rambut patah umumnya terjadi ketika lapisan pelindung atau sisik kutikula bagian dalam mulai terlepas dan hancur. Kerusakan rambut ini sering kali disebabkan oleh suhu panas, proses pewarnaan berlebih, stres, hingga masalah kesehatan seperti hipotiroidisme.
Kutikula yang sehat memiliki sisik yang saling tumpang tindih untuk menjaga kekuatan setiap helai rambut Anda.
Ketika sisik tersebut rusak, rambut akan kehilangan kelembapan alaminya, terpisah, dan pada akhirnya mengalami patah secara signifikan.
Stres dan pola makan bisa berdampak pada kesehatan rambut
Berikut adalah berbagai faktor umum penyebab rambut patah dan langkah tepat untuk menanganinya dikutip Suara.com dari Healthline.
Kekurangan Nutrisi dalam Pola Makan
Kandungan nutrisi tertentu sangat membantu proses pertumbuhan rambut sekaligus mencegah kerusakan langsung dari dalam tubuh.
Menurut The International Society of Hair Restoration Surgery (ISHRS), rambut yang sehat membutuhkan asupan biotin, zat besi, zinc, serta berbagai macam vitamin penting lainnya.
Mengonsumsi makanan seimbang yang kaya akan vitamin dan mineral dapat menjaga kesehatan rambut secara optimal.
Anda juga disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi guna merancang rencana pola makan yang sehat dan sesuai.
Tingkat Stres yang Terlalu Tinggi
Stres secara psikologis tidak hanya menyebabkan rambut rontok, tetapi juga memicu masalah helai rambut yang rapuh dan mudah patah.
Kondisi stres tingkat tinggi dapat menghentikan siklus pertumbuhan folikel, sehingga helai rambut gugur di tengah masa pertumbuhannya.
Mengelola stres dengan baik terbukti sangat membantu dalam mengurangi risiko kerusakan rambut secara berkala.
Berbagai metode relaksasi dapat dilakukan untuk menekan tingkat stres yang mengganggu siklus rambut alami Anda.

Kondisi Helai Rambut Terlalu Kering
Rambut yang basah memang jauh lebih rentan patah, namun kondisi rambut yang terlalu kering justru menjadi pemicu kerusakan paling parah.
Cuaca kering, tingkat kelembapan rendah, dan penggunaan air terlalu panas saat keramas adalah beberapa faktor penyebab utamanya.
Selalu gunakan air hangat saat mencuci rambut dan hindari melewatkan penggunaan kondisioner setelah selesai keramas.
Jika ujung rambut Anda sangat kering, cobalah mengaplikasikan masker rambut secara rutin untuk mengembalikan kelembapannya.
Kerusakan Akibat Alat Penata Panas
Alat penata rambut seperti catokan dan pengering memang membutuhkan suhu tinggi untuk memberikan hasil maksimal pada gaya rambut.
Namun, penggunaan alat tersebut secara tidak tepat atau terlalu sering akan merusak kutikula akibat paparan suhu ekstrem.
Berikan waktu istirahat pada helai rambut Anda dari semua alat penata panas setidaknya satu hari penuh dalam seminggu.
Pastikan Anda selalu menyemprotkan produk pelindung panas sebelum mulai menata rambut untuk meminimalkan dampak kerusakan.
Proses Perawatan Kimia yang Berlebihan
Proses pengeritingan, pelurusan, hingga pewarnaan mungkin membuat helai rambut tampak indah pada satu atau dua sesi awal pengerjaan.
Sayangnya, perawatan kimia yang terlalu sering justru akan menghancurkan perlindungan kutikula dan memicu kerusakan rambut permanen.
Pewarna rambut permanen bahkan memiliki risiko memicu dermatitis kontak pada kulit kepala Anda.
American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan untuk memberi jeda istirahat pada sesi perawatan kimia setidaknya selama 8 hingga 10 minggu.

