- Grup Pancatera yang beranggotakan empat perempuan dikritik publik karena menghadiri HUT ke-81 RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
- Kehadiran mereka menuai perdebatan dan kekecewaan netizen karena dinilai tidak sejalan dengan narasi pemberdayaan perempuan yang selama ini mereka bawa.
- Menanggapi polemik tersebut, Pancatera menyampaikan permohonan maaf terbuka dan menegaskan bahwa platform mereka beroperasi secara independen tanpa afiliasi pemerintah.
Suara.com - Grup Pancatera menuai kritik publik karena kehadiran mereka dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Tak hanya membagikan sejumlah momen ketika menghadiri rangkaian acara, salah satu unggahan bahkan memperlihatkan mereka berfoto bersama Presiden Prabowo Subianto dan anaknya, Didit Hediprasetyo.
Dalam waktu singkat, foto itu memicu perdebatan soal konsistensi nilai yang selama ini dibawa Pancatera.
Pasalnya, kehadiran mereka di acara tersebut dinilai tidak sesuai dengan citra Pancatera yang selama ini membawa narasi pemberdayaan perempuan Indonesia.
Tak sedikit netizen dan pengikut mereka yang kecewa, bahkan memutuskan untuk menerapkan cancel culture.
Tentang Pancatera
Pancatera dikenal publik melalui podcast bertajuk In Her View. Dalam podcast tersebut, mereka membahas berbagai topik yang dekat dengan kehidupan perempuan, mulai dari karier, hubungan, identitas, kesehatan mental, hingga tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Tak sekadar podcast, Pancatera juga membangun komunitasnya lewat media sosial serta berbagai kegiatan offline dengan pendekatan yang personal, terbuka, dan inklusif.
Sehingga Pancatera tak hanya sebuah podcast, tapi juga hadir sebagai platform yang memberikan gambaran lebih beragam tentang kehidupan perempuan.
Melalui ruang ini, perempuan diajak untuk meninjau ulang pandangan lama tentang peran mereka, sehingga mereka bebas menentukan jalan hidup dan menyuarakan pengalamannya sendiri.
Profil 4 Anggota Pancatera

Awalnya pada 2025, Pancatera dibentuk oleh lima perempuan yang memiliki latar belakang dan pengalaman profesional yang beragam.
Namun seiring berjalannya podcast, salah satu anggota yakni Shahnaz Soehartono tidak lagi menjadi bagian Pancatera.
Formasi Pancatera pun berubah dan kini dikenal melalui empat host saja, yakni Marissa Anita, Caroline Soerachmat, Karina Lakshminingrum Soerjanatamihardja (Kai Soerja), dan Karina Basrewan.
1. Marissa Anita
Latar Belakang: Aktris, jurnalis, presenter, dan pakar komunikasi.
Pendidikan: Lulusan S1 Universitas Katolik Atma Jaya, Master of Media Practice (University of Sydney), dan Master of Digital Media and Society (Loughborough University).
Karier & Pencapaian:
- Memulai karier teater (2005) lalu menjadi jurnalis dan news anchor di Metro TV dan NET TV (Indonesia Morning Show, 1 Indonesia).
- Memenangi Piala Citra sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik lewat film Ali & Ratu Ratu Queens (2021).
- Beraktivitas sebagai communications specialist, pembicara publik di isu mindfulness dan pengembangan diri, serta mentor/dosen pembimbing bidang film dan komunikasi di Universitas Indonesia.
2. Kai Soerja
Latar Belakang: Presenter, trainer, dan praktisi komunikasi yang berfokus pada kesetaraan dan inklusi (Diversity, Equity, and Inclusion/DEI).
Pendidikan: B.Sc Financial Management (Upper Iowa University) dan Master of Arts Cross-Cultural Communication (Horizons University).
Karier & Pencapaian:
- Pernah menjadi penyiar KIS 95.1 FM dan host program berita di SEA Today (SEA Morning Show).
- Menjadi konsultan dan trainer untuk kepemimpinan dan komunikasi di berbagai perusahaan, instansi pemerintah, hingga atlet.
- Aktif mendorong kesetaraan gender di dunia olahraga. Di antaranya pernah menjabat sebagai Vice Chairperson III Persatuan Rugby Union Indonesia dan pengurus Gender Equity Committee di Asia Rugby.
3. Caroline Soerachmat
Latar Belakang: Presenter televisi dan penyiar radio dengan pengalaman di dunia broadcasting lebih dari 20 tahun.
Pendidikan: Orange Coast College dan Mass Communication di University of California, Los Angeles (UCLA).
Karier & Pencapaian:
- Memulai karier di stasiun radio populer seperti Prambors FM, 101 Jak FM, dan Female Radio.
- Pernah menjadi VJ MTV Indonesia, jurnalisVoice of America (VOA) di Washington D.C., presenter olahraga (FOX Sports Asia), serta news anchor Indonesia Morning Show di NET TV.
- Jam terbang tinggi sebagai Master of Ceremony (MC) di berbagai acara kenegaraan maupun korporat, serta berbisnis di bidang kecantikan (skincare) dan fesyen.
4. Karina Basrewan
Latar Belakang: News anchor, aktivis lingkungan, dan komunikator isu perubahan iklim (climate storyteller).
Pendidikan: Bachelor of Arts dalam Communication and Media Studies dari University of Melbourne.
Karier & Pencapaian:
- Berpengalaman sebagai pembawa berita pagi di SEA Today dan MC acara internasional, seperti ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo.
- Merupakan Puteri Indonesia DKI Jakarta 2018 (Top 11) dan pemenang Miss Earth Indonesia 2022.
- Fokus pada isu keberlanjutan (sustainability): pernah mengikuti CNN Academy Climate Storytelling Program, menjabat Lead Consultant di Eco-Business, serta mengelola media sosial Museum for the United Nations – UN Live.
Permintaan Maaf dan Klarifikasi Pancatera
Menanggapi polemik yang ramai, Pancatera menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada komunitas ViewHers dan publik melalui media sosial.
Mereka mengakui bahwa kehadiran serta unggahan foto mereka pada perayaan Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka merupakan tindakan keliru yang memicu kekecewaan publik.
Dalam penjelasannya, Pancatera menerima berbagai kritik sebagai bentuk koreksi dan pengingat akan tanggung jawab mereka sebagai pemilik ruang publik.
Mereka juga menegaskan bahwa Pancatera dan In Her View beroperasi serta didanai secara independen, tanpa ada afiliasi dengan pemerintah maupun lembaga politik mana pun.
"Kami belajar dari kesalahan ini dan berkomitmen untuk menggunakan platform kami dengan kesadaran dan penuh tanggung jawab," tutup Pancatera dalam klarifikasinya.