Terlalu Sering Mencuci Rambut
Pemilik kulit kepala berminyak sering kali merasa tergoda untuk mencuci rambutnya berkali-kali dalam sehari. Padahal, rutinitas keramas yang berlebihan dapat menghilangkan produksi minyak alami pelindung folikel dan memicu kerusakan kutikula.
Rambut berminyak cukup dicuci maksimal satu kali sehari, sedangkan jenis rambut sangat kering mungkin hanya memerlukan keramas satu kali setiap minggunya.
Saat keramas, pastikan Anda menggosok kulit kepala secara lembut dan mengaplikasikan kondisioner mulai dari tengah batang hingga ujung rambut saja.
Kesalahan Mengeringkan Rambut dengan Handuk
Menggosok rambut basah menggunakan handuk usai mandi adalah kebiasaan umum yang ternyata sangat merusak struktur helai rambut.
Gesekan kasar ini berisiko melukai rambut justru pada saat kondisinya sedang sangat rentan karena basah.
Alih-alih menggosoknya secara kasar, cukup tepuk-tepuk lembut permukaan handuk pada rambut untuk menyerap sisa air.
Anda juga bisa membungkus rambut perlahan menggunakan handuk berbahan mikrofiber yang mampu menyerap kelembapan tanpa merusak struktur kutikula.
Penggunaan Ikat Rambut yang Terlalu Kencang
Mengikat rambut merupakan solusi praktis untuk menjaga helai rambut agar tidak menutupi area wajah saat sedang asyik berolahraga.
Sayangnya, ikatan yang terlampau kencang akan terus-menerus menarik kulit kepala dan mengikis lapisan kutikula secara perlahan.
Biarkan rambut Anda terurai bebas sesekali, atau ciptakan gaya ikatan yang lebih longgar agar tidak menyiksa akar rambut. Selain itu, gunakan ikat rambut khusus yang berbahan kain lembut dan hindari memakai karet gelang biasa yang tajam.

Cara Menyisir Rambut yang Keliru
Banyak mitos beredar yang menyebutkan bahwa menyisir rambut hingga 100 kali dalam sehari akan membuat rambut menjadi sangat sehat.
Namun, pihak AAD membantah tegas mitos tersebut dan hanya menyarankan proses menyisir ketika Anda hendak menata rambut saja.
Gunakan sisir bergigi jarang untuk meminimalisasi risiko rambut tersangkut dan patah saat sedang dirapikan.
Pastikan Anda hanya menggunakan sikat berbulu alami, menghindari sikat plastik keras, dan menyisirnya saat rambut dalam keadaan kering.
Jarang Memangkas Ujung Rambut
Memotong helai rambut mungkin terdengar seperti mengurangi volumenya, padahal langkah ini sangat penting untuk menjaga rambut tetap sehat tanpa ujung bercabang.
Ujung rambut yang telanjur bercabang dapat merambat naik hingga ke batang rambut dan mengakibatkan kerusakan patah secara total.
Memangkas ujung rambut memiliki manfaat yang sama pentingnya dengan eksfoliasi kulit saat membuang sel mati demi pertumbuhan sel baru.
Sekalipun Anda sedang dalam proses memanjangkan rambut, rutin memotong sedikit ujung kasarnya sangat ampuh mencegah kerusakan berkelanjutan.
Efek Samping Penyakit Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah sebuah kondisi ketika kelenjar tiroid dalam tubuh gagal memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang memadai.
Meski ukurannya kecil, kelenjar tiroid memegang peranan krusial untuk menjaga kelancaran metabolisme, irama jantung, hingga merangsang siklus pertumbuhan rambut.
Pasien dengan kondisi hipotiroidisme biasanya akan menderita kerusakan rambut parah sekaligus kerontokan rambut yang tidak wajar.
Segera buat janji temu medis dengan dokter jika rambut Anda mendadak sangat rusak yang disertai tubuh cepat lelah dan kenaikan berat badan ekstrem.
Dampak Serius dari Gangguan Makan
Masalah kesehatan mental terkait gangguan makan, seperti anoreksia maupun bulimia nervosa, sangat memengaruhi vitalitas kesehatan folikel rambut Anda.
Malnutrisi ekstrem akibat gangguan ini membuat akar rambut kehilangan cadangan nutrisi esensial untuk memproduksi helai rambut baru yang sehat.
Dalam beberapa kasus kronis, helai rambut yang baru tumbuh bahkan bisa langsung patah di tengah masa pertumbuhan aktifnya.
Gangguan makan membutuhkan intervensi dan penanganan medis sesegera mungkin untuk menghalangi komplikasi yang lebih mengancam keselamatan tubuh.
Tips Tambahan Menjaga Kesehatan Rambut
Lakukan perawatan rambut harian secara lembut dan hindari tindakan agresif yang bisa mematahkan perlindungan kutikula.
Jika Anda gemar berenang, segera bersihkan rambut dengan produk sampo khusus perenang untuk menghilangkan klorin yang menempel.
Biarkan rambut mengering secara alami oleh udara tanpa bergantung penuh pada alat pengering berhawa panas yang berisiko.
Jika Anda sering memakai topi, pastikan ukurannya longgar agar tidak menekan akar rambut terlalu kuat ke kulit kepala.
Apabila rambut Anda terus menerus patah meskipun sudah mengubah gaya perawatannya, segera jadwalkan pemeriksaan medis profesional.
Dokter dapat membantu menemukan penyebab utamanya dan memberikan resep penanganan yang lebih tepat dan akurat.